Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Bab IX Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya *Sisi Pendalilan Tabarruk syar’i dan Tabarruk Bid’ah*

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨
📚 *Bab IX Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

🍃 *Sisi Pendalilan Tabarruk syar’i dan Tabarruk Bid’ah*

✔ *Diantara dalil-dalil Tabarruk yang disyariatkan yaitu :*

✨ *Berkahnya tinggal di negeri Syam/ Palestina/ Masjidil Aqsha,* dalilnya :

 Allah berfirman

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى *الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَه*ُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha *yang telah Kami berkahi sekelilingnya* agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Isro : 1)

✨ *Berkahnya malam Lailatul Qadar,* dalilnya Allah berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada *malam kemuliaan.*

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

*لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ*
*Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.*

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

*سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ*
*Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.*

(QS. Al-Qodar : 1-5) 

✨ *Berkahnya makan berjamaah,* dalilnya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ إِذَا كُنْتَ فِى وَلِيمَةٍ فَوُضِعَ الْعَشَاءُ فَلاَ تَأْكُلْ حَتَّى يَأْذَنَ لَكَ صَاحِبُ الدَّارِ.
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764 hadits ini hasan).

✨ *Zaitun berbarokah.* Dalilnya Nabi Bersabda

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya (pergunakan untuk selain makan), *karena dia dihasilkan dari pohon yang diberkahi*.” (HR. Tirmidzi no 1774)

📌 Namun ingat.. disamping kita mengetahui ada dalilnya maka kita harus benar pula cara menggunakannya, misal zaitun adalah minyak yang berkah namun apabila seseorang menggunakan minyak tersebut untuk jimat/ pelet/ “penglaris” tentunya ini merupakan bentuk kesyirikan..

❌ *Adapun dalil tabarruk yang tidak syar’i (karena tidak ada keterangan berkahnya hal tersebut)*

➡ Allah berfirman

أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap *al Lata dan al Uzza,* (QS. An-Najm : 19)

Pada ayat ini :

🔥Orang musyrik melakukan peribadatan kepada berhala-berhalanya dalam rangka *ngalap berkah/ bertabarruk!!*. 

⚡Oleh karena itu barang siapa yang bertabarruk dengan tempat-tempat tertentu semisal makam para wali, makam keramat maka ia telah menyerupai perbuatan orang-orang musyrik.

➡ Dalil lainnya dalam suatu riwayat.

Abi Waqid Al Laitsi menuturkan :

“Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan dzatu anwath, mereka selalu mendatanginya dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, disaat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata : “Ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami dzat anwath sebagaimana mereka memilikinya”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab :
“الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون[ لتركبن سنن من كان قبلهم” رواه الترمذي وصححه.
          “Allahu Akbar, itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kalian benar-benar telah mangatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa :”Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab : “Sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti (faham), kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Turmudzi, dan dinyatakan shoheh olehnya)
🔥Dalam hadis diatas orang-orang musyrik melakukan i’tikaf dan menggantungkan pedang-pedang mereka dalam rangka bertabarruk/ ngalap berkah biar senjatanya mantep/ topcer, 

⚡Oleh karena itu barang siapa yang bertabarruk pada batu, pohon, keris, batu akik atau benda-benda lain tanpa ada dalil dari syariat, maka sungguh ia telah berbuat syirik seperti orang-orang musyrik tersebut diatas.

➡ Silahkan diqiyaskan dengan benar contoh-contoh kasus lain yang banyak terjadi di masyarakat akan kesalahan mereka dalam bertabarruk.

📌 Pengingat sekali lagi, dalam tabarruk ada 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu ada dalilnya dan Cara menggunakan benda berkah tersebut.

✨Allahu A’lam✨

Iklan

Desember 8, 2016 - Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: