Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Pembahasan hadits 70 ribu bag. 6 Kayy penyembuhan dengan api

✨✨KAJIAN TAUHID✨✨
⚡Kriteria orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab
Pasal 2⃣ “Tidak meminta di Kayy”
📝 Kay adalah metode pengobatan dengan cara penempelan besi yang dipanaskan pada luka, dan salah satu bentuk pengobatan yang manjur.
📎Mereka tidak minta kepada orang lain untuk mengkay sebagaimana mereka tidak minta diruqyah. Mereka menerima qadha’ dan menikmati musibah yang menimpa mereka.
🌾Syaikh Abdurrahman bin Hasan Ali Syaikh berkata: “Sabda Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam (لاَ يَكْتَوُوْنَ) lebih umum dari pada sekedar minta di kay atau melakukannya dengan kemauan mereka.
‼Sedangkan hukum kay sendiri dalam Islam tidak dilarang, sebagaimana dalam hadits
yang shahih dari Jabir bin Abdullah: أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ إِلَى أُبَيِّ ابْنِ كَعْبٍ طَبِيْبًا فَقَطَّعَ لَهُ عرقًا وَكَوَّاهُ بِالنَّارِ
🌾Bahwa Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam mengutus seorang tabib kepada Ubay bin Ka’ab, lalu dia memotong uratnya dan meng-kay-nya. Demikan juga di jelaskan dalam shahih Bukhari dari Anas radhiyallâhu’anhu :
🌾Anas berkata, “Bahwasanya aku mengkay bisul yang ke arah dalam sedangkan Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam masih hidup.” Dan dalam riwayat dari Tirmidzi dan yang lainnya dari Anas:
🌾Sesungguhnya Nabi mengkay As’ad bin Zurarah karena sengatan kalajengking juga dalam shahih Bukhari dari Ibnu Abbas secara marfu’: اَلشِّفَاءُ فِى الثَّلاَثَةِ : شُرْبَةُ عَسَلٍ وَشرْطَةُ مِحْجَمٍ وَكَيَّةٍ بِالنَّارِ وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيِّ
“Pengobatan itu dengan tiga cara yaitu dengan berbekam, minum madu dan kay dengan api dan saya melarang umatku dari kay. (Dalam riwayat yang lain: “Dan saya tidak menyukai kay”).
💥Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Hadits-hadits tentang kay itu mengandung empat hal yaitu:
1. Perbuatan Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa sallam. Hal itu menunjukkan bolehnya melakukan kay.
2. Rasulullah tidak menyukainya. Hal itu tidak menunjukkan larangan.
3. Pujian bagi orang yang meninggalkan. Menunjukkan meninggalkan kay itu lebih utama dan lebih baik.
4. Larangan melakukan kay. Hal itu menunjukkan jalan pilihan dan makruhnya kay.

Allahu A’lam

Juni 9, 2016 - Posted by | WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: