Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

8 Syarat Laa Ilaha Illallah

​✨✨KAJIAN TAUHID✨✨

📚Bab 6 “Penjelasan tentang makna tauhid dan syahadat Laa Ilaha illallah”

🍃 Tauhid sama dengan keumuman Ibadah yang lain yang mempunyai Rukun dan Syarat, sebagaimana Islam mempunyai rukun, sholat mempunyai rukun dan syarat.

➡ Rukun Tauhid terbagi 2 yaitu *Pentiadaan* dan *Penetapan* walhamdulillah sudah kita bahas.

📌Sekarang kita membahas syarat Laa Ilaha illallah, yang mana jika syarat tersebut tidak ada maka tidak sah keislaman seseorang sebagaimana jika seseorang mau sholat namun syaratnya tidak ada seperti bersuci/berwudhu maka tidak sah sholatnya.

❓❓Apa sajakah syarat Laa Ilaha illallah. Silahkan baca dalil-dalil berikut dan renungkan di diri kita untuk menjadi pelajaran apakah kita sudah jujur dalam bertauhid…
Syarat Laa Ilaaha Illallah
1⃣. *Ilmu (Al-Ilmu)*

وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka *mengilmui (nya)*.

(QS. Zukhruf : 86)
Barangsiapa mati *dalam keadaan mengetahui (meng-ilmui)* Laa Ilaha illallah pasti masuk surga

(HR Muslim no 145)
2⃣. *Yakin (Al-Yaqin)*

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, *kemudian mereka tidak ragu-ragu* dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

(QS. Al-Hujurat : 15)
Barangsiapa yang engkau jumpai dari balik dinding ini, dia bersaksi Laa Ilaha illallah *dengan keyakinan hatinya*, sampaikanlah kabar gembira untuknya bahwa dia masuk surga

(HR. Muslim)
3⃣. *Menerima (Al-Qobul)*

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri,

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ
dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?”
4⃣. *Tunduk (Al-Inqiyad)*

وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Dan *barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah,* sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.

(QS. Luqman : 22)
5⃣. *Jujur (Ash-Shidq)*

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
*Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman,* padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

(QS. Al-Baqoroh : 8-10)
Nabi bersabda: “Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, *tulus dari dalam hatinya,* kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka.” 

(HR. Bukhari no. 128)
6⃣. *Ikhlas* 

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah *dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya* dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

(QS. Al-Bayyinah : 5)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH *karena semata-mata mencari wajah* ” 

(HR. Bukhari no 425)
7⃣. *Cinta (Mahabbah)*

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; *mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.* Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

(QS. Al-Baqoroh : 165)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata, “Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; *orang yang mana Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya,* mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka.”

(HR. Muslim no 43)
8⃣. *Mengingkari Peribadatan kepada Thaghut*

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu *barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.* Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqoroh : 256)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah, dan *mengkufuri sesuatu yang disembah selain Allah,* maka telah haram harta dan darahnya, dan pahalanya di sisi Allah.” 

(HR. Muslim no 23)
✨Allahu A’lam✨

September 4, 2016 - Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: