Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Pembahasan hadits 70 ribu bag. 8 mengenal tawakkal dan hukum berobat

✨✨KAJIAN TAUHID✨✨
⚡Kriteria orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab
Pasal 4⃣🕓 “Kepada Robbnya mereka Bertawakkal”
📎Inti semua perilaku kriteria kajian sebelumnya adalah Tawakkal
⚡Tawakkal bukanlah tidak melakukan upaya sarana sama sekali
🍃Bahkan Tawakkal sendiri adalah sarana terbesar, Allah berfirman,
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُه
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya ia akan mencukupkan keperluannya” (QS. Ath-Thalaq : 3)
💥Dalam rangka memurnikan Tawakkalnya dia meninggalkan mengambil sarana yang dibenci (makruh) seperti berobat dengan Kay, dan meminta di Ruqyah.
☘Lebih-lebih orang sakit bisa jadi ia bergayutan pada sarang laba-laba, jika ia anggap bahwa ia adalah penyebab kesembuhannya. Padahal Allah lah pemilik kesembuhan.
📝Adapun berinteraksi dengan sarana dan berobat yang
tidak dibenci (makruh), maka ini TIDAK merusak Tawakal. 
💥Bahkan hakikat pengamalan Tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan berinteraksi dengan sebab yang Allah Ta’ala ciptakan sebagai faktor terwujudnya sebuah sebab yang bisa ditimbang secara logika dan syariat
💫Contohnya jika dia lapar maka silahkan makan, jika haus maka silahkan minum, jika panas silahkan nyalakan AC jika mampu, jika mau punya anak silahkan menikah bagi yang mampu. ‼Bedakan dengan yang secara logika dan syariat tidak dibenarkan seperti contohnya agar jualannya laku maka dia membeli sabuk/ akik/ sapu tangan dari ustad/ Kyai / dukun Fulan. dlsb.
🌾Seorang hamba janganlah menjadikan kelemahannya sebagai alasan tawakkal dan tawakkalnya sebagai kelemahan.
📚Berikut riwayat – riwayat yang berkaitan dengan Pengobatan, yang sekali lagi menandakan bahwa berobat tidaklah merusak tawakkal selama dia berkeyakinan aqidah yang benar.
🔸Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah  bahwasanya Nabi  bersabda, مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شَفَاءً “Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya”
🔸Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah  dia berkata bahwa Nabi  bersabda, لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)
🔸Diriwayatkan pula dari musnad Imam Ahmad dari shahabat Usamah bin Suraik , bahwasanya Nabi  bersabda, كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَاءَتِ اْلأَعْرَابُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَنَتَدَاوَى؟ فَقَالَ: نَعَمْ يَا عِبَادَ اللهِ، تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ. قَالُوا: مَا هُوَ؟ قَالَ: الْهَرَمُ
“Aku pernah berada di samping Rasulullah. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)

✨Allahu A’lam✨

Juni 9, 2016 - Posted by | KAJIAN TAUHID, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: