Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Bab VIII RUQYAH DAN TAMIMAH Bag 1 Pesan Penting Nabi dalam Perjalanan

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab VIII RUQYAH DAN TAMIMAH*

🌾 Alhamdulillah dengan karunia Allah kita telah menyelesaikan Bab VII, dan insya Allah kita akan meneruskan pasal demi pasal agar kita bisa menamatkan kitab ini sehingga kita bisa memetik faidah faidah besar akan ilmu tauhid ini (dasar agama).

📝 Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dan Muslim bahwa Abu Basyir Al Anshori Radhiallahu’anhu bahwa dia pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, lalu beliau mengutus seorang utusan untuk menyampaikan pesan :
“أن لا يبقين في رقبة بعير قلادة من وتر أو قلادة إلا قطعت”
  “Agar tidak terdapat lagi dileher onta kalung dari tali busur panah atau kalung apapun harus diputuskan.”
🌱 Faidah :

1⃣. Masyarakat Jahiliyah zaman dahulu berkeyakinan mengalungkan tali busur panah pada leher binatang berfungsi sebagai pengusir *penyakit ‘ain*, Namun oleh Syariat Islam hal itu justru termasuk dalam perbuatan *kesyirikan* , bahkan Nabi langsung menyuruh untuk memutuskannya saking urgentnya. 
2⃣. Bayangkan‼saat dalam perjalanan (tentunya perjalanan zaman dahulu berbeda dengan zaman ini, zaman dahulu perjalanan adalah hal yang sangat menyusahkan, berpanas-panasan ☀, berdebu 🌫 menaiki hewan dlsb, namun Nabi “masih sempat-sempatnya”  mendakwahkan tauhid, bahkan saking pentingnya Nabi menyuruh utusan untuk *memutuskan Tamimah/ Jimat!!*..
❓Tentunya ini berbeda dengan thoriqoh/ jalan sebagian kelompok dakwah yang mengesampingkan dakwah tauhid, mereka berkata “jangan berdakwah tauhid dulu nanti ummat berpecah belah sedangkan kita ingin persatuan..”
‼Waliyyadzubillah apakah benar ungkapan mereka ini?? persatuan diatas kesemuan?? persatuan dengan tidak berlandaskan ketauhidan??persatuan diatas kemaksiatan tertinggi!! Bagaimana ummat bisa menang melawan musuh Allah jika mereka sendiripun masih menjadi musuh Allah *(berbuat kesyirikan)*..❓❓

3⃣. Sekilas mengenal penyakit ain 👁❓❓

➡ Penyakit ‘ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub 👁. Sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena. 

Mungkin dalam bahasa indonesia bisa dikatakan “Kesambet”
📝 Ibnul Atsir rahimahullah berkata,
يقال: أصَابَت فُلاناً عيْنٌ إذا نَظر إليه عَدُوّ أو حَسُود فأثَّرتْ فيه فمَرِض بِسَببها
“Dikatakan  bahwa Fulan terkena ‘Ain, yaitu apa bila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit”

🍃sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal, akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada.
✨Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين
“ *Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada*, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.”

4⃣. Penyakit ain sangat berbahaya efeknya… Diantaranya bisa langsung membuat bayi/ orang dewasa ambruk/ sakit, gembok bisa rusak, dalam perut unta masuk ember, HP tiba-tiba matot!! Dll (tentunya dengan izin Allah juga).

6⃣. Pengobatan terhadap penyakit ain ini, diatur secara syariat, (insya Allah pasal berikutnya)

✨Allahu A’lam✨

September 29, 2016 - Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: