Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Kisah Attitude (tidak tahu benar tidaknya dan ada catatan terkait wanita karir yang seharusnya wanita di rumah kecuali dengan sebab tertentu)

Suatu pagi, seorang wanita berusia 40-an, penampilan menarik, membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.
Karena masih sepi, mereka duduk di taman samping gedung sambil menikmati camilan, seraya menikmari hamparan rumput hijau nan asri.

Selesai makan, dg santai si wanita membuang tisu bekas pakainya sembarangan.
Tak jauh dari situ, ada seorang bapak tua berpakaian rapih sederhana memegang gunting untuk memotong ranting.

Dengan menatap tajam, bapak tua itu menghampirinya, memungut sampah tisu dan membuangnya ke tempat sampah.

Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang bekas makanan tanpa rasa sungkan. Lagi-lagi bapaj tua itu dg sabar memungut dan membuang ke tempat sampah.
Sambil menunjuk ke arah bapak tua, si wanita itu lantang berkata ke anaknya, ”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dg benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu. Kerjanya mungutin dan buang sampah! Jelas, ya?”

Bapak tua dg tenang meletakkan gunting dan menyapa wanita itu,“Permisi, ini adalah taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk ke sini?”

Wanita itu dengan sombong menjawab,“Saya? Oh.., saya adalah calon manager logistik yang dipanggil oleh perusahaan ini.”
Di waktu yang bersamaan, seorang pria muda dg sikap sopan dan hormat menghampiri mereka sambil berkata,”Pak Presdir.., mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan dimulai.”

Bapak tua mengangguk.

Lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita di situ, dia berkata tegas,“Manager, tolong untuk wanita ini, saya tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.”

Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat,“Siap Pak Presdir, sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok, bapak tua mengulurkan tangan sambil membelai kepala si anak yang sejak tadi memperhatikannya, “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati setiap orang, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah sekalipun.

Mei 29, 2016 - Posted by | Adab, Parenting, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: