Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Sapu bersih amalan Dzulhijjah

​*Sapu bersih*
Hari ini tanpa terasa kita telah memasuki hari ke 6 bulan Dzulhijjah.
Hari-hari yang disabdakan Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagai *hari terbaik untuk beramal shalih* ini hanya menyisakan beberapa hari saja, namun masih banyak amalan yang belum kita maksimalkan bahkan mungkin sama sekali belum kita sentuh.
Saudaraku,
Jangan putus asa dan menyerah, jangan terbesit untuk mengibarkan bendera putih!
Mari kita *sapu bersih* hari-hari terakhir ini, puncak 10 hari terakhir (baca: tanggal 8, 9, 10 Dzulhijjah) belum lepas dari genggaman kita.
Bagi yang belum berpuasa, maka berpuasalah di hari jumat, sabtu dan ahad, karena tanggal 1 s/d 9 adalah hari berpuasa dengan kesepakatan 4 imam madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad), bahkan Imam Mardawi menyatakan tidak ada perbedaan dalam hal ini**. 
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berpuasa pada 9 hari ini. 
(HR. Abu Daud dan An Nasa’i)
Bagi yang belum membaca Al Quran, jangan tunda untuk membuka mushaf anda dan mulai membaca!
Iringi aktivitas anda dengan memperbanyak takbir, dan dzikir seperti yang diperintahkan ALLAH dalam QS. Al Hajj: 28.
Ambilah sebagian tabungan anda dan belilah hewan kurban lalu sembelihlah pada tanggal 10. Yakinlah kurban anda tidak akan sia-sia dan akan membuka pintu surga lalu pintu rizki anda.
Perbanyaklah shalat-shalat sunnah!
Jangan lupa memperbanyak infak, sedekah dan berbagi bersama fakir miskin dan anak yatim.
Tidak lupa, berikan hadiah kepada orang yang anda sayangi dan hormati.
Terakhir, *maksimalkan amalan-amalan wajib* anda:
Jaga shalat 5 waktu, selesaikan hutang puasa anda sebelum puasa arafah, keluarkan zakat anda jika telah masuk haul, berbaktilah pada orangtua, berkhidmat kepada suami, tunaikan hak istri dan anak serta amalan wajib lainnya.
Ingatlah titik krusialnya bukan pada saat anda memulai, namun bagaimana anda menutup 10 hari ini.
Sekali lagi, mari kita sapu bersih hari-hari yang tersisa dan tutuplah 10 hari ini dengan husnul khatimah 

**lihat Al Fatawa Al Hindiyyah 1/201, Syarah Mukhtashar Khalil 3/16-17, Raudhatut Thalibin 2/388, Al Inshaf 3/345. 

✏ Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

September 9, 2016 - Posted by | dasar islam, fiqh, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: