Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Rubrik Jumat ~bahayanya dosa.. Astaghfirullah wa atuubu ilaihi

Rubrik Jumat..

Diriwayatkan ath-Thabrani di al-Mu’jam ash-Shaghîr, no. 986 disebutkan:
كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ يُدِيمُ ذَلِكَ
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam shalat Fajar (Shubuh) hari Jumat surat as-Sajdah dan Surat al-Insan, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering sekali begitu.
➡Hikmahnya sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah adalah karena dalam kedua surat ini disebutkan *beberapa peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, baik di masa lalu dan di masa datang, misalnya*

➡ *penciptaan Nabi Adam Alaihissallam*

➡ *terjadinya kiamat dan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya.*

‼Jadi yang diinginkan dalam sholat Subuh di jum’at tersebut bukan sujud tilawah nya.. melainkan pengingat terhadap kejadian Jum’at itu sendiri

✨Mari kita ingat hari akhir daripada hari lahir.

​DOSA-DOSA TIDAK TERHAPUS DARI LEMBARAN CATATAN AMAL HINGGA PEMILIKNYA DIHADAPKAN PADANYA DI HARI KIAMAT SEKALIPUN DIA TELAH BERTAUBAT (DI DUNIA) !
Al-Hasan Al-Bashri (TABI’IN) rahimahullah:
“Maka seorang hamba yang berbuat dosa, kemudian dia bertaubat, dan memohon ampun, maka akan diberikan ampunan baginya, akan tetapi dosa-dosa itu takkan terhapus dari catatan amalnya sebelum dihadapkan kepadanya, kemudian ditanyakan kepadanya, kemudian Al-Hasan pun menangis sejadi-jadinya, seraya berkata: dan kalaulah sekiranya kita tidak menangis kecuali karena malu terhadap tempat tersebut (yakni yaumul hisab, pent), tentulah sepantasnya bagi kita untuk menangis.”
Bilal bin Sa’ad rahimahullah:
“Sesungguhnya Allah akan mengampuni semua dosa, akan tetapi tidak akan menghapusnya dari catatan amal hingga dia dihadapkan kepada pemiliknya di hari kiamat sekalipun dia telah bertaubat (darinya).”
Sahabat Nabi, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
“Allah akan mendekatkan setiap hamba di hari kiamat, maka akan diletakkan pada hamba tersebut sayapnya (malaikat), sehingga menutupi hamba tersebut dari makhluk-makhluk semuanya, dan menyodorkan kepada hamba tersebut catatan amalnya di balik sayap tersebut, dan berkata: bacalah wahai anak Adam catatanmu, kemudian dia pun membacanya, dan melintasi catatan kebaikan sehingga menjadi putih bersinarlah wajahnya karenanya, dan hatinya pun menjadi gembira karenanya, maka Allah pun berfirman: apakah Anda mengenalinya wahai hamba-Ku? Maka dia pun menjawab: benar, kemudian Allah berfirman: sesungguhnya Aku menerimanya darimu, maka sujudlah dia, kemudian Allah berfirman: angkatlah kepalamu dan kembalilah kepada catatan amalmu, maka dia pun membacanya hingga melewati catatan kejelekan, maka menjadi menghitamlah wajahnya karenanya, dan hatinya pun menjadi takut karenanya, dan bergetarlah seluruh tubuhnya, dan mulailah dia malu kepada Rabb nya apa yang tidak diketahui oleh lainnya, kemudian Allah berfirman: apakah Anda mengenalinya wahai hamba-Ku? Maka dia pun menjawab: benar, wahai Rabb ku, dan Allah berfirman: sungguh telah Aku ampuni dosa-dosa itu untukmu, maka dia pun bersujud, dan tidak ada makhluk yang melihatnya kecuali sujudnya hingga satu sama lainnya saling bersahutan mengatakan: berbahagialah bagi setiap hamba yang tidak pernah berbuat maksiat kepada Allah sedikitpun, dan mereka tidak tahu apa yang telah terjadi dalam perjumpaan antara hamba tersebut dengan Rabb nya dari apa yang telah dihadapkan kepadanya.”
Dan berkata Abu ‘Utsman An-Nahdiy (TABI’IN) rahimahullah dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu:
“Setiap orang akan diberi catatan amalnya di hari kiamat, maka dia pun membaca bagian atasnya, dan ternyata dia jumpai kejelekan-kejelekannya, dan dikala itu hampir-hampir saja dia berburuk sangka, dia pun melihat ke bagian bawahnya, dan ternyata didapati kebaikan-kebaikannya, kemudian dia melihat di bagian atasnya, dan ternyata telah diganti dengan catatan kebaikan-kebaikan.”
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam hal. 453 karya Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah)
Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum.
Sumber = FB Salafy brother 

Iklan

Desember 1, 2017 Posted by | dasar islam, Rubrik Jumat, WhatsApp | Tinggalkan komentar

❄ *Rubrik Jumat..*❄ ~ Fasal Neraka minta tambahan dan berdesakan para penghuni didalamnya

❄ *Rubrik Jumat..*❄

📚 Diriwayatkan ath-Thabrani di al-Mu’jam ash-Shaghîr, no. 986 disebutkan:
كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ يُدِيمُ ذَلِكَ
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam shalat Fajar (Shubuh) hari Jumat surat as-Sajdah dan Surat al-Insan, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering sekali begitu.
➡ Hikmahnya sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah adalah karena dalam kedua surat ini disebutkan *beberapa peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, baik di masa lalu dan di masa datang, misalnya*

➡ *penciptaan Nabi Adam Alaihissallam*

➡ *terjadinya kiamat dan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya.*

‼Jadi yang diinginkan dalam sholat Subuh di jum’at tersebut bukan sujud tilawah nya.. melainkan pengingat terhadap kejadian Jum’at itu sendiri

✨Mari kita ingat hari akhir daripada hari lahir.

——————

➡ *Fasal Neraka minta tambahan dan berdesakan para penghuni didalamnya*
➡ Allah berfirman

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ *هَلْ مِنْ مَزِيدٍ*
(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” *Ia menjawab, “Masih adakah tambahan?”*

-Surat Qaf, Ayat 30
✨Diriwayatkan 
َ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ يُلْقَى فِي النَّارِ ح و قَالَ لِي خَلِيفَةُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ وَعَنْ مُعْتَمِرٍ سَمِعْتُ أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ يُلْقَى فِيهَا

{ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ }

حَتَّى يَضَعَ فِيهَا رَبُّ الْعَالَمِينَ قَدَمَهُ فَيَنْزَوِي بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ ثُمَّ تَقُولُ قَدْ قَدْ بِعِزَّتِكَ وَكَرَمِكَ وَلَا تَزَالُ الْجَنَّةُ تَفْضُلُ حَتَّى يُنْشِئَ اللَّهُ لَهَا خَلْقًا فَيُسْكِنَهُمْ فَضْلَ الْجَنَّةِ

dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Terus saja -penghuninya- dimasukkan ke dalam Neraka.” (dalam jalur lain disebutkan) Dan telah berkata kepadaku Khalifah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Anas dan dari Mu’tamir aku mendengar bapakku dari Qatadah dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Terus saja -penghuninya- dimasukkan ke dalam Neraka ‘(sehingga ia berkata ‘Masih adakah tambahan?” (Qs. Qaaf: 30), hingga Allah Rabbul ‘alamin meletakkan telapak kaki-Nya sehingga satu sama lain saling berdesak-desakan, hingga neraka berkata, ‘Cukup-cukup’ demi kemuliaan dan kehormatan-Mu. Sedangkan surga masih saja terlalu longgar sehingga Allah menciptakan makhluk baru dan meletakkan mereka ke dalam surga yang masih senggang.”

(HR. Bukhari no 6836)

Desember 1, 2017 Posted by | dasar islam, Rubrik Jumat, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Rubrik Jumat ~ Fasal semoga kita semua bisa makan hati ikan (sebagian menterjemahkan ikan hiu yang lain ikan paus

❄ *Rubrik Jumat..*❄

📚 Diriwayatkan ath-Thabrani di al-Mu’jam ash-Shaghîr, no. 986 disebutkan:
كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ يُدِيمُ ذَلِكَ
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam shalat Fajar (Shubuh) hari Jumat surat as-Sajdah dan Surat al-Insan, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering sekali begitu.
➡ Hikmahnya sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah adalah karena dalam kedua surat ini disebutkan *beberapa peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, baik di masa lalu dan di masa datang, misalnya*

➡ *penciptaan Nabi Adam Alaihissallam*

➡ *terjadinya kiamat dan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya.*

‼Jadi yang diinginkan dalam sholat Subuh di jum’at tersebut bukan sujud tilawah nya.. melainkan pengingat terhadap kejadian Jum’at itu sendiri

✨Mari kita ingat hari akhir daripada hari lahir.

——————

➡ *Fasal semoga kita semua bisa makan hati ikan (sebagian menterjemahkan ikan hiu yang lain ikan paus)*

بَاب حَدَّثَنِي حَامِدُ بْنُ عُمَرَ عَنْ بِشْرِ بْنِ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ حَدَّثَنَا أَنَسٌ

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَلَامٍ بَلَغَهُ مَقْدَمُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَأَتَاهُ يَسْأَلُهُ عَنْ أَشْيَاءَ فَقَالَ إِنِّي سَائِلُكَ عَنْ ثَلَاثٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا نَبِيٌّ مَا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ وَمَا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ وَمَا بَالُ الْوَلَدِ يَنْزِعُ إِلَى أَبِيهِ أَوْ إِلَى أُمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي بِهِ جِبْرِيلُ آنِفًا قَالَ ابْنُ سَلَامٍ ذَاكَ عَدُوُّ الْيَهُودِ مِنْ الْمَلَائِكَةِ قَالَ أَمَّا أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ فَنَارٌ تَحْشُرُهُمْ مِنْ الْمَشْرِقِ إِلَى الْمَغْرِبِ *وَأَمَّا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَزِيَادَةُ كَبِدِ الْحُوت*ِ وَأَمَّا الْوَلَدُ فَإِذَا سَبَقَ مَاءُ الرَّجُلِ مَاءَ الْمَرْأَةِ نَزَعَ الْوَلَدَ وَإِذَا سَبَقَ مَاءُ الْمَرْأَةِ مَاءَ الرَّجُلِ نَزَعَتْ الْوَلَدَ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْيَهُودَ قَوْمٌ بُهُتٌ فَاسْأَلْهُمْ عَنِّي قَبْلَ أَنْ يَعْلَمُوا بِإِسْلَامِي فَجَاءَتْ الْيَهُودُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ رَجُلٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ فِيكُمْ قَالُوا خَيْرُنَا وَابْنُ خَيْرِنَا وَأَفْضَلُنَا وَابْنُ أَفْضَلِنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَسْلَمَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ قَالُوا أَعَاذَهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ فَأَعَادَ عَلَيْهِمْ فَقَالُوا مِثْلَ ذَلِكَ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ عَبْدُ اللَّهِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالُوا شَرُّنَا وَابْنُ شَرِّنَا وَتَنَقَّصُوهُ قَالَ هَذَا كُنْتُ أَخَافُ يَا رَسُولَ اللَّهِ

Bab. Telah menceritakan kepadaku Hamid bin ‘Umar dari Bisyir bin Al Mufadlal telah menceritakan kepada kami Humaid telah menceritakan kepada kami Anas bahwa telah sampai berita kepada Abdullah bin Salam tentang kedatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah, lalu dia menanyakan beberapa perkara kepada beliau. Katanya; “Aku akan bertanya kepada anda tiga perkara yang tidak akan dapat diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Apakah tanda-tanda pertama hari qiyamat?, dan apa makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga dan bagaimana seorang anak bisa mirip dengan ayahnya dan bagaimana ia mirip dengan ibunya?. Beliau menjawab: “Jibril baru saja memberitahuku.” Abdullah bin Salam berkata; “Dia adalah malaikat yang menjadi musuh orang-orang Yahudi.” Beliau bersabda: “Adapun tanda pertama hari qiyamat adalah api yang muncul dan akan menggiring orang-orang dari timur menuju barat. *Dan makanan pertama penduduk surga adalah hati ikan,* sedangkan (miripnya) seorang anak, apabila sang suami mendatangi istrinya dan air maninya mendahului air mani istrinya, berarti akan lahir anak yang menyerupai bapaknya, namun bila air mani istrinya mendahului air mani suaminya, maka akan lahir anak yang mirip dengan ibunya.” Mendengar itu Abdullah bin Salam berkata; “Aku bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan engkau adalah Rasulullah.” Kemudian dia berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang sangat suka berbohong (menuduh). Untuk itu, tanyalah mereka tentang aku sebelum mereka mengetahui keIslamanku.” Estela itu orang-orang Yahudi datang, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana pendapat kalian tentang seorang laki-laki yang bernama Abdullah bin Salam?”. Mereka menjawab; “Dia adalah seorang ‘alim kami dan putra dari ‘alim kami dan orang kepercayaan kami dan putra dari orang kepercayaan kami.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana pendapat kalian jika Abdullah bin Salam memeluk Islam?.” Mereka menjawab; “Semoga dia dilindungi Allah dari perbuatan itu.” Beliau mengulangi pertanyaannya kepada mereka, Namur mereka tetap menjawab seperti tadi. Lalu Abdullah bin Salam keluar seraya berkata; “Aku bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Maka mereka berkata; “Dia ini orang yang paling buruk diantara kami dan putra dari orang yang buruk.” Mereka terus saja meremehkan Abdullah bin Salam. Lalu Abdullah bin Salam berkata; “Inilah yang aku khawatirkan tadi, wahai Rasulullah.”

(HR. Bukhari no 3645)

Desember 1, 2017 Posted by | dasar islam, Rubrik Jumat, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Rubrik Jumat ~ Pembahasan Dajjal

Rubrik Jumat..

Diriwayatkan ath-Thabrani di al-Mu’jam ash-Shaghîr, no. 986 disebutkan:
كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ يُدِيمُ ذَلِكَ
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam shalat Fajar (Shubuh) hari Jumat surat as-Sajdah dan Surat al-Insan, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering sekali begitu.
➡Hikmahnya sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah adalah karena dalam kedua surat ini disebutkan *beberapa peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, baik di masa lalu dan di masa datang, misalnya*

➡ *penciptaan Nabi Adam Alaihissallam*

➡ *terjadinya kiamat dan peristiwa-peristiwa yang mengiringinya.*

‼Jadi yang diinginkan dalam sholat Subuh di jum’at tersebut bukan sujud tilawah nya.. melainkan pengingat terhadap kejadian Jum’at itu sendiri

✨Mari kita ingat hari akhir daripada hari lahir.

————

SURUTNYA AIR DANAU TIBERIAS TANDA DEKATNYA KEMUNCULAN DAJJAL !
Danau Tiberias adalah danau air tawar yang terletak di antara bagian bawah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah dan Dataran timur kota Galilea Palestina. Garis pantainya membentang sepanjang 53 km dengan luas 166 km2. Bagian terdalam dari danau ini mencapai kedalaman 46 M. Danau ini secara geografis terletak di wilayah Palestina dan Suriah, tetapi secara politis saat ini dikuasai oleh penjajah zionis Israel. Danau yang terletak pada posisi 213 di bawah permukaan laut ini terhitung sebagai danau air tawar terendah di dunia, dan danau kedua terendah secaa umum setelah danau Laut Mati yang berasa asin. Danau Tiberias merupakan sumber pasokan utama kebutuhan air bersih Penduduk Palestina dan penjajah Israel. Selain itu Danau ini merupakan lokasi penting bagi pemeluk Semua agama samawi.
Orang-orang Yahudi mernbangun permukiman mereka di tepi Danau Tiberias, juga resort dan penginapan bagi petinggi militer Israel, mengingat posisinya yang berdekatan dengan perbatasan Palestina dan Suriah, sebagai antisipasi penyusupan pihak-pihak yang tidak mereka kehendaki, Wilayah ini pun menjadi kawasan wisata elit bagi militer dan pemerintah Israel. Mereka melengkapi kawasan ini dengan berbagai properti layaknya daerah tujuan wisata ala Eropa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas maksiat dan bersenang-senang, sehingga terkenal sebagai tempat berselingkuh para prajurit dan pejabat militer Israel, demikian juga dengan sebagian politisi dan tokoh-tokoh mereka. Demikian sepintas tentang danau Tiberias saat ini.
Adapun keterkaitannya dengan kemunculan Dajjal, sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa turunnya permukaan air danau ini menjadi salah satu tanda-tanda kedatangan Dajjal. Saat ini permukaan air Danau Tiberias telah mengalami penyusutan. Ini tentu menjadi musibah bagi kita semua, karena masa kemunculan Dajjal semakin dekat, sedangkan kedatangannya itu akan membawa fitnah yang besar bagi umat Islam di mana saja mereka berada; sebagian besar manusia terkena fitnah tersebut. Sang Dajjal, saat kemunculannya, mengaku sebagai Tuhan, mengaku sebagai yang memiliki surga dan neraka. Dalam keterangan tentang Dajjal dinyatakan bahwa kaum wanita adalah yang terbanyak mendatanginya sehingga para laki-laki pulang menemui ibu, putri, saudari, dan bibi mereka, mengikat mereka dengan kuat, karena takut wanita-wanita itu keluar menemui Dajjal. Oleh karena itu Rasulullah shallallahun ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal yang paling saya takutkan akan menimpa kalian adalah al-Masih ad-Dajjal.”
Agar lebih jelas apa dan mengapa dengan sosok Dajjal ini, berikut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah bind Qais radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat tersebut dinyatakan bahwa dia berkata, “Saya mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah” (panggilan seperti ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya berada pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai beliau duduk di atas mimbar.
Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’
Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu:
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan karena suatu kabar gembira, bukan pula karena suatu ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk Nasrani lalu dia datang menyatakan keIslamannya dan menceritakan kepada saya kejadian yang sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada saya bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam, lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di lautan sebulan lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat kapal mereka lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah Engkau ini?’
Makhluk itu berkata, Aku adalah Jassasah (Pengintai).’
Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’
Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian menemui laki-laki yang ada digedung besar sana, dia sangat ingin mendengar berita dari kalian.’
Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami pun bergegas pergi sampai kami menemukan bangunan besar itu lalu masuk ke dalamnya. Disana ada seorang manusia yang paling besar dan paling kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?’
Dia menjawab, kalian mampu menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’
Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?’
Dia menjawab, Aku adalah jassasah (Pengintai).’
Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’
Dia berkata, ‘Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!’
Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.
Laki-laki besar itu berkata, ‘Beritahukan kepada saya tentang kebun kurma Baisan!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, ‘Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Ketahuilah karma-karma itu hampir tidak lagi berbuah.
Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.
Beritahu saya tentang sumber air Zagar!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?’ Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.’
Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,’ Dia berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?’ Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia berkata, ‘Itu sudah terjadi?’ Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jika demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalah al-Masih, hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang mengusir saya menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.”‘
Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, ‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud beliau Madinah). Bukankah saya pernah menyampaikannya hal seperti ini kepada kalian?’ Para hadirin menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!’ Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, “Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Dengan demikian tidak asing lagi bagi kita semua bahwa turunnya permukaan air Danau Tiberias merupakan salah satu pertanda semakin dekatnya kemunculan Dajjal. Zionis Israel saat ini dilanda kecemasan yang tinggi karena debit air Danau berkurang secara signifikan, karena hal ini berpengaruh besar terhadap sektor pertanian bahkan masa depan mereka di bumi penjajahan. Semenjak tahun 2004 pemerintahan zionis membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol debit air Danau. Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan Danau mengalami penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian Zionis menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Berita ini tentunya tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi juga bagi kita umat Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias adalah salah satu tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.
###
Pernah teringat bahwa Syekh Bin Baz rahimahullah sebelum beliau wafat, ketika mendengar berita turunnya permukaan air danau Tiberias, beliau menangis dan berkata, “Inilah zaman kemunculan Dajjal.”
Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum..
Sumber grup FB Salafy brother 

Desember 1, 2017 Posted by | dasar islam, Rubrik Jumat, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab XIII BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK. (Bagean 4) ~asuransi islami dan bonusnya

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab XIII BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK. (Bagean 4)*
📝 Mengenal Dzikir Isti’adzah (Doa Meminta Perlindungan dari Marabahaya yang belum menimpa) yang disyariatkan
📌 *Fasal mendulang berkah dengan dzikir isti’adzah ash-shohihah*
🌱 Khaulah binti Hakim menuturkan : aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“من نزل منـزلا فقال : أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرحل من منـزله ذلك “.  رواه مسلم
“Barang siapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia berdo’a :
*أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ*
(aku berlindung dengan kalam Allah yang maha sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Ia ciptakan) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu” (HR. Muslim).
Dalam riwayat lain terdapat janji
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia *tidak akan mendapat bahaya racun* di malam tersebut. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 590 dan Ibnus Sunni no. 68. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266, dan Tuhfatul Akhyar hal. 45)
🖊 Berkata Imam Al-Qurthubi (dan beliau adalah seorang alim, ulama besar, mufassirin Al-Qur’an)
💡 “Ini adalah khabar yang *benar* dan perkataan yang *jujur* dan kita mengetahui kebenarannya berdasarkan *dalil dan pengalaman.* Sesungguhnya semenjak aku mendengar khabar ini, aku senantiasa mengamalkannya, *maka tidak ada sesuatu yang membahayakanku sehingga aku meninggalkan tempat itu.*
🚑 Aku pernah disengat kalajengking di Mahdiyah pada suatu malam hari, lalu aku merenungi diriku, ternyata *aku telah lupa* untuk memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat tersebut.
➕🎁🎁🎁🎁🎁

Terdapat riwayat dzikir lain terkait perindungan
Berdzikir
*بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ*
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)
Dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka *tidak akan ada yang memudhorotkannya.*  (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)
🎈 Sebagaimana diketahui barokah adalah bertambahnya kebaikan yang banyak, dengan kita melafalkan dzikir ini disamping kita mendapat jaminan perlindungan maka kita mendapatkan juga pahala kebaikan yang sangat banyak, simaklah riwayat berikut.
Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:
  أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى
قَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا شَيْءٌ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ مِثْلَ هَذَا بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْهُ فَأَرْسَلَهُ
“Maukah kamu aku tunjukkan *perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuh­mu,* lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?” Para Sahabat yang hadir berkata: “Mau (wahai Rasulullah)!” Beliau bersabda: *“Dzikir kepada Allah Yang Mahatinggi.”* Mu’adz bin Jabal radliallahu ‘anhu berkata; *tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah.* Sebagian ulama telah meriwayatkan hadits ini dari Abdullah bin Sa’id seperti ini dengan sanad ini dan sebagian yang lain meriwayatkan dari Mu’adz dan memursalkan hadits tersebut.  (HR. At-Tirmidzi no. 3377, Ibnu Majah no. 3790. Lihat pula Shahiih at-Tirmidzi III/139 dan Shahiih Ibni Majah 11/316)

🏙 Tanjungpinang Yaumul Khomiisi

🗓 27 Shafar 1439 H
✍🏻 Abu Salwa Al-Ghorutiy
✨Allohu A’lam✨

Desember 1, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab XIII BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK. (Bagean 3)

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨
📚 *Bab XIII BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK. (Bagean 3)*
📌 Mengenal Isti’adzah (Doa Meminta Perlindungan dari Marabahaya)
🌱 Seorang muslim disyariatkan untuk meminta perlindungan kepada Allah sebagai bukti lurusnya tauhidnya. Dalilnya Allah berfirman
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ *فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ* ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Dan jika setan datang menggodamu, *maka berlindunglah kepada Allah.* Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

-Surat Al-A’raf, Ayat 200
Juga didalam “ayat favorit” kita (bisa jadi favorit karena pendeknya 😀 atau karena makna dan keampuhannya 🛡)
 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Katakanlah, *“Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),*

-Surat Al-Falaq, Ayat 1

 قُلْ *أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ*
Katakanlah, *“Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,*

-Surat An-Nas, Ayat 1
‼ Sebaliknya Allah berfirman terkait tercelanya meminta perlindungan kepada selain Allah terkhusus kepada Jin
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ *يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ* فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
“Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang *meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin,* maka jin-jin itu *hanya menambah dosa/ kesalahan/ menambah kesesatan”* (QS. Al Jin, 6).
Terkait ayat terakhir ini ada beberapa faidah penting yang bisa kita bahas
1⃣. Dahulu laki-laki Arab jika sedang berada di lembah pada sore hari, ketika ia merasa sunyi dan takut, ia berkata, “Aku berlindung kepada penguasa lembah ini dari pengikut-pengikutnya yang bodoh” maksudnya ia meminta kepada pembesar jin… (kalau Indonesia mintanya sama Nyi Roro Kidulnya lah…)
2⃣. Tahukah anda, bahwasanya dahulu jin takut terhadap manusia, 
📝 disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Abu Hatim mengatakan (kita potong sanadnya sampai) -dari Ikrimah yang mengatakan bahwa dahulu jin takut kepada manusia, sebagaimana sekarang manusia takut kepada jin, atau bahkan lebih parah dari itu. Dan tersebutlah bahwa pada mulanya apabila manusia turun istirahat di suatu tempat, maka jin yang menghuni tempat ini bubar melarikan diri. Tetapi pemimpin manusia mengatakan, “Kita meminta perlindungan kepada pemimpin jin penghuni lembah ini.” Maka jin berkata, “Kita lihat manusia takut kepada kita, sebagaimana kita juga takut kepada mereka.” Akhirnya jin mendekati manusia dan menimpakan kepada mereka penyakit kesurupan dan penyakit gila.
3⃣. Jin ingin disembah dan dimintakan tolong agar semakin mengkokohkan kedudukannya dihadapan orang-orang bodoh sehingga mereka murtad/ tetap dalam kekafirannya.
📝 Terdapat riwayat dalam tafsir Ibnu Katsir 
Ibnu Abu Hatim mengatakan (kita potong sanadnya sampai)-dari Kirdam ibnus Sa-ib Al-Ansari yang mengatakan bahwa ia keluar bersama ayahnya dari Madinah untuk suatu keperluan. Demikian itu terjadi di saat berita Rasulullah sholallohu ‘alaihi wasallam di Mekah tersiar. Maka malam hari memaksa kami untuk menginap di tempat seorang penggembala ternak kambing. Dan ketika tengah malam tiba, datanglah seekor serigala, lalu membawa lari seekor anak kambing, maka si penggembala melompat dan berkata, “Hai penghuni lembah ini, tolonglah aku!” Maka terdengariah suara seruan yang tidak kami lihat siapa dia, mengatakan, “Hai Sarhan (nama serigala itu), lepaskanlah anak kambing itu!” Maka anak kambing itu bergabung kembali dengan kumpulan ternak dengan berlari tanpa mengalami luka apa pun. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan kepada Rasul-Nya di Mekah ayat berikut, yaitu firman-Nya: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6)
Barangkali serigala yang mengambil anak kambing itu adalah jelmaan jin untuk menakut-nakuti manusia agar manusia takut kepadanya, kemudian ia mengembalikan anak kambing itu ketika manusia meminta tolong dan memohon perlindungan kepadanya, hingga manusia itu menjadi sesat, dihinakan oleh jin dan mengeluarkannya dari agamanya; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
✍🏻 Na’am jadi semakin manusia minta kepada jin semakin dia diberi Rohaqo *Dosa, Kesalahan, kekufuran, kedurhakaan, membuatnya menjadi lebih takut, lebih ngeri, dan lebih kecut hatinya plus tambah dikerjain sama setan.*
❌ Dan para ulama telah bersepakat haramnya hal ini.
❄ Ayat lain yang mencela beristi’adzah kepada selain Allah berikut efeknya (yaitu dikumpulkan didalam neraka) adalah
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.

-Surat Al-An’am, Ayat 128
➡ Maksudnya =
🔥 Kesenangan manusia dari jin adalah karena tercapai hajatnya (baik berupa pelet, gendam, sihir, santet, tuyul dll dan juga untuk meningkatkan “pamornya”, agar disebut kebal, sakti mandraguna, orang pintar, Jawara, Kyai Mukarrom, Ustad Khos dll) dengan terlaksana perintah-perintahnya dan pemberitahuan jin untuknya tentang sesuatu yang ghaib (yang biasa dipakai dukun dan tukang ramal).
🔥 Adapun kesenangan jin dari manusia adalah, karena manusia mengagungkannya, berlindung dan tunduk kepadanya, hal ini bisa dilihat dari sesajen, takutnya mereka kepada benda bertuah, penganggapan yang berlebihan kepada jin, ritual-ritualnya dll sehingga dengan itu manusia bisa digelincirkan kepada kekafiran 
– Kita berlindung kepada Allah dari tipudaya nya

🖊 Tanjungpinang, yaumuts tsulatsa-i 25 Shafar 1439 H

Abu Suhail Al-Ghorutiy
✨Allohu A’lam✨

Desember 1, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab XIII BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK (Bagian 2)

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨
📚 *Bab XIII BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK.*

🌱 *Fasal perincian pemalingan berdoa kepada selain Allah* 

💡 Jika kita telah mengetahui bahwa =

👉🏻 doa adalah ibadah, 

begitu juga “mafhum mukholafahnya” (pengertian sebaliknya) maka 

👉🏿 ibadah adalah doa
– Dan setelah kita memahami pembagian doa pada tulisan lalu, tentunya agar kita tidak salah dalam memahami hal ini, kita rinci sebagai berikut :
1⃣. Doa Ibadah
✨ Jika ditujukan hanya kepada Allah menunjukkan bukti Tauhidnya seseorang
🔥 Jika ditujukan kepada selain Allah dia telah berbuat syirik, seperti sujud, rukuk, berpuasa kepada penghuni kubur/ berpuasa kepada keris agar sakti mandra guna, menyembelih untuk penghuni kubur, atau mengalirkan darah sebagai bentuk taqrrub kepada berhala dll dari jenis ibadah yang dipalingkan kepada selain Allah. 

Dan dikhawatirkan juga jatuh kepada  kesyirikan jika dipalingkan kepada selain Allah dengan niat hanya budaya/ kebiasaan 

👉🏻 misal : 

– penghormatan dalam salam Karate / Taekwondo dengan cara rukuk kepada lawan tanding, 

– salam perpisahan setelah konser dengan rukuk kepada hadirin,

– rukuk jika bertemu sahabat mengikuti budaya kafir Jepang,

– sujud kepada wasit dalam lomba silat/ sujud kepada raja/ Sultan. 

Padahal rukuk dan sujud hanya diperbolehkan kepada Allah saja.
2⃣. Doa Mas’alah
✨ Jika ditujukan hanya kepada Allah ini menunjukkan bukti lurusnya tauhid seseorang, seperti meminta hanya kepada Allah dan ini sesuai dengan Al-Fatihah ayat 5

…َإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

..hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
🗝 Kalau kita kupas secara kaidah bahasa Arab maka kata-kata “hanya kepada-Mu” ini sangat kuat sekali…
‼ Adapun doa mas’alah jika ditujukan kepada selain Allah maka =
🔥1⃣.  Syirik Akbar jika ditujukan kepada kepada
⚰a. Orang yang sudah mati, baik dari kalangan Nabi, para wali atau orang yang dianggap wali padahal orang nyeleneh, mayat binatang, mayat Kebo Bule, Benda mati seperti keris, cincin, pohon dll. 
🐾 b. Orang yang ghoib dan tidak terjadi komunikasi..
Misal meminta kepada Malaikat, meminta kepada khodam, meminta kepada Syaikh Thoriqot ketika sedang sujud, meminta kepada jin misal dengan berucap “jin fulan tolong bantu saya” meminta kepada guru silat misal dengan berucap ketika dikeroyok “fulan, fulan, wahai fulan datanglah kemari bantu saya”
‼ nih hati-hati ya.. biasanya dalam becandaan ada sedikit unsur kesyirikan misal berucap “kalau lo ada masalah dijalan sebut nama gue 3 kali ya..” niatnya sih mau melucu namun diharamkan melucu dalam perkara yang terkandung didalamnya unsur kesyirikan.
🔥c. Orang yang hidup dan terjadi komunikasi dengan orang tersebut namun sesuatu yang diminta itu adalah sesuatu yang berada diluar kemampuan makhluk dan kekhususan Allah
– Misal Meminta kepada orang yang dianggap wali agar melindunginya dari pengaruh sihir sepanjang hidup, meminta kepada tokoh Thariqot agar mendapatkan jaminan dimasukkan ke surga dan dikeluarkan dari neraka, meminta kepada pak Kyai atau pak Dukun / Habib / Syekh untuk menurunkan hujan/ mencegah turun hujan seperti pawang hujan (Kan banyak ya di masyarakat kita mau nikahan nyewa orang beginian.. ini menunjukkan bahwa dakwah Tauhid ga ada expirednya, dan musuhnya ga cuma 1 doang yang bikin aHoax.. yuk move on dan buka mata lebar-lebar urgennya belajar dan mendakwahkan tauhid.)
2⃣👋🏻. Hukumnya Haram jika
Haram dalam meminta perkara yang haram misal 
a. seseorang berkata meminta bantuan “mas tolong ambilkan saya bir saya mau mabok / mas ambilkan pisau saya mau bunuh orang..” ini tidak syirik walau minta kepada selain Allah, namun dia jatuh kedalam perkara yang haram
b. Mengemis

Berdasarkan riwayat

Hadits Pertama.

Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ.
“Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya”.[Muttafaqun ‘alaihi. HR al-Bukhâri (no. 1474) dan Muslim (no. 1040 (103))]
Hadits Kedua

Diriwayatkan dari Hubsyi bin Junaadah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ.
“Barang siapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api” [Shahîh. HR Ahmad (IV/165), ].
3⃣. Boleh jika ✔
Dalam perkara yang boleh, terjadi komunikasi dan masuk akal, 

misal meminta anak untuk mengambilkan Al-Qur’an untuk dibaca, mengambil kan air untuk berwudhu, jadi ini tidak syirik walaupun jika mengambil sendiri mungkin satu sisi lebih baik.
🌈 Semoga mudah difahami dan bermanfaat
✨Allohu A’lam✨

November 1, 2017 Posted by | dasar islam, doa, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab XIII BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab XIII BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK.*

🌱 Berdoa adalah ibadah yang sangat agung, bahkan semua ibadah yang kita lakukan pada hakikatnya adalah doa.

📌 Macam-macam doa

Doa terbagi menjadi 2 macam

1⃣. Doa Mas’alah

▶ Biasa kita sebut dengan “doa” saja, Yaitu meminta kepada yang kedudukannya lebih tinggi daripada kita karena adanya suatu hajat (kebutuhan) tertentu. Doa mas’alah ini terinci menjadi 3 bagian, yaitu

a. Isti’anah

Yaitu permohonan untuk mendapatkan menfaat atau terhindar dari suatu bahaya.

b. Isti’adzah

Yaitu permohonan perlindungan dari marabahaya (yang belum menimpa). Contoh ucapan a’udzubillahimina sy-syaithonirrojim

c. Istighotsah

Yaitu permohonan agar dibebaskan dari marabahaya yang sedang menimpa..

Fahim ya makna dan bedanya, kan sering tuh biasa kita dengar istghotsah.. 

Nah jika kita melihat lebih detail lagi maka makna isti’anah ini lebih umum dari isti’adzah dan istighotsah..

2⃣. Doa Ibadah

▶ Yaitu semua bentuk aktivitas pengabdian seperti sholat, qurban, nadzar dll.

🖊 Kedua macam doa diatas saling terkait dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Artinya.
-> Setiap orang yang berdoa mas’alah pasti terkandung didalamnya aktivitas beribadah kepada Allah ta’ala, dan
-> Demikian juga sebaliknya, setiap orang yang sedang beribadah kepada Allah, pasti didalamnya terkandung doa, walau tidak langsung.. 

💡 Bukankah tidaklah dia sholat, berqurban, berinfak bersedekah pasti diniatkan agar mendapat surga dan dijauhkan dari neraka?? Fahim ya…
🔑Adapun diantara sisi pendalilan bahwa doa adalah Ibadah adalah.. (masih ingatkan definisi ibadah)
1. Allah menyuruh kita untuk berdoa dan dijanjikan pengabulan. Allah berfirman

…أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَان…

…Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku… (QS. Al Baqoroh : 186)

2. Allah menyuruh kita untuk berdoa dan dijanjikan pengabulan dan ancaman untuk orang yang enggan berdoa. 

Allah berfirman

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman, *“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Ghofir : 60)*
3. Nabi sendiri langsung berucap

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

“Doa adalah inti ibadah” (HR Tirmidzi no 3293)

‼Tapi hadis ini dhoif ya ingat… 

Bahkan Abu Isa berkata hadits ini gharib!! 
Adapun yang shohih, Nabi justru mengatakan dengan detail masih dalam Riwayat Tirmidzi pada nomor hadis setelahnya yaitu 3294 dan nomor 1294

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”
📙 Bersambung insya Allah pada pembahasan kapan jatuh kepada syirik dan perinciannya
Catatan = Bab 13 sengaja saya loncatkan karena isti’adzah termasuk dari isti’anah sehingga menurut saya lebih bagus kita bahas pokoknya dulu lalu cabangnya kemudian.
✨Allahu A’lam✨

November 1, 2017 Posted by | dasar islam, doa, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Tanggapan aliran Kristen Yehuwa Bagian 2

📃 *Tanggapan aliran Kristen Yehuwa Bagian 2*

Hasil gambar untuk tangan diborgol

🗣 *Dialog dengan Sang “Ustad”*

📌 *Tauhid versi “Wahhabi” Garis Lurus vs “Wahhabi” Garis Miring* 😀 *)

 

⏱ Tak berapa lama maka datanglah Sang Ustadz dan bertanya

 

– Ada apa?

+ Begini pak, kita sedang dialog terkait ajaran agama dengan mbak ini.

– Oo begitu, perkenalkan kami agama kristen Aliran Yehuwa (lalu menegaskan apa yang sudah disampaikan oleh si mbak tadi)

– Mungkin Bapak bingung ya kenapa ajaran kami memanggil Tuhan dengan istilah “Bapak”.. sebenarnya itu adalah nama kedekatan saja (udah mulai ngarang lagi) sebagaimana kalau kita memanggil bos dengan nama Bapak maksudnya bukan berarti itu bapak kandung kita.. kan ga mungkin kita sebut Dia dengan “Bro..” atau “Man..” tapi ya sebutnya Bapak biar ada hubungan kedekatan..

(saya pikir- secara logika ya, bukannya sebutan “Bro” Baca lebih lanjut

September 7, 2017 Posted by | Aliran Yehuwa, bantahan, dasar islam, Kristen, Misionaris, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Tanggapan aliran Kristen Yehuwa (Bagian. 1)

WhatsApp Image 2017-03-13 at 06.43.17🖊 Tanggapan aliran Kristen Yehuwa
🍃 Muqoddimah
🌱 Alhamdulillah atas nikmat Islam, terlebih lagi nikmat diberi pemahaman terhadap as-sunnah.
Betapa banyak Allah takdirkan disekitar kita ummat yang tersesat namun disisi lain dipilihlah kita sebagai hamba yang lemah, miskin dan hina ini menjadi hamba yang beriman, berakal dan mampu memahami ayat-ayat Sang Pencipta.
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (QS. Adh-Dhuha :7)

❓Tahukan anda wahai saudaraku, dengan nikmat Islam dan amal sholih inilah kita menjadi sebaik-baik makhluk ciptaan-Nya. Allah berfirman
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. Al-Bayyinah :7)

💕 Maka hendaklah dengan nikmat ini kita bersyukur
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (QS. Adh-Dhuha:11)

🎊 Maka dengan nikmat ini hendaklah kita bergembira dan gemberikanlah kaum beriman!!.
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus:58)

⏱ Pada hari Ahad 22 Januari 2017  yang lalu saya bertemu dengan salah satu sekte dalam agama kristen disuatu tempat umum tepatnya di Tugu Pinsil Tanjungpinang, Baca lebih lanjut

April 2, 2017 Posted by | Aliran Yehuwa, bantahan, Kristen, Misionaris, WhatsApp | Tinggalkan komentar