Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Haruskah Pendakwah Tauhid di-Idolakan “Masyarakat”??

​✨✨KAJIAN TAUHID✨✨

📚 Bab V Dakwah kepada Tauhid

❤Haruskan Dakwah disenangi setiap kalangan??

📝 Dakwah Tauhid merupakan dakwah keikhlasan, tidaklah diharapkan bagi pendakwah tauhid melainkan hanya ganjaran dari “Al-Ahad” / Allah walaupun semua manusia membencinya.

📝 Dakwah bukanlah mengkuti keinginan masyarakat sehingga menabrak aturan syariat dengan dalih yang penting “lucu”. 

Ada permisalan yang baik terkait mengikuti keinginan manusia

Dikisahkan ada dua orang bapak dan anak yang membawa satu keledai..

🌾Suatu ketika sang bapak menaiki keledai dan sang anak dibawah berjalan kaki, saat melewati kerumunan manusia orang orang berkata “Bapak tidak tahu diri!! masa anak dibawah bapak diatas” maka kedudukan pun dibalik..

Sang Anak naik keledai dan sang Bapak berjalan kaki, tak lama pun orang yang meihatnya berkata “anak kurang ajar!!, orang tua disuruh berjalan sedangkan dia enak-enakan diatas keledai!!” maka kedudukan pun mereka rubah kembali sehingga menjadi.

Sang Bapak dan sang anak sama-sama menaiki keledai, tak lama setelah itu orang lain pun berkata “orang tidak tahu diri, bagaimana bisa dia menyiksa binatang dengan menaiki dua orang pada satu keledai!!” maka kedudukan pun akhirnya mereka ubah kembali menjadi.

Sang Bapak dan sang anak berjalan kaki tanpa menaiki keledai, namun naas lagi bagi mereka ketika bertemu manusia, manusia berkata “orang ini gila!! punya keledai namun tidak dinaiki!!”

📌Yaa ikhwah perlu dicamkan.. keridhoan seluruh manusia merupakan hal yang mustahil dicapai setiap sesuatu pasti ada kebalikan dan musuhnya, bukankah jika anda bergaul dengan orang sholeh maka para pendosa tidak suka dengan anda??

‼Demikian sebaliknya bukankah jika anda berbaur larut bersama pendosa dan ahlul bid’ah maka orang sholeh dan Allah tidak suka dengan anda??

🌱Simaklah kisah surat ‘Aisyah kepada Muawiyah Rodhiallohu’anhuma

dituliskan Aisyah kepada Mu’awiyah

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّهُ مَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ سَخِطَ اللهُ عَلَيْهِ، وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ الناَّسَ، وَعَادَ حَامِدُهُ مِنَ النَّاسِ ذَامًّا، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَى اللهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ

“Sesungguhnya barangsiapa yang mencari keridhoan manusia dengan mendatangkan kemurkaan Allah maka Allah akan murka kepadanya dan akan menjadikan manusia juga marah kepadanya, dan orang yang memujinya akan berubah menjadi mencelanya.

Dan barangsiapa yang mencari keridhoan Allah meskipun mendatangkan kemarahan manusia maka Allah akan ridho kepadanya dan akan membuat mereka ridho kepadanya”.

🌱Berkata Ibnu Hazm “Barangsiapa yang menyangka bahwa dirinya bisa selamat dari celaan manusia, maka dia telah gila.”

✨✨Allohu A’lam✨✨

September 4, 2016 - Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: