Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Hanya Ulama Yang Berhak Berbicara Masalah Fitnah

Pertanyaan :

كيف نفرق بين السكوت عن الفتن المذموم وبين عدم الخوض فيها المحمود؟

Bagaimana cara kita membedakan antara tercelanya bersikap diam terhadap fitnah dengan terpujinya sikap tidak menceburkan diri ke dalam fitnah?

Jawaban :

Al-‘Allâmah Shâlih Fauzân al-Fauzân menjawab :

الفتن لا يتكلم فيها الا أهل العلم والبصيرة، ما الكل يتكلم فيها. إذا تكلم الجهال في الفتن زادت الفتن؛ أما إذا تكلم العلماء فيها وبينوها فإنها تطفأ بإذن الله. فالفتن ما يتكلم فيها كل أحد وإنما يتكلم فيها أهل العلم وأهل البصيرة الذين يعرفون الحق من الباطل ويعرفون كيف يتكلمون. ما يخوض كل واحد في الفتن ويتكلم ويفتي ويقول .. نعم

Tidak ada seorang pun yang berhak berbicara masalah fitnah kecuali hanya ulama dan ahli bashiroh. Tidak setiap orang boleh berbicara tentangnya. Apabila orang jâhil (bodoh) ikut berbicara masalah fitnah, maka akan malah semakin menambah fitnah.  Adapun jika yang berbicara dan menjelaskannya adalah para ulama, maka hal ini sesungguhnya dapat memadamkan fitnah tersebut dengan izin Alloh.

Jadi, masalah fitnah, tidak boleh setiap orang berbicara tentangnya. Yang boleh hanyalah ahli ilmu dan bashiroh, yang mana mereka dapat mengetahui kebenaran dari kebatilan, dan mengetahui bagaimana seharusnya mereka berbicara. Tidak boleh setiap orang menceburkan diri, berbicara, berfatwa dan berpendapat tentang masalah fitnah… iya

 

sumber : http://abusalma.net/?p=1166

Januari 27, 2011 - Posted by | bantahan, dasar islam

3 Komentar »

  1. jika yang kalian anggap ulama bungkam, dan para ulama yg berbicara tentang keadaan dunia kalian anggap khawarij, . .
    lantas apa yg bisa dilakukan?

    admin:
    afwah akh kapan kita pernah berbuat seperti itu terhadap ulama
    dan ulama mana yang bungkam?
    tolong diperjelas..

    Komentar oleh aswaja | Juni 2, 2011 | Balas

  2. jika yang kalian anggap ulama bungkam, dan para ulama yg berbicara tentang keadaan dunia kalian anggap khawarij, . .
    lantas apa yg bisa dilakukan??

    admin:
    afwah akh kapan kita pernah berbuat seperti itu terhadap ulama
    dan ulama mana yang bungkam?
    tolong diperjelas..

    Komentar oleh aswaja | Juni 2, 2011 | Balas

  3. janganlah kta memakai kc mata kuda dlm bljr mslh agama,mari kta gali sumber dari ragam ulama yg sahih dn dari lingkup aswaja apapun dia,karna diindonesia bnyk ulama2 yg mendunia,dibelahan dunia indonesia adlh pemeluk islam terbesar tentu jasa para wali yg tutwuri handayani mengajarkan islam,jk pake radikalisme tentu tak laku islam di indonesia,intinya skg kta tdk usah menyalahkan sdr2 kta yg punya ragam amlan,tpi bgmn sdr kta yg blm sholat supaya mau sholat,agr energi kta tak hbs u debat yg tnpa ujung,cbalh berlapang dada. timur tengah sdh hancur oleh rekadaya israel dn amrik,,tnggl iran satu2nya yg maju tehnologinya kta akui sj,dn jk kta terpetak petak akan jd sasaran thogut dn zionis selanjutnya……camkan sdrku,sementara negara2 arab yg ada diketiak amrik aman2 sj
    admin
    dan tentunya ulama-ulama pun bukan cuma di Indonesia
    jika penyebaran Islam dulu lewat budaya karena banyak yang paganisme ketika itu, sehingga untuk memasukkan kaum hindu ke pangkuan agama Islam maelalui jalur budaya..apakah sekarang kaum muslimin tidak mau kembali ke agamanya yang benar??dengan cara meninggalkan budaya2 yang tidak sesuai Syariat Islam, toh kaum muslimin pun sekarang sudah mayoritas di Indonesia, lagian orang hindu aja mau ketika itu masa sih orang Islam ga mau saat ini,,
    Iran bukan negara aswaja tapi nnegara Syiah bekingan Zionis Yahudi dan negara dengan banyak penduduk/ warga yahudinya.. ya terang aja aman.. anda bakalan susah tuh solat jumat disana (seperti pengakuan pak Dahlan Iskan). banyak deh kalo mau cerita kebobrokan Syiah/ Iran dan kebagusan Saudi..sebgai contohnya ada gak di dunia ini yang menjalankan hukum Islam selain di negara Saudi

    Komentar oleh inul ukhuwwah | Januari 4, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: