Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Kisah safarnya Imam Syafi’i ke Imam Ahmad Rahimahumallah

Diriwayatkan tentang Imam Syafi’i bahwa beliau bertamu kepada Imam Ahmad pada suatu malam, lalu makan malam dihidangkan kepadanya, lalu Imam Syafi’i makan. Kemudian dua orang ini berpisah menuju tempat tidurnya masing-masing. Malam itu Imam Syafi’i tidak tidur, tetapi dia berfikir untuk mengambil hukum-hukum dari sebuah hadits, yaitu sabda Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam :

“Yaa Aba ‘Umair maa fa’ala Annughair? ” (“wahai Abu ‘Umair, apa yang sedang dikerjakan oleh Nughair?”) (HR. al-Bukhari, kitab al-Adab bab al-Inbisaathu ilan Naas.)

Abu ‘Umair mempunyai seekor burung kecil yang diberi nama Nughair, lalu burung nya mati, maka sedihlah anak ini. Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang senang bercanda dengan anak-anak dan berbicara dengan setiap orang dengan pembicaraan yang layak dengannya. Semalam itu Imam Syafi’i beristinbath (mengambil hukum) dari hadis ini, dan dikatakan bahwa dari hadis ini beliau bisa mengambil lebih dari seribu faedah, dan barangkali seusai mengambil faedah dari hadis ini beliau melanjutkan memikirkan hadis lainnya, demikianlah seterusnya hingga akhir malam. Ketika adzan Shubuh dikumandangkan , shalatlah Imam Syafi’i tanpa berwudhu’ lagi lalu kembali kerumahnya. Imam Ahmad sering memuji Imam Syafi’i di tengah keluarganya, lalu merekapun bertanya. “Wahai Abu ‘Abdillah, bagaimana engkau memuji orang seperti ini yang makan dan minum, tidur tanpa shalat malam dan shalat shubuh tanpa berwudhu’?” Lalu hal itu ditanyakan kepada Imam Syafi’i, maka beliau menjawab, “Adapun kemarin, saya makan banyak hingga menghabiskan makanan yang ada di wadah karena saya tidak pernah mendapati makanan yang lebih baik dari makanan Imam Ahmad, maka saya ingin memenuhi perut saya dengan makanan seperti ini. Adapun tadi malam saya tidak melakukan shalat malam, karena ilmu itu lebih utama dari shalat malam. Tadi malam saya berfikir tentang hadis ini. Adapun saya tidak berwudhu’ untuk shalat Shubuh karena saya masih mempunyai wudhu’ sejak shalat ‘Isya’.” Allah tidak suka menyulitkan manusia dengan air wudhu’.

 

sumber = Panduan lengkap Menuntut Ilmu disertai 119 tanya jawab Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin pustaka Ibnu Katsir hal 70

Agustus 13, 2011 - Posted by | dasar islam, pemurnian sejarah, rileks sejenak, tazkiyatun nufus

1 Komentar »

  1. aku suka sekali dngn sejarah 2 , islam

    Komentar oleh zusa al-julaqhi | Maret 3, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: