Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Mengambil Faidah Hadis Pengkeramatan pohon dalam Perang Hunain

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

📌 *Mengambil Faidah Hadis Pengkeramatan pohon dalam Perang Hunain!!*

✍🏻Abi Waqid Al Laitsi menuturkan :

“Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan dzatu anwath, mereka selalu mendatanginya dan  menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, disaat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata : “Ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami dzat anwath sebagaimana mereka memilikinya”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab :

“الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون[ لتركبن سنن من كان قبلهم” رواه الترمذي وصححه.

“ *Allahu Akbar,* itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kalian benar-benar telah mangatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa :“Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab : “Sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti (faham), kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Turmudzi, dan dinyatakan shoheh olehnya)

🖊 *Faidah :*

1⃣ Mereka belum melakukan apa yang mereka minta.

2⃣ Mereka melakukan itu semua untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah, karena mereka *beranggapan bahwa Allah menyukai perbuatan itu.*

3⃣ Apabila mereka tidak mengerti hal ini, *maka selain mereka lebih tidak mengerti lagi.* Oleh karena itu Dakwah Tauhid merupakan hal yang sangat urgen di zaman yang jauh dari masa kehidupan Rosul dan para sahabatnya, seperti zaman kita sekarang ini.

4⃣ Mereka memiliki kebaikan-kebaikan dan jaminan maghfirah  (untuk diampuni) yang tidak dimiliki oleh orang-orang selain mereka.

5⃣ Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam tidak menerima argumentasi mereka, bahkan menyanggahnya dengan sabdanya : “Allahu Akbar, sungguh itu adalah tradisi orang-orang sebelum kalian dan kalian akan mengikuti mereka”. Beliau bersikap keras terhadap permintaan mereka itu dengan ketiga kalimat ini.

6⃣ Satu hal yang sangat penting adalah pemberitahuan dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bahwa permintaan mereka itu persis seperti permintaan bani israil kepada Nabi Musa : “Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka mempunyai sesembahan sesembahan …”

7⃣ Pengingkaran terhadap hal tersebut adalah termasuk diantara pengertianلا إله إلا الله   yang sebenarnya, yang belum difahami oleh mereka yang baru masuk Islam.

8⃣ Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menggunakan sumpah dalam menyampaikan petunjuknya, dan beliau tidak berbuat demikian kecuali untuk kemaslahatan.

9⃣ Syirik itu ada yang besar dan ada yang kecil, buktinya mereka tidak dianggap murtad dengan permintaannya itu.

🔟 Perkataan mereka “…sedang kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk islam) …” menunjukan bahwa para sahabat yang lain mengerti bahwa perbuatan mereka termasuk syirik.

1⃣1⃣ Diperbolehkan bertakbir ketika merasa heran, atau mendengar sesuatu yang tidak patut diucapkan dalam agama, berlainan dengan pendapat orang yang menganggapnya makruh.

1⃣2⃣ Diperintahkan menutup pintu yang menuju kemusyrikan.

1⃣3⃣ Dilarang meniru dan melakukan suatu perbuatan yang menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyah.

1⃣4⃣ Boleh marah ketika menyampaikan pelajaran.

1⃣5⃣ Kaidah umum, bahwa diantara umat ini ada yang mengikuti tradisi-tradisi umat sebelumnya, berdasarkan Sabda Nabi “Itulah tradisi orang orang sebelum kamu … dst”.

1⃣6⃣ Ini adalah salah satu dari tanda kenabian Nabi Muhammad, karena terjadi sebagaimana yang beliau ceritakan.

1⃣7⃣ Celaan Allah yang ditujukan kepada orang Yahudi dan Nasrani, yang terdapat dalam Al qur’an berlaku juga untuk kita.

1⃣8⃣ Sudah menjadi ketentuan umum dikalangan para sahabat, bahwa ibadah itu harus berdasarkan perintah Allah [bukan mengikuti keinginan, pikiran atau hawa nafsu sendiri]. Dengan demikian, hadits tersebut di atas mengandung suatu isyarat tentang hal-hal yang akan ditanyakan kepada manusia di alam kubur. Adapun “Siapakah Tuhanmu ?”, sudah jelas, sedangkan “Siapakah Nabimu ?” berdasarkan keterangan masalah-masalah ghoib yang beliau beritakan akan terjadi, dan “Apakah agamamu ?” berdasarkan pada ucapan mereka : “Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka itu mempunyai sesembahan sesembahan … dst”.

1⃣9⃣ Tradisi orang-orang ahli kitab itu tercela seperti tradisinya orang-orang musyrik.

2⃣0⃣ Orang yang baru saja pindah dari tradisi-tradisi batil yang sudah menjadi kebiasaan dalam dirinya, tidak bisa dipastikan secara mutlak bahwa dirinya terbebas dari sisa-sisa tradisi tersebut, sebagai buktinya mereka mengatakan : “Kami baru saja masuk Islam” dan merekapun belum terlepas dari tradisi-tradisi kafir, karena kenyataannya mereka meminta dibuatkan Dzatu Anwath sebagaimana yang dipunyai oleh kaum musyrikin.

2⃣1⃣ Nabi tidak ada enak ga enakan terkait kesyirikan walaupun mereka baru masuk Islam, karena ini hal yang mendasar, tidak boleh ada basa-basi didalamnya dalam rangka mendakwahkan kasih sayang kepada kaum muslimin. Inilah hikmah dalam dakwah, tegas dalam hal pelarangan terhadap kesyirikan.
2⃣2⃣ Bahayanya kesyrikan!! Dan kesyirikan bisa menyebabkan kaum muslimin mengalami kekalahan dan *musuh menguasainya!!*
سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim. (QS. Ali-Imron : 151)

*Jika kita melakukan kesyirikan, maka inilah penyebab Allah memasukkan rasa takut kepada kita.* (Lihat tafsir Al-Qurthubi 4/223).

❓❓Bukankah kemenangan kaum muslimin ketika tauhidnya kuat, dan ini terbukti dengan unggulnya mereka karena Islam saat berhadapan dengan 2 negara adidaya (Romawi dan Persia) padahal saat Islam belum datang kepada mereka, mereka bukanlah apa-apa..

❓❓Sebaliknya.. Bukankah kekalahan kaum muslimin dan dikuasainya kita oleh orang kafir ketika tauhid kita lemah?cinta dan benci karena Allah tidak dilakukan, mengekor budaya-budaya orang kafir, cukuplah sebagai ibroh buat kita jatuhnya Bosnia, Bagdad, Andalusia karena jauhnya mereka dari tauhid..
✨Allahu A’lam✨

Januari 9, 2017 - Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: