Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Ilmu

Ketahuilah saudaraku semoga Allah merahmati kalian bahwa Allah memerintah NabiNya untuk meminta tambahan ilmu.

’n?»yètGsù ª!$# à7Î=yJø9$# ‘,ysø9$# 3 Ÿwur ö@yf÷ès? Èb#uäöà)ø9$$Î/ `ÏB È@ö6s% br& #Ó|Óø)ムšø‹s9Î) ¼çmã‹ômur ( @è%ur Éb>§‘ ’ÎT÷ŠÎ— $VJù=Ïã ÇÊÊÍÈ

Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thoohaa : 114)

Saudaraku sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengangkat derajat orang ahli ilmu. Dalilnya :

$pkš‰r¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? †Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râ“à±S$# (#râ“à±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_u‘yŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujaadilah : 11)

Ketahuilah saudaraku bahwa yang dimaksud ilmu pada pembahasan ini tidak lain adalah ilmu yang sangat agung yaitu ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang banyak diterangkan dalam dalil-dalil Quran dan Sunnah (yang shohih) dimana didalamnya banyak sekali terdapat pujian dan keutamaannya. Diantara sebagian dalilnya adalah :

tbqßJn=ôètƒ #\Îg»sß z`ÏiB Ío4quŠptø:$# $u‹÷R‘‰9$# öNèdur Ç`tã ÍotÅzFy$# ö/ãf tbqè=Ïÿ»xî ÇÐÈ

mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. (QS. Ar-Ruum : 7)

Imam Hasan Al-Bashri Rohimahulloh berkata : “Demi Alloh sampai-sampai salah seorang dari mereka membalik-balikan dirham diatas kukunya, lalu mengabarkan berat timbangannya kepadamu akan tetapi mereka tidak becus sholatnya”. (Tafsir Qur’an Azhim 3/399)

Ikhwan Fillah perhatikan persaksian Alloh untuk orang yang berilmu dengan dalil ini :

y‰Îgx© ª!$# ¼çm¯Rr& Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd èps3Í´¯»n=yJø9$#ur (#qä9ré&ur ÉOù=Ïèø9$# $JJͬ!$s% ÅÝó¡É)ø9$$Î/ 4 Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd Ⓝ͖yêø9$# ÞOŠÅ6yÛø9$# ÇÊÑÈ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Imron : 18)

Saudaraku ambillah nikmat Allah yang paling mulia

Ÿwöqs9ur ã@ôÒsù «!$# y7ø‹n=tã ¼çmçGuH÷qu‘ur M£Jolm; ×pxÿͬ!$©Û óOßg÷YÏiB cr& x8q=ÅÒム$tBur šcq=ÅÒムHwÎ) öNåk|¦àÿRr& ( $tBur štRr•ŽÛØo„ `ÏB &äóÓx« 4 tAt“Rr&ur ª!$# šø‹n=tã |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur šyJ©=tãur $tB öNs9 `ä3s? ãNn=÷ès? 4 šc%x.ur ã@ôÒsù «!$# y7ø‹n=tã $VJŠÏàtã ÇÊÊÌÈ

Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab dan Hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. (QS. An-Nisa : 113).

Jika anda tahu semua tentang keutamaan ilmu ketahuilah saudaraku bahwa Ingatlah saudaraku yang sedang berjuang di jalan Allah bahwa Orang bodoh dan berilmu tidak sama seperti halnya orang kafir beda dengan orang muslim. Dalilnya. :

ô`¨Br& uqèd ìMÏZ»s% uä!$tR#uä È@ø‹©9$# #Y‰É`$y™ $VJͬ!$s%ur â‘x‹øts† notÅzFy$# (#qã_ötƒur spuH÷qu‘ ¾ÏmÎn/u‘ 3 ö@è% ö@yd “ÈqtGó¡o„ tûïÏ%©!$# tbqçHs>ôètƒ tûïÏ%©!$#ur Ÿw tbqßJn=ôètƒ 3 $yJ¯RÎ) ㍩.x‹tGtƒ (#qä9ré& É=»t7ø9F{$# ÇÒÈ

(apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar :9)

Ÿw ü“ÈqtGó¡o„ Ü=»ptõ¾r& ͑$¨Z9$# Ü=»ptõ¾r&ur Ïp¨Yyfø9$# 4 Ü=»ysô¹r& Ïp¨Yyfø9$# ãNèd tbrâ“ͬ!$xÿø9$# ÇËÉÈ

tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah Itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr : 20)

Saudaraku dari Hadis Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam pun banyak yang membicarakan tentang keutamaan ilmu diantara dalilnya :

Muawiyah Rhodiallohu’anhu berkata : Rosululloh Sholallohu’alaihi wa Sallam bersabda : Barnga siapa yang dikehendaki oleh Allah akan mendapat kebaikan, maka dipandaikan dalam agama (HR. Bukhori Muslim)

Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka akan Alloh mudahkan jalannya menuju surga (HR. Muslim 2699,Abu Dawud 3643, Tirmidzi 2646, Ibnu Majah 225, Darimi 1/99)

Dari Abu Huroiroh bahwasanya ia mendengar Rosululloh bersabda : “Barangsiapa yang masuk masjid kami untuk belajar atau mengajarkan kebaikan maka ia seperti seorang mujahid di jalan Allah dan barangsiapa masuk masjid untuk selain itu, maka ia seperti yang melihat perhiasan orang lain. (HR. Ibnu Majah 227, Ahmad2/350, Hakim 1/91, Ibnu Hibban 87, Ibnu Abi Syaibah 12/209. Dishohihkan oleh Al-Albani dalam Shohih Targhib 1/146)

Ikhwan fillah inilah atsar-atsar salaf (pendahulu kita yang solih-solih dari para kalangan Sahabat, Tabi’in dan Tabiut Tabiin oleh karena itu kita wajib menisbatkan diri kepada pemahaman mereka atau menisbahkan diri kepada “salafi” dengan banyak dalil-dalil yang menguatkannya –insya Allah ada pembahasan khusus tentang ini jika dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla) tentang ilmu

Berkata Muhammad bin Idris (Imam Syafii) Rohimahulloh : “Tidak ada satupun yang lebih utama setelah menunaikan kewajiban selain menuntut ilmu.”(Miftah Darr Sa’adah 1/391).

Berkata Ibnu Abdil Barr Rohimahulloh :”Dan goresan pena-pena mereka lebih suci dan lebih utama dari darah syuhada, wahai penuntut ilmu Nabi tidaklah kalian sama dengan yang lain” (Jami’ Bayan Ilmi, 1/31)

Berkata Imam Ahmad Rohimahulloh : “Manusia lebih butuh ilmu dari pada makan dan minum, karena seseorang butuh makan dan minum sekali atau dua kali dalam sehari, tetapi kebutuhannya terhadap ilmu sepanjang hayatnya”. (Madarijuss Salikin 2/490).

Saudaraku termasuk dari kejelekan sebagian umat muslim dalam beragama adalah taqlid atau fanatisme buta terhadap golongan, partai dan Mazhabnya yang akan memecah belah persaudaraan kita benarkah para imam kita dahulu mengajarkan seperti itu?Apakah seperti itu prinsip Ahlussunnah?.Akhi inilah dia ucapan-ucapan salaf Ahlussunnah wal Jamaah tentang komitmen dan tunduknya mereka terhadap Ilmu (Quran dan Sunnah)

Berkata Imam Mahzhab yang pertama Nu’man bin Tsabit (Imam Abu Hanifah) : “Kalau saya mengemukakan suatu pendapat yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadis Rosululloh Sholallohu’alaihi wa sallam tinggalkanlah pendapatku itu”.

Berkata Imam Malik bin Anas : “Saya hanyalah seorang manusia, terkadang salah, terkadang benar. Oleh karena itu, telitilah pendapatku. Bila sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, ambillah; dan bila tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, tinggalkanlah.”

Berkata Imam Syafi’i : “Bila suatu masalah ada Haditsnya yang sah dari Rosululloh Sholallohu’alihi wa sallam menurut kalangan ahli Hadits, tetapi pendapatku menyalahinya, pasti aku akan mencabutnya, baik selama aku hidup maupun setelah aku mati”.

Berkata Imam Ahmad bin Hambal : “Janganlah engkau taqlid kepadaku atau kepada Malik, Syafi’i, Auza’i, dan Tsauri, tetapi ambillah dari sumber mereka mengambil.”

Oleh karena itu saudaraku untuk menjaga hati dan untuk kebaikan pemahaman kita tentang Islam yang akan dimintai tanggungjawabnya dihadapan Allah kelak hendaklah kita selektif dalam menuntut ilmu. Carilah guru yang bertauhid yang benar bisa mengajarkan kita Qur’an dan Sunnah dengan benar sesuai pemahaman generasi salaf. Karena Guru atau sanad adalah termasuk agama perhatikan ucapan Ibnu Sirrin berikut ini :

Sesungguhnya ilmu itu adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”(diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqodimah Kitab Shohihnya 1/14).

Saudaraku seagama ternyata saudari kita pun juga tidak ada cela dalam menuntut Ilmu Dien dalilnya kisah salaf berikut ini :

Dari Abu Sa’id al-Khudri Rodhiallohu’anhu menceritakan bahwa sejumlah wanita berkata kepada Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam :”Kaum lelaki lebih banyak bergaul denganmu daripada kami, maka jadikanlah suatu hari untuk kami.”Nabi Sholallohu’alaihi wa Sallam menjanjikan kepada mereka suatu hari untuk bertemu dengan mereka guna menasehati dan memerintah mereka. Diantara sabda beliau saat itu : “Tidak ada seorang wanita pun yang ditinggal mati oleh tiga anaknya kecuali akan menjadi penghalang baginya dari neraka.” Seorang wanita bertanya :”Bagaimana kalau hanya dua?” Nabi Sholallohu’alaihi wa Sallam menjawab : “Sekalipun hanya dua.” (HR.Bukhori:101)

Ikhwan Fillah sebagai penutup jika kalian tahu banyaknya faidah ilmu maka ketahuilah bahwa ilmu itu harus dijaga dan diikat salah satunya adalah dengan tulisan. Perhatikanlah nasihat Imam Syafii Rohimahulloh berikut ini :

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja…

(Diwan Syafi’i hal. 103.)

Wallohu A’lam Bishshowab. Semoga bermanfaat dan Allah menerima amal ibadah kita semuanya.. Amin..

Subhaanaka Allohumma wa bihamdika Asyhaaduallaa Ilaaha illaa Anta Astaghfiruuka watuubuilaik…

Yang Faqir terhadap ampunan Robbnya

Diqra Abu Salman Asy-Syafii As-Salafy

Maroji :

1. Riadhush sholihin, Imam Nawawi Asy-Syafi’i

2. Sifat Sholat Nabi Sholallohu’alaihi wa Sallam, Muhammad Nashiruddin Al-Albani

3. Majalah Al-Furqon edisi 3 tahun IV

4. Majalah Al-Furqon edisi 6 tahun VI

5. Majalah Al-Furqon edisi 3 tahun IV

Agustus 14, 2008 - Posted by | dasar islam, manhaj

1 Komentar »

  1. Akhy, Tulisan arabnya kacau “tidak bisa dibaca” mohon dikoreksi dan diperbaiki..

    afwan akh ana copy paste dari tulisan word pakai myquran in word eh ternyata pas di taruh di wordpress jd ga kebaca.dan ana blm ktemu tools yg mudah untuk menukil ayat qur’an di wordpress sperti halnya di word (kira-kira ada yg tahu tidak?).jadi maklum saja akan kekurangan ana.

    disamping itu tulisan ana jd ada yg besar.jd ga enak dibacanya…

    afwan jiddan

    Barokalloh fiyk

    Komentar oleh Ahmad Abu Yusuf | Oktober 27, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: