Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Dakwah Tauhid, Rukun Berhikmah Dalam Berdakwah Pertama (Ilmu)

​✨✨KAJIAN TAUHID✨✨

📚 Bab V Dakwah kepada Tauhid 

🌱 dalam mendakwahkan tauhid kita harus memiliki sifat hikmah sebagaimana disebutkan Allah dalam  

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan HIKMAH dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.An Nahl :125)

Adapun rukun hikmah dalam berdakwah ada 3 macam yaitu : ilmu, lemah lembut dan teliti, kita bahas 1 persatu dahulu.

1⃣ Ilmu, (karakteristik dakwah Nabi dan pengikutnya)

Allah berfirman 

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan HUJJAH yang nyata(ARGUMENTASI YANG KUAT/ILMU), Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.(QS Yusuf :108)

📌ilmu ini meliputi

➡1. mengilmui materi dakwah yang akan disampaikan

🍃Hendaklah seorang dai berilmu sebelum berdakwah, karena kaidah mengatakan 

“orang yang tidak mempunyai sesuatu maka tidak bisa memberi sesuatu”

Jangan sampai dalam dakwah terkesan itu-itu saja, berputar-putar bahkan yang menyedihkan di sebagian masyarakat ketika ditanya bagaimana ceramahnya? maka jawaban mereka “Bagus pak, Lucu” loh kok bukan ilmunya yang dijabarkan, tapi lucunya!!, bahkan saya pernah melihat di Jakarta terdapat spanduk untuk menghadiri ceramah dengan pemateri salah satu artis yang terkenal suka melawak!! inna lillahi!! ini mau dakwah apa mau standup comedy (salah satu acara akhir-akhir ini dengan sifat buang waktu, tidak bermutu yang suka menghina diri sendiri dan orang lain dengan bumbu dusta!!)

➡2. mengetahui kondisi mad’u  (Objek dakwah yang akan dihadapi)

Dalam dakwah perlu diperhatikan siapakah objek nya. Apakah orang kampung, orang kantoran, orang awam, orang sudah mengenal agama, orang tua atau anak-anak, tentunya masing-masing dari hal ini ada cara/ metode tersendiri.

➡3. mengetahui cara paling mudah agar materi dakwah dapat sampai dan difahami oleh mad’u

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana agar peserta memahami dakwah itu sendiri, bukan bagaimana Dai membawa materi dengan bahasa-bahasa “modern” namun mad’u tidak memahaminya.

(bersambung insya Allah 2 point lagi)

✨✨Allahu A’lam ✨✨

September 4, 2016 - Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: