Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah !!(pembagian dan syaratnya)!!

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*

📌Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah *(pembagian dan syaratnya)*

❓❓Apa sajakah pembagian ruqyah?

1⃣. Ruqyah yang disyariatkan/ Ruqyah Syar’iyyah

2⃣. Ruqyah yang diharamkan, 

Bisa berupa Ruqyah Bid’iyyah (bid’ah), Ruqyah yang menuju kepada kesyirikan (seperti menggunakan bahasa yang tidak diketahui maknanya) atau bisa ke taraf Ruqyah Syirkiyyah (seperti istighosah kepada setan/menggunakan sihir)

📝 Syarat-syarat ruqyah yang syar’i

1⃣. Ruqyah menggunakan firman Allah (al-Qur’an), asmaul husna atau ucapan yang diajarkan oleh Nabi

2⃣. Menggunakan bahasa Arab yang fasih atau ucapan yang diketahui maknanya, bukan komat-kamit ngalor ngidul nggak jelas minta bantuan ke Allah juga keselain Allah seperti ke Yesus, Bunda Maria, dll (saya pernah melihat langsung jenis ini saat masih di Semarang tepatnya di Lawang Sewu saat itu kita masih sangat kurang faham ilmu Al-Qur’an dan As- Sunnah dan saat itu banyak dari kaum muslimin yang tertipu -semoga Allah memaafkan kesalahan saya) juga bukan dengan bahasa aneh yang tidak diketahui maknanya seperti mengucapkan “bimsalabim” apa arti kata tersebut??

3⃣. Orang yang meruqyah yakin bahwa ruqyah tidak memberi manfaat kecuali dengan takdir Allah.

4⃣. Ruqyah tidak menggunakan wasilah yang haram atau bid’ah, seperti meruqyah di kamar mandi, kuburan, mengkhususkan waktu tertentu misal saat melihat suatu bintang, meruqyah dalam keadaan junub, atau menyuruh pasien agar dalam keadaan junub, atau menyuruh mengambil air dari 7 sumur, mengambil 7 jenis kembang dan lain-lain dari cara-cara yang haram dan bid’ah.

5⃣. Pihak yang meruqyah bukanlah penyihir, dukun, atau peramal atau dukun bersorban (hati-hati terhadap yang satu ini).

6⃣. Meruqyah tidak mengandung ungkapan atau tata cara yang diharamkan, karena Allah tidak menjadikan perkara haram sebagai obat.

7⃣. Membaca al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah tajwid yang berlaku.

🍃Apabila ciri-ciri tersebut (yang benar) ada pada seorang peruqyah maka benarlah ia seorang peruqyah. 

🔥 Namun jika tidak ada pada diri mereka maka anda harus berhati-hati dengan mereka. Dikhawatirkan itu adalah praktek ruqyah yang tidak syar’i/ dukun bersorban‼ sehingga tidak memberikan manfaat apa-apa untuk anda atau bahkan mendatangkan jin lainnya ke dalam tubuh anda. 
🖋pembahasan ini saya banyak mengambil faidah dari buku Sembuh dengan ruqyah karya ustadz husain Al-Mubarak, MA dengan sedikit tambahan

✨✨Allahu A’lam✨✨

November 9, 2016 - Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: