Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Sikap yang Jelas terkait Fitnah Rafidhah Yaman

بسم الله الرحمن الرحيم

Sudah tidak asing lagi bagi sebagian Salafiyyin di Indonesia, bahwa untuk ketujuh kalinya dalam 7 tahun terakhir kaum Khawarij Rafidhah kembali melakukan pemberontakan kepada Pemerintah Negeri Yaman. Dan tentu saja terkait langsung dengan hal tersebut adalah pemberontakan tersebut terjadi di Provinsi Sa’ada dimana Darul Hadits Dammaj berada.
Sehingga kontak senjata yang terjadi di sekitar Darul Hadits Dammaj antara pemerintah negeri Yaman yang dibantu oleh Kabilah Al-Wadi’iy (Kabilah Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’iy) Baca selebihnya »

Oktober 9, 2009 Ditulis oleh Diqra al Garuti | bantahan, manhaj | | No Comments Yet

POLIGAMI, TAKUT ISTRI?

MAU POLIGAMI, TAPI TAKUT ISTRI?
Syaikh Saleh As-Suhaimi hafizhahullah ditanya dengan pertanyaan berikut:
Apakah boleh saya menikah yang kedua kali tanpa sepengetahuan yang pertama,karena yang pertama tidak ridha?
Syaikh menjawab:
“Mengapa -hai penakut- mengapa? Baca selebihnya »

September 29, 2009 Ditulis oleh Diqra al Garuti | bantahan, dasar islam, fiqh, manhaj | | No Comments Yet

NORDIN N STOP!!!

Sebagai seorang muslim yang masih berada diatas fitrahnya yang suci,sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu gembong teroris Khawarij dimasa kini,yang gemar melakukan tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia,tidak terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum muslimin. Namun berbeda halnya dengan seorang yang telah tertanam padanya benih-benih pemikiran khawarij,dia tentu akan merasa sedih dengan terbunuhnya salah satu dari tokoh mereka,yang selama ini dianggap “berjihad” dengan cara-caranya.Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggelarinya dengan sebutan “mujahid” atau “mati syahid”.
Baca selebihnya »

September 25, 2009 Ditulis oleh Diqra al Garuti | bantahan, manhaj | | & Komentar

Hukum PEMILU dan Bagaimana Menyikapinya?

Assalamu ‘alaikum, ustadz.
Alhamdulillah, Allohuma sholi ‘ala muhammad wa ‘ala aliihi wa shohbihi ajma’in.

Ana mau tanya tentang Pemilu, sebenarnya bagaimana kita mensikapinya?
Apa hukumnya?

Jazakallohu khoir.
Wassalamu ‘alaikum.

Abu Abdurrouf
Alamat: Gamping, Sleman, DIY
Email: pamukojo***@yahoo.com

Ustadz Kholid Menjawab:
Untuk menjawab pertanyaan ini dan semisalnya, kami bawakan saja fatwa Syaikh Abdulmalik Ramadhani dalam wawancara beliau dengan al-Akh Abdullah Taslim berikut ini:
Tanya (Abdullah bin Taslim): Sehubungan dengan Pemilu untuk memilih presiden yang sebentar lagi akan diadakan di Indonesia, dimana Majelis Ulama Indonesia mewajibkan masyarakat Indonesia untuk memilih dan mengharamkan golput, bagaimana sikap kaum muslimin dalam menghadapi masalah ini?

Syaikh Abdul Malik:
Segala puji bagi Allah, serta salawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang setia mengikuti jalannya, amma ba’du:
Saat ini mayoritas negara-negara Islam menghadapi cobaan (berat) dalam memilih pemimpin (kepala negara) mereka melalui cara pemilihan umum, yang ini merupakan (penerapan) sistem demokrasi yang sudah dikenal. Padahal terdapat perbedaan yang sangat jauh antara sistem demokrasi dan (syariat) Islam (dalam memilih pemimpin), yang ini dijelaskan oleh banyak ulama (ahlus sunnah wal jama’ah). Untuk penjelasan masalah ini, saudara-saudaraku (sesama ahlus sunnah) bisa merujuk kepada sebuah kitab ringkas yang ditulis oleh seorang ulama besar dan mulia, yaitu kitab “al-’Adlu fil Islaam wa laisa fi dimokratiyyah al maz’uumah” (Keadilan yang hakiki ada pada syariat Islam dan bukan pada sistem demokrasi yang dielu-elukan), tulisan guru kami syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-’Abbaad al-Badr –semoga Allah menjaga beliau dan memanjangkan umur beliau dalam ketaatan kepada-Nya –.
‘Ala kulli hal, pemilihan umum dalam sistem demokrasi telah diketahui, yaitu dilakukan dengan cara seorang muslim atau kafir memilih seseorang atau beberapa orang tertentu (sebagai calon presiden). Semua perempuan dan laki-laki juga ikut memilih, tanpa mempertimbangkan/membedakan orang yang banyak berbuat maksiat atau orang shaleh yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca selebihnya »

Mei 14, 2009 Ditulis oleh Diqra al Garuti | bantahan, manhaj | | No Comments Yet

Pelajaran dari Palestina

Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha penyayang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Amma Ba’du

Sesungguhnya kejadian yang menimpa saudara-saudara kita sesama muslim di Gaza berupa pembunuhan, penghancuran, serta penjajahan atas mereka yang dilakukan oleh kaum Yahudi terlaknat, tentu dirasakan pedih dan sakit oleh setiap mukmin dan membuat hati mereka teriris.

Ya Allah, alangkah murah dan sepele darah kaum muslimin [di mata mereka].

Maha suci Allah, betapa menyakitkan gambaran mayat-mayat [orang-orang tak bersalah itu] di dalam hati orang-orang yang beriman. Alangkah banyak nyawa yang telah melayang, darah yang tertumpahkan, kaum wanita yang ternodai [kehormatannya], dan begitu banyak rumah-rumah yang dihancurkan.

Sesungguhnya kejahatan-kejahatan Yahudi di negeri Palestina yang terampas itu bukan perkara yang aneh dilakukan oleh orang-orang semacam mereka (baca: Yahudi). Lebih parah daripada itu, mereka adalah kaum yang berani mencela dan mengejek al-Bari (Allah) Yang Maha suci. Sebagaimana yang difirmankan oleh-Nya (yang artinya), “Orang-orang Yahudi berkata; ‘Tangan Allah terbelenggu’. Justru tangan-tangan mereka itulah yang terbelenggu dan mereka dilaknat akibat ucapan yang mereka lontarkan. Bahkan, kedua tangan Allah itu terbentang, Dia akan memberi bagaimanapun yang dia suka.” (QS. al-Maa’idah [5]: 64)

Mereka adalah para pembunuh nabi-nabi Allah. Allah ta’ala berfirman Baca selebihnya »

Januari 7, 2009 Ditulis oleh Diqra al Garuti | bantahan, manhaj | | & Komentar

Jangan Gampang Memvonis Mati Syahid ! (tanggapan pasca eksekusi mati Amrozy cs- semoga Alloh mengampuninya-)

Eksekusi ‘Syahid’?

Pelaksanaan eksekusi pada hari Ahad dini hari tanggal 9 November 2008 M atas tiga aktor bom Bali I, Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas, mengundang perhatian banyak kalangan dari seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya nasional bahkan internasional. Hal inilah yang mengundang mereka berkomentar, baik atas pelaksanaan eksekusi tersebut maupun atas kematian mereka dengan eksekusi itu, kontroversipun terjadi, sebagian pihak menyanjung mereka, sebagian pihak membenarkan hukuman eksekusi tersebut, sementara yang lain menentangnya. Kontroversi semacam ini terjadi karena masing-masing menilai dari sudut pandang yang berbeda, sehingga wajar saja kalau mereka berselisih pendapat, karena dasar berpendapatnya saja berbeda.

Sayang, tak sedikit dari umat Islam dengan status sosial yang berbeda-beda, turut pula ramai-ramai ikut andil berkomentar dalam peristiwa ini. Mereka tidak memandangnya dari sudut pandang ajaran Islam yang murni, bahkan cenderung menggunakan perasaan, apakah dengan perasaan kasihan, atau sebaliknya semata-mata dengan perasaan benci dan marah, sehingga muncullah hasil yang berbeda karena berlandaskan perasaan yang berbeda. Sebagian lagi membubui penilaiannya dengan pengetahuan tentang ajaran Islam yang minim dan yang sudah tercampur dengan gaya berpikirnya para korban eksekusi, sehingga tak segan-segan memastikan mereka sebagai syahid, pahlawan, pasti senang di surga, di sorga dibawa oleh burung hijau, disambut para bidadari dan pujian-pujian semacam itu.

Tak pelak lagi, kejadian-kejadian paska pelaksanaan sampai pada penguburan-pun dikait-kaitan dengan vonis ‘kebahagiaan’ di atas, ada yang bilang bahwa jenazahnya wangi, mukanya tersenyum, cuaca mendadak menjadi mendung, disambut burung belibis hitam – yang diartikan bidadari menjelang penguburan pertanda jenazah mereka diterima Allah – dan hal-hal semacam itu. Bahkan lebih parah, sebelum pelaksanaan eksekusi pun sudah dikomentari bahwa mereka bakal dapat bidadari. Subhanallah…

Sekilas saya membaca komentar-komentar semacam itu, membuat saya terpanggil untuk menulis makalah ini, tak lain tujuannya adalah untuk berupaya meluruskan cara berpikir kaum muslimin sehingga tidak bermudah-mudahan untuk mengeluarkan vonis positif atau negatif, terlebih dalam urusan semacam ini yang lebih sarat dengan urusan ghaib, urusan akhirat yang hanya di sisi Allah Ta’ala sajalah pengetahuannya.
Baca selebihnya »

November 27, 2008 Ditulis oleh Diqra al Garuti | bantahan, dasar islam, manhaj | | No Comments Yet

Bagai Menggenggam Bara Api…

Penulis: Al Ustadz Abu Hamzah al Atsary.

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Imam asy Syafi’i, “Wahai Abu Abdillah, manakah yang lebih baik bagi seseorang dibiarkan atau diuji?” Al Imam asy Syafi’i menjawab, “Tidak mungkin seseorang itu dibiarkan hingga ia diuji, sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menguji Nabi Nuh, Ibrohim, Musa, ‘Isa, dan Nabi Muhammad sholawatullah ‘alaihim ajma’in. Maka tatkala mereka bersabar, Allah mengokohkan mereka. Tidak boleh seorang pun mengira akan lepas dari kesusahan.”

Al Allamah Ibnul Qoyyim mengatakan, “Ujian merupakan suatu keharusan yang menimpa manusia dan tidak ada seorang pun yang dapat mengelak darinya, oleh karenanya Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam Al Qur’an tentang keharusannya menguji manusia…” (Madarijus Salikin 2/283).

Baca selebihnya »

Oktober 30, 2008 Ditulis oleh Diqra al Garuti | dasar islam, manhaj | | No Comments Yet

Ilmu

Ketahuilah saudaraku semoga Allah merahmati kalian bahwa Allah memerintah NabiNya untuk meminta tambahan ilmu.

’n?»yètGsù ª!$# à7Î=yJø9$# ‘,ysø9$# 3 Ÿwur ö@yf÷ès? Èb#uäöà)ø9$$Î/ `ÏB È@ö6s% br& #Ó|Óø)ムšø‹s9Î) ¼çmã‹ômur ( @è%ur Éb>§‘ ’ÎT÷ŠÎ— $VJù=Ïã ÇÊÊÍÈ

Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thoohaa : 114)

Saudaraku sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengangkat derajat orang ahli ilmu. Dalilnya :

$pkš‰r¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? †Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râ“à±S$# (#râ“à±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_u‘yŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujaadilah : 11)

Ketahuilah saudaraku bahwa yang dimaksud ilmu pada pembahasan ini tidak lain adalah ilmu yang sangat agung yaitu ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang banyak diterangkan dalam dalil-dalil Quran dan Sunnah (yang shohih) dimana didalamnya banyak sekali terdapat pujian dan keutamaannya. Diantara sebagian dalilnya adalah : Baca selebihnya »

Agustus 14, 2008 Ditulis oleh Diqra al Garuti | dasar islam, manhaj | | 1 Komentar

MANHAJ AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH TERHADAP PENGUASA

Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh.

Risalah ini kupersembahkan untuk saudara-saudara muslimku yang saat ini berniat baik ingin menegakkan kebenaran dan keadilan dengan semangat yang tinggi dan niat yang ikhlas karena Allah namun tidak disadari bahwa dia ternyata jalannya tidak sesuai dengan yang diinginkan Allah dan Rosulnya Sholallahu ‘alaihi wa sallam. Terkhususkan bagi saudaraku yang suka berdemo-demo, suka berhadapan gontrok-gontrokkan bertarung dengan penguasa, suka menyegel tempat orang-orang melakukan bisnis ekonomi, suka memberikan fatwa haram terhadap suatu produk dengan mengikuti (yang katanya) ulama tapi yang Suu (jahat), padahal Allah dan rosulnya ‘Alaihi Shollatu wassalam tidak mengharamkan produk tersebut (mana yang ingin dipilih??), dan juga untuk ornag-orang yang suka merusak/ melakukan bom bunuh diri dengan dalil amar ma’ruf Nahi Mungkar/ Jihad. Terimalah nasihatku wahai saudara-saudaraku dari saudara muslimmu As Salafiyyun Ahlussunnah wal Jama’ah/ At Taifah Al Manshuroh yang ingin selalu menegakkan Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman Salafushsholih (shahabat Nabi), yang mana kita tidak boleh memahami/menafsirkan Qur’an dan Sunnah sesuai Ra’yu kita apalagi hawa nafsu kita, itulah yang menjadikan mereka tersesat atau keluar dari garis Ahlussunnah wal Jama’ah.

Mungkinkah kita ingin menegakkan Khilafah Islamiyyah/ ingin menghentikan kejahatan namun jalannya tidak sesuai dengan Qur’an dan Sunnah/ Bid’ah?? Renungkanlah yaa Akhi Fiddiin. Awas paham Khowarij menjangkiti harokah Islamiyyah. Jangan kita minder dengan bacaan Quran mereka dengan banyaknya sholat mereka dengan banyaknya puasa mereka jika ternyata manhajnya adalah manhaj Khowarij yang mana Sabda Nabi Khowarij itu adalah Anjing-anjing neraka walaupun banyaknya ibadah mereka. Semoga tulisan ini bermanfaat. Dari yang mengaharapkan Wajah Allah. –Ibn Shidar As salafi- Baca selebihnya »

Agustus 31, 2007 Ditulis oleh Diqra al Garuti | manhaj | | & Komentar