Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

POLIGAMI, TAKUT ISTRI?

MAU POLIGAMI, TAPI TAKUT ISTRI?
Syaikh Saleh As-Suhaimi hafizhahullah ditanya dengan pertanyaan berikut:
Apakah boleh saya menikah yang kedua kali tanpa sepengetahuan yang pertama,karena yang pertama tidak ridha?
Syaikh menjawab:
“Mengapa -hai penakut- mengapa?

Kebanyakan kita penakut dalam urusan ini,kalian tidak mengabarkan istri melainkan mereka tidak menerima sampai besipun bermain?
(sambil beliau tertawa)
Wahai ikhwan,istri pertama tidak punya hak untuk mencegah kamu atau menghalangi kamu untuk menikah lagi.tapi engkau yang melihat dirimu,jika engkau seorang lelaki yang merasa punya kemampuan untuk berbuat adil,dan hatimu kuat,engkau bias bersabar dari apa yang engkau dengar dan tidak peduli dengan banyaknya pembicaraan orang,dan bersungguh-sungguh untuk berbuat adil maka lakukan.
Adapun jika ada persangkaan kuat pada dirimu bahwa engkau terlalu condong kepada salah satunya dan engkau berbuat zalim,maka jangan engkau melakukannya.Saya mengira bahwa jika permasalahhannya sampai pada tingkat kamu takut jika engkau mengabarkannya,maka ini hal yang sangat berbahaya.
Iya,hendaknya engkau berlemah lembut kepadanya,dan menyampaikan hal-hal sebagai pendahuluan,yaitu kamu berusaha untuk menenangkan suasana dengannya,dan menyenangkannya dengan sesuatu dari harta,atau kelembutan,menyenangkannya dengan satu pemberian.Kemudian kalau ternyata ditakdirkan bahwa dia tetap tidak menyetujuinya,maka bukan keharusan menunggu persetujuannya,dan hidupkan sunnah ini.
Wanita-wanita kaum mukminin banyak yang duduk di rumah-rumah mereka menjadi perawan tua, di sebagian rumah ada 10 wanita, diantara mereka sudah berumur 40 hingga 50 tahun,dalam keadaan belum menikah. Kita telah ikut-ikutan dengan barat,dan selalu mendengarkan berbagai acara sinetron rendahan,dan semua sinetron itu rendah,yang berusaha mengotori nilai pernikahan,poligami dan seterusnya.Allah Azza wajalla berfirman:
+فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع”
“nikahilah wanita yang baik untuk kalian dua,tiga dan empat”.
Allah Ta’ala memulai dengan penyebutan dua.Oleh karenanya,saya mengingat Syaikh kami Bin Baaz rahimahullah –dan Beliau ada pendahulunya dalam hal ini- berkata:
“sesungguhnya hukum asal (pernikahan) adalah berpoligami.Dan boleh tidak berpoligami jika takut tidak mampu berbuat adil saja.”
(dari kaset yang ditranskrip pada salah satu Tanya jawab beliau,yang rekaman ini dari situs : http://sahab.net/forums/showthread.php?t=370605
Diterjemahkan oleh: Abu Karimah Askari bin Jamaal,pada tanggal 18 Sya’ban 1430)

berikut dalam bahasa Arab:

السؤال: هل يجوز لي الزواج بالثانية بدون أن تعلم الأولى لأن الأولى لن ترضى؟

الجواب:

ليش يا خواف ليش؟ أكثرنا جبناء في هذه المسألة ,لا تخبرون النساء بعدين ما يقبلن حتى الحديد,

(ثم ضحك الشيخ)

يا إخوتاه ليس للمرأة الأولى حق في أن تمنعك أو تحول بينك وبين الزواج, ولكن أنت اختبر نفسك إن كنت رجلا تجد في نفسك القدرة على العدل وقلبك قوي وتتحمل ما تسمع وتغض الطرف عن كثير من الكلام وتجتهد أولا في العدل فأقدم.

وأما إن كان يغلب على ظنك أنك ستميل كل الميل وأنك ستحيف فلا تقدم .أنا أظن إذا وصلت المسألة إلى أنك تخشى إن أخبرتها فالأمر في غاية الخطورة .

نعم,عليك أن تتلطف معها وتجعل مقدمات يعني تجتهد في تلطيف الجو معها وتراضيها بشيء من المال وبشيء من اللين وبشيء من العطاء ثم لو قدر أنها أصرت أنها لا يمكن أن توافق على ذلك فلست ملزما بموافقتها ,وأحي هذه السنة ,نساء المؤمنين جالسات في البيوت عوانس ,بعض البيوت فيها عشر نسوة منهن من بلغت الأربعين والخمسين ولم تتزوج ونحن قلدنا الغرب وأصبحنا نسمع التمثيليات الهابطة وكل التمثيليات هابطة التي تشوه سمعة الزواج والتعدد وما إلى ذلك.والله عز وجل يقول:

+فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع” بدأ بالتثنية .

ولذلك أذكر أن شيخنا ابن باز رحمه الله وله سلف في هذا يقول: إن الأصل هو التعدد وعدم التعدد عند الخوف من عدم العدل فقط

(شريط مفرغ من شبكة سحاب السلفية غرفة: المنبر الإسلامي)

sumber : http://ibnulqoyyim.com/index.php?option=com_content&task=view&id=73&Itemid=2

September 29, 2009 - Posted by | bantahan, dasar islam, fiqh, manhaj

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: