Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Pembahasan Masuk surga / masuk neraka hanya karena menyembelih lalat

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab X Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah*

🔥 *Pembahasan Masuk surga / masuk neraka hanya karena menyembelih lalat…*

🌾 Kisah seorang pelacur Bani Isroil yang masuk surga karena memberi minuman kepada anjing mungkin sudah sangat familier di telinga kita, demikian juga kisah seorang perempuan yang masuk neraka karena menyiksa kucing. Namun pernahkan kita mendengar dan men-tafakkuri kisah seekor lalat yang bisa menjermuskan seseorang ke Neraka? Silahkan dibaca riwayat berikut

💫 Thoriq bin Syihab Radhiallahu’anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“دخل الجنة رجل في ذباب, ودخل النار رجل في ذباب، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله ؟، قال : مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئا، فقالوا لأحدهما قرب، قال : ليس عندي شيء أقرب، قالوا له : قرب ولو ذبابا، فقرب ذبابا فخلوا سبيله فدخل النار، وقالوا للآخر : قرب، فقال : ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله U، فضربوا عنقه فدخل الجنة ” رواه أحمد.

“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya : bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah, Rasul menjawab : “Ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi : persembahkanlah sesuatu untuknya, ia menjawab : saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya,  mereka berkata lagi : persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat, maka iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk kedalam neraka karenanya, kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain : persembahkalah untuknya sesuatu, ia menjawab : aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga”. (HR. Ahmad).

✍🏻 Faidah :
1⃣ . Adanya kisah besar dalam hadits ini, yaitu kisah seekor lalat.
2⃣. Masuknya orang tersebut kedalam neraka disebabkan karena mempersembahkan seekor lalat yang ia sendiri tidak sengaja berbuat demikian, tapi ia melakukan hal tersebut untuk melepaskan diri dari perlakuan buruk para pemuja berhala itu.
3⃣ Mengetahui kadar kemusyrikan yang ada dalam hati orang-orang mukmin, bagaimana ketabahan hatinya dalam menghadapi eksekusi hukuman mati dan penolakannya untuk memenuhi permintaan mereka, padahal mereka tidak meminta kecuali amalan lahiriyah saja.
4⃣ Dari sini kita ketahui juga berdasarkan pengertian ibadah pada pembahasan yang lalu, bahwa menyembelih ada lah jenis ibadah zhohiriyyah yang bisa mencakup ibadah bathiniah, karena disana terkumpul ibadah harta dengan cara membeli sesembelihan, perbuatan/ tenaga (dengan tata cara penyembelihan Islami), ucapan (dengan cara mengucapkan Bismillah), zhohiriyah (karena bisa terlihat) dan bathiniah (karena terkait pemujaan/ peribadahan kemanakah sesembelihan itu ditujukan).
5⃣ Hadits ini merupakan suatu bukti bagi hadits shoheh yang mengatakan :

“الجنة أقرب إلى أحدكم من شراك نعله والنار مثل ذلك”

“Sorga itu lebih dekat kepada seseorang dari pada tali sandalnya sendiri, dan neraka juga demikian”
6⃣ Mengetahui bahwa amalan hati adalah tolok ukur yang sangat penting, walaupun bagi para pemuja berhala.
7⃣ Orang yang masuk neraka dalam hadits ini adalah orang Islam, karena jika ia orang kafir, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidak akan bersabda : “ … masuk neraka karena sebab lalat …”
8⃣ Ada yang mengatakan dua orang pelaku dalam riwayat diatas adalah keturunan Bani Isroil, artinya masih “habib” tepatnya “habib” dari anak keturunan Ya’qub, (Karena dalam al-Qur’an Ya’qub disebut dengan Isroil lihat QS. Al-Imran : 93).
9⃣ Berdasarkan faidah diatas maka kita katakan, keturunan seorang rosul bukanlah orang suci, ada kalanya dia kafir adakalanya dia muslim pertengahan adakalanya dia muslim yang taat. Sehingga tidak boleh kita fanatisme buta terhadap “Habib”, yang boleh adalah fanatisme buta kepada moyangnya Habib (yaitu Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam).
🔟 Keturunan Nabi saja ada yang jatuh kepada kesyirikan padahal moyangnya “pendekar” tauhid yang tentunya getol mendakwahkan aqidah tauhid ibadah dalam keluarganya, maka tentunya kita harus lebih waspada dan getol lagi dalam dakwah tauhid ke keluarga. Karena tidak ada yang bisa menjamin aqidah anak keturunan kita sampai ke cucu- cicit- cecet terus selamat sampai akhir hayatnya dari kesyirikan. Kan kita keturunan Nabi juga bukan, keturunan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali atau bahkan Sahabat Nabi Junior pun juga bukan, ada digrup ini mungkin satu dua orang saja, oleh karena itu, Yuk sering-sering berdoa
…رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

…Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqon : 74)

1⃣1⃣ Dakwah tauhid bukanlah dakwah yang basi, bahkan harus dan terus menerus diulang, dipelajari, dan didakwahkan. Yuk semangat lagi kita pelajari Tauhid..

Iklan

Januari 25, 2017 - Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Sembelihan, WhatsApp

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: