Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Ruqyah dan Tamimah (jimat) Bag 4, “Antum VS Billy Gibbons + Dusty Hill” , Fiqh Istinja (Cebok) , Ancaman Nabi

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*
🖋Imam Ahmad meriwayatkan dari Ruwaifi’ Radhiallahu’anhu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya :
“يا رويفع، لعل الحياة تطول بك، فأخبر الناس أن من عقد لحيته، أو تقلد وترا، أو استنجى برجيع دابة أو عظم، فإن محمدا بريء منه”
“Hai Ruwaifi’, semoga engkau berumur panjang, oleh karena itu sampaikanlah kepada orang-orang bahwa barang siapa yang *menggulung jenggotnya, atau memakai kalung dari tali busur panah, atau bersuci dari buang air dengan kotoran binatang atau tulang,* maka sesungguhnya *Muhammad berlepas diri dari orang tersebut”.*
🌱Faidah hadis 
1⃣. Dilarangnya memakai kalung dari tali busur panah untuk tujuan dijadikan jimat baik dengan niat penangkal bahaya atau bisa mendapatkan manfaat/ penglaris. Dan ini termasuk dalam bentuk kesyirikan zhohir (terlihat jelas), adapun terjatuh dalam syirik besar atau syirik kecil kembali ke kaidah pengambilan sebab di tulisan lalu.
2⃣. Ruwaifi terkena Hadis Nabi “panjang umur” (padahal ga dirayain ultahnya sama FB.. hehe) didalam Kitab Fathul Majid disebutkan Ruwaifi masih hidup sampai tahun *56 H..!!* dan hidupnya bermanfaat, masih dikenang dan didoakan sampai sekarang.
3⃣. Ancaman Nabi yang mengerikan terhadap pelaku hadis diatas dengan *BERLEPAS DIRI* -waliyyadzubillah
📌 Faidah Fiqh Hadis.
1⃣. Sempurnanya agama Islam, mengajarkan segala sesuatu sampai ke masalah kemaluan apalagi masalah yang lain sehingga membuat iri agama lain, bahkan terdapat kisah yang terkenal terkait masuk Islamnya orang kafir yang berprofesi sebagai pencuci baju karena melihat perbedaan “celana dalam” antara orang Islam dengan orang kafir.

2⃣. Sahnya bersuci dengan benda padat non cair *walaupun kita punya air* seperti menggunakan batu, daun, kayu apalagi dengan tisu (karena lebih elastis) dengan syarat minimal menggunakan 3 benda tersebut, hal ini berdasarkan riwayat
وَعَنْ سَلْمَانَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: لَقَدْ «نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ، أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ، أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Salman رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , beliau berkata, “Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melarang kami menghadap kiblat ketika buang air besar dan kecil, beristinja dengan tangan kanan, berisitinja dengan batu yang *kurang dari tiga buah*, dan beristinja dengan kotoran (hewan) dan tulang. (HR. Muslim)
➡ So, jangan ragu ya jika di hotel atau pesawat disediakannya tissue bukan air. Ahlussunnah menyatakan bolehnya hal demikian, hanya Syiah (seingat saya-mohon dikoreksi kalau salah) yang mengatakan tidak sah, maka sesekali mari kita selisihi fiqh Syiah dengan istinja menggunakan benda keras non cair.
3⃣. Dalam istinja (cebok menggunakan benda non cair) *dilarang menggunakan kotoran binatang atau tulang* berdasarkan riwayat
➡ Nabi bersabda kepada jin ketika mereka bertanya kepada beliau tentang makanan:
لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ أَوْفَرُ مَا يَكُونُ لَحْمًا، وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ
“Untuk kamu segala tulang dari binatang yang disembelih dengan nama Allah itu lebih banyak daripada yang masih berdaging, dan setiap kotoran hewan menjadi makanan ternakmu.” [Shahih: Muslim 450]
🔥Menggunakan tulang dan kotoran hewan saja dilarang dikarenakan kemuliannya sebagai makanan bangsa jin, apalagi cebok menggunakan (maaf) roti atau makanan manusia, karena manusia lebih mulia dari jin. 

‼Tapi disini bukan berarti ga boleh makan sop tulang ya.. tetap diperbolehkan..
4⃣. Dilarangnya menggulung/memilin jenggot dan biarkanlah jenggot tumbuh berdasarkan riwayat sbb :
➡ Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan *jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat.* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya,”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, *Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.* ” (HR. Thabrani, Hasan)

📝 Tapi ini khusus untuk lelaki ya.. kalau wanita tumbuh jenggot boleh dipotong..

✊🏻Orang Islam jangan minder menampakkan indentitas nya dengan memelihara jenggot.. Nabi saja berjenggot (tidak hanya Nabi Muhammad). Bahkan kalau ada orang Nasrani mengejek anda berjenggot balaslah dengan ucapan 

➡” “tuhan anda” saja berjenggot” dan saya pribadi (mungkin karena kuper..) asa belum pernah melihat patung/ gambar “Yesus” tidak berjenggot.. 🤔🤔

🖐🏻So, jenggot bukan identitas teroris‼
⚡Bahkan Billy Gibbons dan Dusty Hill (dan setau saya mereka orang kafir CMIIW) sendiri ga mau dipotong jenggotnya sama perusahaan Gillette walau ditawarin -+Rp. 9,9M!! serius nih bukan hoax.. 

‼‼‼‼‼‼‼

Tukar jenggotmu dengan surga “Produsen alat cukur terkemuka Gillette menawarkan kerjasama pada duo bintang rock bernama Billy Gibbons dan rekannya Dusty Hill. Mereka ditawari masing-masing sekitar Rp 9,9 miliar demi mencukur janggut mereka sudah sebatas dada. Namun mereka menolak keras. Gillette rupanya tak jera menawarkan lagi hingga tiga kali dan jawaban mereka tetap sama. *”Biarpun negara ini inflasi, namun janggut kami tidak ikut naik. Ini persoalan jatidiri tak peduli berapa besar mereka membayar,”* ujar Gibbons.” Bandingkan dengan muslimin yg katanya *cinta Rasul dan Sunnah Rasul, gara-gara dikatai “tidak rapi, jorok, tampak tua”.. dlsb.. sudah langsung cukur jenggot……. menyedihkan sekali…..* (Copas dr status seorang kawan) 😭😭😭

Ingat kita yang menjanjikan bukan Gillette bukan juga Gibbons.. tapi langsung *ALLAH*‼ cekidot 👇🏻👇🏻

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. *Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.* (QS. An-Nisa : 14)

Dalam ayat yang lain

…وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا

Dan *barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai* dan *barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.* (QS. Al-Fath: 17)

➡ Demikian juga dengan muslimah.. gunakanlah jilbab mu.. bukan jilboops, patung “Bunda Maria” saja pakai jilbab..‼
🖋 Pada pembahasan fiqh kali ini saya ambil dari terjemah kitab Syarh Bulughul Marom baik Subulussalam dan Taudhihul Ahkam sedangkan copas ayat menggunakan aplikasi Quran Android, copas bahasan hadis Kitab Tauhid dari chm-nya, rujukan tauhid Fathul Majid dan Mutiara Kitab Tauhid (ustadz Abu Isa).

✍🏻 Diqra Abu Suhail Bin Dasep Bin Utsman Al-Ghoruti.

✨✨Allohu A’lam✨✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

 Ruqyah dan Tamimah Bag 3, kutukan bagi pemakai jimat + arti Rohaqo  + dan kisah aneh

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨
📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (Jimat)*
Dalam hadits marfu’ dari Abdullah bin ‘Ukaim Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“من تعلق شيئا وكل إليه ” رواه أحمد والترمذي
“Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (dengan anggapan bahwa barang tersebut bermanfaat atau dapat melindungi dirinya), maka Allah akan menjadikan orang tersebut selalu bergantung kepadanya.”(HR. Ahmad dan At Turmudzi)
🌱 Faidah :
1⃣. Riwayat ini menegaskan kepada kita “ancaman” bagi siapa yang berpaling dari tawakkal kepada Allah akan dijadikan bertawakkal kepada selain Allah seperti jimat. Apalagi bertawakkal kepada jimat adalah bertawakkal kepada setan, dan setan semakin diminta akan semakin membuat rohaqo (kehancuran)‼
✨Allah berfirman
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ *رَهَقًا*
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antarajin, maka jin-jin itu menambah bagi *ROHAQO* (QS. Jin :6)
➡ ” *Rohaqo* dalam Terjemah Tafsir Ibnu Katsir bermakna macam-macam yang jelas negatif aja.. seperti =

*Dosa, Kesalahan, kekufuran, kedurhakaan, membuatnya menjadi lebih takut, lebih ngeri, dan lebih kecut hatinya plus tambah dikerjain sama setan.*
🔥Jadi ya orang yang bertawakkal sama jimat ya otomatis jadi tambah Dosa, tambah Kesalahan, tambah kekufuran, tambah kedurhakaan, membuatnya menjadi lebih takut, lebih ngeri, dan lebih kecut hatinya plus tambah dikerjain sama setan‼
🔥 Sehingga kisah-kisah orang yang gila dengan jimat sangat lucu sampai sampai diluar otak manusia normal seperti kisah Stalin ga jadi kunjungan kenegaraan gara-gara jimatnya ketinggalan di Moscow, orang mau masuk wc bingung mau naro jimatnya dimana.. orang mau safar/ merantau takut!! gara-gara takut jimatnya nanti ada yang ngetes, ga berani/ga Pede jualan gara-gara ga bawa jimat dll.
2⃣. Bertawakkal kepada jimat berarti dia melepaskan jaminan dari Allah “menjadi orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab” (sudah kita bahas di bab – bab sebelumnya kriteria orang yang masuk surga VVIP) karena dia *tidak bertawakkal kepada Allah.*

✨✨Allahu A’lam✨✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

RUQYAH DAN TAMIMAH Bag 2  mengenai Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah dan sebuah Nasehat untuk sebagian “Pesantren” di Indonesia!!

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab VIII RUQYAH DAN TAMIMAH*
🌱 Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“إن الرقى والتمائم والتولة شرك ” رواه أحمد وأبو داود.
“Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah adalah SYIRIK .”(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

📝 Catatan penjelasan =

➡ *TAMIMAH* adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal dan menolak penyakit ‘ain. 
📌Sudah kita terangkan dalam Faidah tulisan lalu akan terlarangnya Tamimah/ Jimat baik yang dibuat dari tulisan Al Qur’an apalagi selain Al Qur’an dan ini merupakan ucapan para sahabat diantaranya Ibnu Abbas, Hudzaifah dan Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu’anhum (Lihat Fathul Majid).
➡ *RUQYAH* = Bisa juga disebut jampi-jampi. Ini diperbolehkan apabila penggunaannya bersih dari hal-hal syirik, karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah memberikan keringanan dalam hal ruqyah ini untuk mengobati ‘ain atau sengatan kalajengking. Adapun hukum meruqyah dan meminta diruqyah sudah kita bahas di tulisan lalu dan akan kita bahas agak detail nanti ditulisan berikutnya di bab ini. Insya Allah.
➡ *TIWALAH* adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat menjadikan seorang istri mencintai suaminya, atau seorang suami mencintai istrinya. Atau mungkin di bahasa Indonesia bisa disebut juga dengan *pelet*.
⚡Pelet ini amalan syaithon!!! Baik pelet Mahabbah (biar naksir/suka) atau pelet Tafriq (biar pisah/benci/cerai), silahkan perhatikan ayat yang membahas mengenai pelet berikut ini.
…. فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّه….
… Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka *dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya* . Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali *dengan izin Allah* … (QS. Al-Baqarah : 102)
🔥 Pelet adalah dosa besar karena berkolaborasi dengan setan!! Dan yang amat disayangkan *disebagian* daerah di tanah air kita tercinta (pengalaman saya ketika tinggal di Serang Banten dan Garut) beredar image bahwa kalau orang sudah “pesantren” akan ditanya “Lo udah bisa melet orang belom??” Waliyyadzubillah.. sedemikian bobrok kah image Islam dikaitkan dengan sihir❓❓ 

⚡Pesantren mana yang mengajarkan sihir (membuat jimat, belajar kebal, pelet, komunikasi ghoib dll)?? Jika memang ada, boikot lah pesantren tersebut..‼
❓❓Apakah “mereka” tidak membaca hadis yang jelas ini??apa yang mereka ajarkan jika tidak membahas Al Qur’an dan hadits?? Apakah hanya sebatas tajwid??
✨Allahu A’lam✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab VIII RUQYAH DAN TAMIMAH Bag 1 Pesan Penting Nabi dalam Perjalanan

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab VIII RUQYAH DAN TAMIMAH*

🌾 Alhamdulillah dengan karunia Allah kita telah menyelesaikan Bab VII, dan insya Allah kita akan meneruskan pasal demi pasal agar kita bisa menamatkan kitab ini sehingga kita bisa memetik faidah faidah besar akan ilmu tauhid ini (dasar agama).

📝 Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dan Muslim bahwa Abu Basyir Al Anshori Radhiallahu’anhu bahwa dia pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, lalu beliau mengutus seorang utusan untuk menyampaikan pesan :
“أن لا يبقين في رقبة بعير قلادة من وتر أو قلادة إلا قطعت”
  “Agar tidak terdapat lagi dileher onta kalung dari tali busur panah atau kalung apapun harus diputuskan.”
🌱 Faidah :

1⃣. Masyarakat Jahiliyah zaman dahulu berkeyakinan mengalungkan tali busur panah pada leher binatang berfungsi sebagai pengusir *penyakit ‘ain*, Namun oleh Syariat Islam hal itu justru termasuk dalam perbuatan *kesyirikan* , bahkan Nabi langsung menyuruh untuk memutuskannya saking urgentnya. 
2⃣. Bayangkan‼saat dalam perjalanan (tentunya perjalanan zaman dahulu berbeda dengan zaman ini, zaman dahulu perjalanan adalah hal yang sangat menyusahkan, berpanas-panasan ☀, berdebu 🌫 menaiki hewan dlsb, namun Nabi “masih sempat-sempatnya”  mendakwahkan tauhid, bahkan saking pentingnya Nabi menyuruh utusan untuk *memutuskan Tamimah/ Jimat!!*..
❓Tentunya ini berbeda dengan thoriqoh/ jalan sebagian kelompok dakwah yang mengesampingkan dakwah tauhid, mereka berkata “jangan berdakwah tauhid dulu nanti ummat berpecah belah sedangkan kita ingin persatuan..”
‼Waliyyadzubillah apakah benar ungkapan mereka ini?? persatuan diatas kesemuan?? persatuan dengan tidak berlandaskan ketauhidan??persatuan diatas kemaksiatan tertinggi!! Bagaimana ummat bisa menang melawan musuh Allah jika mereka sendiripun masih menjadi musuh Allah *(berbuat kesyirikan)*..❓❓

3⃣. Sekilas mengenal penyakit ain 👁❓❓

➡ Penyakit ‘ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub 👁. Sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena. 

Mungkin dalam bahasa indonesia bisa dikatakan “Kesambet”
📝 Ibnul Atsir rahimahullah berkata,
يقال: أصَابَت فُلاناً عيْنٌ إذا نَظر إليه عَدُوّ أو حَسُود فأثَّرتْ فيه فمَرِض بِسَببها
“Dikatakan  bahwa Fulan terkena ‘Ain, yaitu apa bila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit”

🍃sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal, akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada.
✨Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين
“ *Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada*, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.”

4⃣. Penyakit ain sangat berbahaya efeknya… Diantaranya bisa langsung membuat bayi/ orang dewasa ambruk/ sakit, gembok bisa rusak, dalam perut unta masuk ember, HP tiba-tiba matot!! Dll (tentunya dengan izin Allah juga).

6⃣. Pengobatan terhadap penyakit ain ini, diatur secara syariat, (insya Allah pasal berikutnya)

✨Allahu A’lam✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK Bag 6 “Solusi Islami Untuk Jimat”

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab VII MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK*

📝 *Pasal Tambahan bag. 3*
🌱 *Solusi Islami dalam Membentengi Diri *
🌾 Terdapat beberapa riwayat yang shohih yang mengajarkan kepada kita agar *MEMBACA* beberapa hal berikut agar mendapat janji 🛡” _asuransi_ ” 🛡 perlindungan dari Allah. Dan ini penting agar kita ajarkan anak-anak, saudara, dan kaum muslimin akan hal ini. 

Pada kesempatan kali ini saya hanya akan membawakan 5 amalan (sebenarnya banyak). Diantaranya.
Membaca ayat kursi di 2 tempat berikut :
1⃣. *Saat Pagi dan Petang*
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ
“Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.” (HR. Al Hakim 1: 562. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 655)
2⃣. *Sebelum tidur*
Hal ini dapat dilihat dari pengaduan Abu Hurairah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi.
دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »
Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, *jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi* hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa *Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.* Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311)
Membaca *Dzikir yang disyariatkan*
3⃣. *Membaca*
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
BISMILLAAHILLADZII LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WALAA FIS SAMAA-I  WA HUWASSAMII’UL ‘ALIIM
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya, tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang bisa membahayakan (bermudhorot). Dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Dibaca tiga kali)
Dalam hadis ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barang siapa yang *mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali ketika Subuh dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya*. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadis tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)
4⃣. *Membaca*
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’UDZU BIKALIMAATILLAHIT-TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHOLAQ

Artinya:

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (yaitu Al Qur’an pent), dari seluruh keburukan apa yang telah Allah ciptakan (baik dari jenis manusia, hewan, jin, serangga, halilintar, angin puting beliung, dsb. Yang jelas semua bencana, di dunia dan Akhirat pent).” (Dibaca tiga kali pada petang hari saja)
Dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa *barang siapa yang mengucapkan dzikir ini di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan mendapat bahaya racun atau binatang (seperti kalajengking) yang mencelakakannya di malam tersebut*. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 590 dan Ibnus Sunni no. 68. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266, dan Tuhfatul Akhyar hal. 45)
5⃣. *Membaca Azan*

Atsar dari ‘Umar radhiallahu ‘anhu yang dikeluarkan Ibnu Abi Syaibah rahimahullahu dan dishahihkan sanadnya oleh Al-Hafizh rahimahullahu dalam Fathul Bari (6/414): “Sesungguhnya Ghilan disebut di sisi ‘Umar, maka ia berkata: “Sungguh seseorang tidak mampu untuk berubah dari bentuknya yang telah Allah ciptakan. Akan tetapi mereka (para setan) memiliki tukang sihir seperti tukang sihir kalian. *Maka bila kalian melihat penampakan setan itu, kumandangkanlah adzan*.”
🌱 *FAIDAH*

🌾Dari keterangan-keterangan diatas maka saya tidak menemukan riwayat cara pengusiran setan dengan memasang ayat kursi dirumah/ dinding/ digantungkan di kaca mobil/ dileher hewan tunggangan/ anak kecil. Saya pun tidak mengetahui adanya ulama yang memperbolehkan hal ini. Bahkan riwayat-riwayat yang saya tuliskan diatas dengan lafazh *MEMBACA* .  

📌 Dan yang saya tahu para salaf (ulama) generasi dahulu yang sholih mereka memperlakukan Al-Qur’an *dengan sangat mulia* diataranya mereka.
➡- Menghafalkan di hati mereka

➡- menulis ayat di mushaf dan karya tulis ilmiah mereka

➡- mengamalkan dan mengajarkan pelajaran hukum dari berbagai ayat

➡- mentadabburi/ menghayati ayat Al-Qur’an
⚡Dan alasan lain mengapa dilarang membuat Al-Qur’an sebagai jimat yaitu =

🔥1⃣. Keumuman larangan dari hadis Nabi mengenai menggantungkan tamimah (jimat)

🔥2⃣. Larangan ini dimaksudkan untuk menutup pintu dari hal yang lebih parah yaitu  menggantungkan jimat yang bukan dari ayat Qur’an. *Agama Islam adalah agama yang preventif.*

🔥3⃣. Dapat melecehkan dan tidak menghormati ayat suci Al Qur’an, kan suka kita melihat anak kecil keluar masuk wc dan kencing sembarangan, apakah saat itu mereka membuka buntelan dari al-Qur’annya??
🍃Adapun hukum mengenai membuat Al-Qur’an sebagai Kaligrafi atau mungkin dibuat tulisan cantik maka kita rinci
✨1⃣. Jika tulisannya bagus (tidak membolak balikkan huruf/ sesuai dengan kaidah penulisan baku) dan dia tulis dikertas dengan niat agar mudah dibaca dan diamalkan maka ini bagus. Karena tidak semua orang bagus tulisannya.
🔥2⃣. Jika tulisannya bagus namun dibuat “seni” sehingga membingungkan orang yang membacanya (ini mana atas mana bawah.. mana huruf alif mana huruf ba’), maka ini dilarang oleh syariat, karena termasuk melecehkan Al-Quran (karena membolak-balikkan huruf Al-Qur’an termasuk dosa besar dan termasuk amalan para dukun)
✨✨Allohu A’lam✨✨
Tulisan ini saya banyak ambil faidah dari situs
Www.yufid.com

Homepage

Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

http://rumaysho.com/
*- Alhamdulillah!! Agama kita adalah agama Ilmiyyah (berlandaskan dalil), bukan agama mengikuti hawa nafsu pribadi, bukan agama mengikuti hati masing-masing, bukan agama mengikuti dengan buta ajaran nenek moyang*

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab VII MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK Bag 5 Aplikasi Hukum Sebab yang wajib diketahui Kaum Muslimin!! Beserta hukum lainnya..

​✨✨ KAJIAN TAUHID✨✨

📚 *Bab VII MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK*

📝 *Pasal Tambahan bag. 2*

🌱Terkait dengan ketiga hal di atas maka keadaan seorang hamba dapat dirinci sebagai berikut :
1⃣. Seseorang mengambil sebab dengan memenuhi seluruh kriteria diatas menunjukkan bukti atas kebenaran tauhidnya.

2⃣. Seseorang mengambil sebab dengan memenuhi seluruh kriteria diatas namun dengan sebab qodari yang haram (misal mencuri agar kaya), maka hal ini adalah *kemaksiatan dan bukan kesyirikan* .
3⃣. Seseorang yang tidak memenuhi kriteria pertama, maka dihukumi syirik kecil selama *tidak ada pengabdian/ ibadah kepada selain Allah* dan termasuk syirik dhahir (terlihat). Hal ini juga *kedustaan atas nama Syariat dan Qodari (akal)*.
🍃misal = 
📌 *menggantungkan bawang untuk mencegah marabahaya.* Kita timbang
❓Apakah secara logika bisa diterima menggantungkan bawang penolak bala’? jawabannya *mustahil (bertentangan/ kedustaan dalam hal qodari/sains)*
❓Apakah  secara dalil dari Al-Qur’an dan Assunnah ditemukan bahwasanya menggantungkan bawang bisa penolak bala’? jawabannya *mustahil (bertentangan/ kedustaan dalam hal syariat karena hal tsb tidak ada dalilnya)* sehingga menggantungkan bawang untuk tujuan tersebut dikatakan *syirik zhahir* (syiriknya terlihat dengan perbuatan dia menggantungkan bawang)
📌 contoh lain memakai sabuk atau ikat kepala agar dagangannya laris..
‼Dari sains tidak mungkin apalagi dari syariat!! maka ini pun juga jatuh kepada kesyirikan
📌contoh lain lagi.

– menggantungkan ayat kursi atau “ayat 1000 dinar” *untuk menolak bahaya dan mendatangkan rezeki*
❓Apakah dari sains mungkin? jawabannya tidak mungkin‼
❓apakah dari syariat mengajarkan? saya tidak menemukan dalil Nabi dan para sahabatnya memasang hal demikian dirumah/ tempat dagangannya.

 🍃Sehingga memasang ayat al-Qura’an untuk tujuan diatas adalah diharamkan. 

🌱Karena Al-Qur’an bukan untuk jimat.
🌱Karena al-Quran yang difahami pada generasi terdahulu adalah untuk dibaca dan diamalkan bukan sebagai alat penglaris atau jimat
dalil bahwasanya al qur’an untuk diamalkan

الم
Alif laam miim.

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; *petunjuk* bagi mereka yang bertakwa, (QS. Al-Baqarah:1-2)

❓Yang namanya petunjuk itu digantungkan dirumah atau untuk diamalkan??  Faham ya..

4⃣. Seseorang yang tidak memenuhi kriteria kedua dihukumi syirik kecil dan termasuk syirik Khofi (tersembunyi/ didalam hati)
– misal dia menggunakan obat untuk kesembuhan namun *hatinya condong kepada sebab* tersebut sehingga *hatinya kurang bergantung/ bertawakkal kepada pencipta sebab* (Allah) dengan mengatakan “ah dengan obat ini saya cocok”  maka dia jatuh kepada syirik Khofi (syirik hati) dan masih tergolong syirik kecil (tidak keluar dari agama).
5⃣. Seseorang yang tidak memenuhi kriteria ketiga, maka dihukumi syirik akbar karena telah meyakini adanya pencipta selain Allah Ta’ala/ mengingkari takdir.
Misal memakai jimat dengan beranggapan yang melindungi saya / membawa keberuntungan saya *hanya jimat ini, Allah tidak ada andil didalamnya*. Ini syirik akbar keluar dari Islam.

Sumber buku Mutiara Kitab Tauhid Ustadz Abu Isa -Hafizhohullah (Pengajar di Pesantren Ihyaussunnah Tasikmalaya)

✨✨Allohu A’lam✨✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab VII MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK Bag 4 Hukum Sebab yang wajib diketahui Kaum Muslimin!!

​✨✨ *KAJIAN TAUHID* ✨✨

📚 *Bab VII MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK*

📝 *Pasal Tambahan*

📌 *Ada 3 hal yang harus diketahui dalam pengambilan sebab*
 1⃣ *Sebab yang diambil harus yang terbukti secara Syar’i atau Qodari*
*1.A Maksud Syar’i* yaitu sebab tersebut terjadi atau tidaknya disandarkan kepada *Al-Qur’an dan As Sunnah*, misal
📌 Amal shalih merupakan sebab masuk surga, bertakwa merupakan sebab mendapatkan kemudahan dalam urusan dan kelapangan rezeki, silaturahim sebab dipanjangkan umur, haji dan umroh sebab menghilangkan kemiskinan. 

➡ Dalil syar’i nya Allah berfirman

..وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِه….

..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.

(QS. Ath-Tholaq 2-3)

➡ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanyamenghilangkan kemiskinan dan dosa-dosasebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” 

(HR. Tirmidzi no. 810, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Silsilah As-Shahihah no. 1200)
➡ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. 
*1 B. Secara Qodari* maksudnya berdasarkan sunnatullah, pengalaman, penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa sesuatu tersebut memang sebab, misal

➡mau kenyang = harus makan

➡api kena kertas = terbakar
📌sebab qodari ini terbagi lagi menjadi dua bentuk *(halal dan haram)* , misal

– Sebab yang *halal* = belajar agar menjadi pintar

– Sebab yang *haram* = korupsi agar menjadi kaya

🌱Faham ya point 1 ini??
2⃣. *Hatinya tetap bergantung/ bertawakkal kepada Allah Ta’ala bukan kepada sebab tersebut!!*
📌Maksudnya, ketika mengambil sebab hatinya tidak condong kepada sebab tersebut tapi harus condong ke *PENCIPTA SEBAB (ALLAH)*
Contoh Aplikasi 

a. Misal seseorang merasa *pasti berhasil* setelah memperhitungkan segala sesuatu maka ini mengindikasikan dia telah bersandar kepada sebab
b. Seseorang merasa *kecewa berat* atas kegagalan padahal dia sudah berusaha dengan maksimal maka terindikasi dia telah bersandar kepada sebab
3⃣. *Tetap berkeyakinan sehebat apapun pengaruh sebab, namun berpengaruh atau tidaknya hanya karena takdir dan izin dari Alllah*

Contoh 

a. Secara qodari/ logika, api seharusnya membakar sesuatu, tetapi apakah saat itu api membakar Nabi Ibrahim??

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, (QS. Al- Anbiya : 69)

b. Seorang yang sedang hamil tua seharusnya tidak mampu menggoyangkan pohon Kurma agar buahnya jatuh. Namun apa yang terjadi dalam kisah Maryam?

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, (QS. Maryam : 25)

✨✨Allahu A’lam✨✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK Bag 3 (putus dan hancurkan Jimat)

​✨✨KAJIAN TAUHID✨✨

📚 *Bab VI MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK*
🌱 Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah bahwa ia melihat seorang laki-laki yang ditangannya ada benang untuk mengobati sakit panas, maka *dia putuskan benang itu* seraya membaca firman Allah Subhanahu wata’ala :
]وما يؤمن أكثرهم بالله إلا وهم مشركون[
“Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan *mempersekutukan Allah* (dengan sesembahan sesembahan lain). (QS. Yusuf, 106).
📝 Faidah =
➡ Haramnya Jimat
➡ Para Sahabat Nabi sangat gencar memusuhi Jimat bahkan sampai memutuskannya!!.
➡ Diantara Sunnah Sahabat Nabi adalah memerangi jimat.
➡ Mengikatkan benang pada tubuh untuk mengobati penyakit panas adalah bagian dari syirik. 
➡ Pembacaan ayat di atas oleh Hudzaifah  menunjukkan bahwa para sahabat menggunakan ayat-ayat yang berkaitan dengan syirik akbar sebagai dalil untuk syirik ashghor, sebagaimana penjelasan yang disebutkan oleh Ibnu Abbas dalam salah satu ayat yang ada dalam surat Al Baqarah.
➡ Jimat adakalanya bisa menyebabkan keluarnya seseorang dari Islam (membatalkan Keislaman)!!.
➡ Jimat tidak dapat memberi mudhorot dengan sendirinya, maka hancurkanlah!! bahkan saya sendiri pengalaman menghancurkan jimat dan alhamdulillah tidak kenapa-kenapa walau sebelumnya di wanti-wanti akan kena kesialan!!.
✨✨Allohu A’lam✨✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK (Bag 2) “Kutukan Allah”

​✨✨KAJIAN TAUHID✨✨

📚 *Bab VI MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK* 
📝 Diriwayatkan oleh Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir, dalam hadits yang marfu’, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“من تعلق تميمة فلا أتم الله له، ومن تعلق ودعة فلا ودع الله له”، وفي رواية :” من تعلق تميمة فقد أشرك”.
“Barang siapa yang *menggantungkan tamimah maka Allah tidak akan mengabulkan keinginannya*, dan barang siapa yang *menggantungkan Wada’ah maka Allah tidak akan memberikan ketenangan kepadanya*”, 

dan dalam riwayat yang lain Rasul bersabda : “Barang siapa yang *menggantungkan tamimah maka ia telah berbuat kemusyrikan*”.
📌 [ *Tamimah* : sesuatu yang dikalungkan di leher anak anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang, dan lain sebagainya.]
📌 *Wada’ah* : sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang, menurut anggapan orang orang jahiliyah dapat digunakan sebagai penangkal penyakit. Termasuk dalam pengertian ini adalah jimat]
➡ *Faidah*
1⃣. Penjelasan bahwa orang yang menggantungkan sesuatu dengan tujuan di atas, maka Allah akan menjadikan orang tersebut memiliki ketergantungan pada barang tersebut.
2⃣. Penjelasan bahwa orang yang menggantungkan tamimah telah melakukan perbuatan syirik.
3⃣. Mengikatkan benang pada tubuh untuk mengobati penyakit panas adalah bagian dari syirik.
4⃣. Ancaman *mengerikan* pada kalimat Orang yang menggantungkan tamimah didoakan : *“semoga Allah tidak akan mengabulkan keinginannya”* dan orang yang menggantungkan wada’ah didoakan : *“semoga Allah tidak memberikan ketenangan pada dirinya.”*
⚡Oleh sebab itu orang yang memiliki jimat jika tidak membawa jimat tersebut hatinya akan gelisah yang menyebabkan tawakkalnya kepada Allah akan berkurang. Padahal tawakkal adalah salah satu resep masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab (sudah kita bahas pada pasal yang lalu)
5⃣. Jimat pada masa jahiliyah adalah sesuatu yang dikalungkan pada anak kecil atau binatang dengan maksud menolak ‘ain (pengaruh mata jahat karena kedengkian, masalah penyakit ain harus ada pembahasan tersendiri). Namun hakikat tamimah tidak terbatas pada bentuk dan kasus tertentu, Akan tetapi mencakup *semua* benda dari bahan apapun, baik yang dipakai, dikalungkan, maupun digantungkan ditempat mana pun *dengan maksud untuk mengusir atau menangkal marabahaya dengan berbagai macam bentuknya*.
🔥Sehingga tamimah bisa berupa kalung, cincin, sabuk, rajah, susuk, wafak (kata orang Banten), bawang, buntelan-buntelan yang digantungkan pada tempat tertentu seperti diatas pintu rumah, di kendaraan, dll dengan maksud untuk mengusir atau menolak bahaya tanpa ada penjelasan ilmiah/sains akan berfungsinya hal tsb dalam mengambil manfaat atau menolak mudharat.
6⃣. Jimat ini adalah kekunoan yang masih dipelihara oleh sebagian manusia yang mungkin merasa modern bahkan anti tuhan, setahu saya diriwayatkan bahwasanya Stalin tokoh atheis Uni Soviet sampai membatalkan kunjungan kenegaraaannya gara-gara jimatnya ketinggalan di Moscow.

✨✨ Allahu A’lam✨✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK (Bag. 1)

​✨✨KAJIAN TAUHID✨✨
📚Bab VI MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK
🌱 Dimulai dengan bab ini, penulis hendak menerangkan lebih lanjut tentang pengertian tauhid dan syahadat “La Ilaha Illallah”, dengan menyebutkan hal-hal yang bertentangan dengannya, yaitu : syirik dan macam-macamnya, baik yang akbar maupun yang ashghor, karena dengan mengenal syirik sebagai lawan tauhid akan jelas sekali pengertian yang sebenarnya dari tauhid dan syahadat “La Ilah Illah”.
💫Dalil pertama Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

…قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ ۚ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

“..Katakanlah (hai Muhammad kepada orang-orang musyrik) : terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharotan kepadaku, apakah berhala-berhala itu dapat menghilangkan kemudharotan itu ?, atau jika Allah menghendaki untuk melimpahkan suatu rahmat kepadaku apakah mereka mampu menahan rahmatNya ?, katakanlah : cukuplah Allah bagiku, hanya kepadaNyalah orang orang yang berserah diri bertawakkal.” (QS. Az zumar, 38)
📝 Sisi pendalilan ayat ini adalah bahwasanya berhala-berhala tersebut *tidak* mampu memberikan manfat dan menolak mudharat (kejelekan) bagi penyembahnya. Oleh karena itu beribadah kepada berhala *bukan* merupakan sebab untuk memperoleh manfaat atau menolak mudharat.

Nah keadaannya di-qiyaskan (analogikan) kepada pengguna tamimah/ jimat yang telah mengambil sesuatu sebagai sebab , padahal sesuatu tersebut *bukan* merupakan sebab untuk mendatangkan manfaat atau menolak mudharat.
💫Sisi Pendalilan dari Hadits :

Imron bin Husain Radhiallahu’anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melihat seorang laki-laki memakai gelang yang terbuat dari kuningan, kemudian beliau bertanya :
“ما هذه ؟، قال : من الواهنة، فقال : انزعها فإنها لا تزيدك إلا وهنا، فإنك لو مت وهي عليك ما أفلحت أبدا ”
“Apakah itu ?”, orang laki-laki itu menjawab : “Gelang penangkal penyakit”, lalu Nabi bersabda : “ *Lepaskan gelang itu*, karena sesungguhnya ia tidak akan *menambah* kecuali *kelemahan* pada dirimu, dan jika kamu *mati* sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu maka kamu *tidak akan beruntung selama lamanya*.” (HR. Ahmad dengan sanad yang bisa diterima)
🍃 Faidah hadits ini :
1⃣. *Larangan keras* memakai gelang, benang dan sejenisnya untuk tujuan-tujuan seperti tersebut diatas.
2⃣.Dikatakan bahwa sahabat Nabi tadi apabila mati sedangkan gelang (atau sejenisnya) itu masih melekat pada tubuhnya, maka ia *tidak akan beruntung selamanya*, ini menunjukkan kebenaran pernyataan para sahabat bahwa syirik kecil itu lebih berat dari pada dosa besar. Sahabat saja diancam apalagi yang levelnya lebih rendah dari mereka seperti kita!!.
3⃣. *Syirik tidak dapat dimaafkan dengan alasan tidak mengerti.*(yuk kita kaji lebih dalam lagi masalah syirik dan tauhid, jangan sampai musyrik tanpa sadar.. waliyyadzubillah)
4⃣.Gelang, benang dan sejenisnya *tidak berguna* untuk menangkal atau mengusir suatu penyakit, *bahkan ia bisa mendatangkan bahaya*, seperti sabda Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam : “… karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu”.
5⃣. *Wajib* mengingkari orang-orang yang melakukan perbuatan di atas.
🌱Silahkan dishare agar kaum muslimin mendapatkan manfaat juga
✨✨Allohu A’lam✨✨

September 9, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar