Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Penjelasan Hadis Menyembelih binatang karena Allah, dilarang dilakukan di tempat penyembelihan yang bukan karena Allah

✨✨  *KAJIAN TAUHID* ✨✨

 

📚 Bab XI Menyembelih binatang karena Allah, dilarang dilakukan di tempat penyembelihan yang bukan karena Allah

 

✍🏻 Tsabit bin Dhohhak Radhiallahu’anhu berkata :

 

نذر رجل أن يذبح إبلا ببوانة، فسأل النبي فقال :” هل كان فيها وثن من أوثان الجاهلية يعبد ؟” قالوا : لا، قال :” فهل كان فيها عيد من أعيادهم ؟” قالوا : لا، فقال رسول الله :” أوف بنذرك، فإنه لا وفاء لنذر في معصية الله ولا فيما لا يملك ابن آدم”. رواه أبو داود وإسناده على شرطهما.

 

“Ada seseorang yang bernadzar akan menyembelih onta di Buwanah(nama suatu tempat di sebelah selatan kota Makkah, sebelum Yalamlam; atau anak bukit sebelah Yanbu’.), lalu ia bertanya kepada Rasulullah, maka Nabi bertanya : “Apakah di tempat itu ada berhala-berhala yang pernah disembah oleh orang-orang jahiliyah ? para sahabat menjawab : tidak, dan Nabipun bertanya lagi : “Apakah di tempat itu pernah dirayakan hari raya mereka ? para sahabatpun menjawab : tidak, maka Nabipun menjawab : “Laksanakan nadzarmu itu, karena nadzar itu tidak boleh dilaksanakan dalam bermaksiat kepada Allah, dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh seseorang” (HR. Abu Daud, dan Isnadnya menurut persyaratan Imam Bukhori dan Muslim)

 

🖋 Faidah Tauhid Hadits ini

 

1⃣. Dianjurkan untuk mufti sebelum mengeluarkan fatwa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan keterangan yang jelas

 

2⃣. Adanya suatu pelajaran penting untuk menutup jalan yang mengarah kepada kemusyrikan dan meninggalkan tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang musyrik, dan melarang apa yang menjadi pemicunya.

 

3⃣. *Hati-hati ya untuk teman-teman yang tinggal di daerah mayoritas kafir misal mereka punya perayaan lalu mereka menyuruh kita untuk menyembelih di tempat mereka agar orang-orang Islam ikut makan makanan yang disediakan oleh mereka (karena yang mereka tau asal yang nyembelihnya Islam maka dagingnya boleh dimakan).*

 

4⃣. Nadzar harus dalam perkara yang dia miliki/ tanggungan dia sendiri. Tidak boleh nadzar milik orang lain, misal kalau dia sembuh maka dia akan menginfakkan harta temannya.

Baca lebih lanjut

Februari 11, 2017 Posted by | dasar islam, fiqh, KAJIAN TAUHID, manhaj, Sembelihan, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Menyembelih binatang karena Allah, dilarang dilakukan di tempat penyembelihan yang bukan karena Allah (Bagian 1)

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab XI Menyembelih binatang karena Allah, dilarang dilakukan di tempat penyembelihan yang bukan karena Allah*

➡ Bab ini ada kemiripan dengan bab X sebelumnya yaitu masih terkait dengan ibadah penyembelihan.
🌾 Bab ini menerangkan terkait mewaspadai tasyabuh dan menutup rapat-rapat terhadap sarana menuju kesyirikan yang telah lama terkubur.

💕Dalil pertama yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi Firman Allah Ta’ala
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
(QS. At-Taubah : 107-108)

🔓 Faidah ayat ini :

1⃣. Allah menyuruh Rosul-Nya untuk tidak sholat di masjid Dhirar dan kaum muslimin pun mengikutinya. Baca lebih lanjut

Januari 31, 2017 Posted by | dasar islam, fiqh, KAJIAN TAUHID, Sembelihan, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Pembahasan Masuk surga / masuk neraka hanya karena menyembelih lalat

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab X Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah*

🔥 *Pembahasan Masuk surga / masuk neraka hanya karena menyembelih lalat…*

🌾 Kisah seorang pelacur Bani Isroil yang masuk surga karena memberi minuman kepada anjing mungkin sudah sangat familier di telinga kita, demikian juga kisah seorang perempuan yang masuk neraka karena menyiksa kucing. Namun pernahkan kita mendengar dan men-tafakkuri kisah seekor lalat yang bisa menjermuskan seseorang ke Neraka? Silahkan dibaca riwayat berikut

💫 Thoriq bin Syihab Radhiallahu’anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“دخل الجنة رجل في ذباب, ودخل النار رجل في ذباب، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله ؟، قال : مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئا، فقالوا لأحدهما قرب، قال : ليس عندي شيء أقرب، قالوا له : قرب ولو ذبابا، فقرب ذبابا فخلوا سبيله فدخل النار، وقالوا للآخر : قرب، فقال : ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله U، فضربوا عنقه فدخل الجنة ” رواه أحمد.

“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya : bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah, Rasul menjawab : “Ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi : persembahkanlah sesuatu untuknya, ia menjawab : saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya,  mereka berkata lagi : persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat, maka iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk kedalam neraka karenanya, kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain : persembahkalah untuknya sesuatu, ia menjawab : aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga”. (HR. Ahmad).

✍🏻 Faidah :
1⃣ . Adanya kisah besar dalam hadits ini, yaitu kisah seekor lalat.
2⃣. Masuknya orang tersebut kedalam neraka disebabkan karena mempersembahkan Baca lebih lanjut

Januari 25, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Sembelihan, WhatsApp | Tinggalkan komentar

😇 Renungan mutasi..

😇Renungan mutasi..

❓Mutasi adalah
❤ hal yang diharapkan bagi sebagian pegawai atau..
💔 mungkin yang ditakutkan sebagian pegawai,
✔ namun sebagai Abdi Negara mutasi adalah suatu hal keniscayaan.

✍🏻 Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas mutasi dari segi kebijakan karena itu bukan ranah dan bidang saya, namun saya akan mengambil sedikit ibroh pelajaran dari moment ini.

1⃣. Sebagian pegawai mungkin tidak terlalu berfikir/ cuek untuk membeli barang berharga di tempat “asingnya” bahkan yang penting “ada saja dan formalitas bisa jalan,” sehingga pilihan barang second pun tidak jadi masalah.

2⃣. Sebagian pegawai mungkin jarang yang membeli asset tanah / rumah di tempat “asing”nya dan lebih memilih untuk invest di “homebase” nya, walau belum tahu kapan dia bisa kembali.

3⃣. Sebagian pegawai mungkin akan merasa senang dan tenang jika ternyata dia mendapat mutasi ke tempat asalnya/ tempat impiannya.

4⃣. Sebaliknya, sebagian pegawai akan merasa murung jika mendapat tempat yang tidak sesuai harapan, dan dia akan mendekatkan diri-Nya untuk bersimpuh kepada-Nya dan berdoa agar bisa mendapat tempat yang lebih baik, walau sebenarnya tempat yang baru itu ternyata bagus juga…

🌾Saya teringat suatu riwayat dalam Hadits Arbain Nawawiyah no 40 yang berbunyi

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .

[رواه البخاري]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : *Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “* , Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “(Riwayat Bukhori)

💕 Ikhwan fillah ada beberapa kemiripan keadaan mutasi kita ini dengan mutasi kita sesungguhnya (perpindahan dari dunia fana ini ke kampung akhirat)…

‼Ingatlah, kita adalah makhluk “Alien” yang tentunya diharapkan kita akan kembali ke kampung halaman kita (surga) dengan selamat, karena moyang kita Nabi Adam ‘alaihissalam berasal dari sana..
❌ beda dengan Jang Darwin yang nganggap moyangnya dari kera.. 🐵

🔓 Analogi kita dengan orang asing atau pengembara mempunyai beberapa kemiripan.

❓ Pantaskah seorang asing/ pengembara jika duduk sejenak untuk istirahat dibawah pohon, ia akan terlena dengan tidur-tiduran dan keasyikan bermain dibawah pohon sehingga ia lupa akan tujuan awalnya??
✅ atau apakah ia akan sekedar istirahat sebentar untuk menyiapkan bekal agar bisa sampai ke tujuannya dengan selamat. Baca lebih lanjut

Januari 22, 2017 Posted by | dasar islam, DJPB, KEMENKEU, Kerjaan, rileks sejenak | Tinggalkan komentar

Bab X Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah 🔥 Pelaknatan 4 Pelaku

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab X Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah*

🔥 *Pelaknatan 4 Pelaku*

🌾Ali bin Abi Tholib Radhiallahu’anhu berkata :

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku tentang empat perkara :

“لعن الله من ذبح لغير الله، لعن الله من لعن والديه، لعن الله من آوى محدثا، لعن الله من غير منار الأرض”

“Allah melaknat orang-orang yang menyembelih binatang bukan karena Allah, Allah melaknat orang-orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang-orang yang melindungi orang yang berbuat kejahatan, dan Allah melaknat orang-orang yang merubah tanda batas tanah”. (HR. Muslim)

🔓 Faidah hadis ini

1⃣. Makna Laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah!! wal iyyadzubillah padahal kita masuk surga karena *rahmat* Allah bukan karena ibadah kita!! ini menunjukkan dosa laknat ini sangat besar!!
2⃣. Orang yang pertama kali dilaknat oleh Allah berdasarkan hadits diatas adalah orang yang menyembelih karena selain Allah. Dan perbuatan ini adalah perbuatan kekafiran. Baik saat menyembelihnya menggunakan Nama selain Allah atau Sembelihan itu diniatkan untuk selain Allah dalam beribadah.
3⃣. Dilaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, hal itu bisa terjadi bila ia melaknat kedua orang tua seseorang, lalu orang tersebut melaknat kedua orang tuanya.

مِنْ الْكَبَائِرِ أَنْ يَشْتُمَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالُوا وَكَيْفَ يَشْتُمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ

“Termasuk dosa besar seseorang mencela kedua orang tuanya”. Para sahabat bertanya, “Bagaimana seseorang bisa mencela kedua orang tuanya ?” Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Seseorang mencela ayah orang lain lalu orang lain tersebut membalas mencela ayahnya kemudian dia membalas mencela ibu orang lain lalu orang lain tersebut membalas dengan mencela ibunya”  (HR. Ahmad no. 6529. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan, “Sanadnya shohih sesuai syarat Bukhori Muslim.) Baca lebih lanjut

Januari 22, 2017 Posted by | dasar islam, Sembelihan, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Serba-serbi kasuistis menyembelih!!ente pernah ngalamin yang mana

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab X Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah*
✍🏻 *Serba-serbi kasuistis menyembelih!!ente pernah ngalamin yang mana* 😀
💫 Setelah kita mengetahui 2 hal penting dalam penyembelihan yaitu
1⃣. Niat ditujukan kesiapa (al-Qoshdu)
⚡Cacat dalam hal ini maka jatuh dalam syirik ibadah (karena dia meniatkan untuk selain Allah) dan hukumnya syirik akbar keluar dari Islam.
2⃣. Tasmiyah (pengucapan Nama Allah dalam penyembelihan)
⚡Cacat dalam hal ini maka jatuh dalam syirik isti’anah (permintaan tolong dan pengambilan berkah) dan hukumnya syirik akbar keluar dari Islam.
🔓 Maka terbagilah hukum-hukum sebagai berikut
1⃣. Jika seorang muslim menyembelih ditujukan sebagai pendekatan diri kepada Allah dalam al-Qoshdu (seperti iedul Adha, Aqiqah, dam dll) dan dalam menyembelih dia mengucapkan bismillah dalam tasmiyah-nya maka dia adalah *ahli tauhid, dan halal dimakan sesembelihannya.*
2⃣. Jika seseorang menyembelih diniatkan tidak dalam rangka pendekatan diri kepada Allah seperti buat makan sehari-hari atau untuk jualan, dan dia mengucapkan bismillah dalam sembelihannya maka *hukumnya mubah dan halal dimakan sembelihannya.*
3⃣. Jika seseorang menyembelih diniatkan untuk pendekatan kepada *selain Allah* seperti
🔥 jin penunggu suatu wilayah karena dia akan membangun jembatan atau,
🔥 jin “penguasa daerah” karena dia ingin membuat rumah sehingga menanam kepala kerbau di pondasi rumah, atau
🔥”penguasa” wilayah Lapindo agar lumpurnya tidak keluar terus, atau
🔥 jin / tenaga dalam / khodam agar dia tetap “sakti”, atau
🔥 penyembelihan untuk makam Kyai/ Habib/ Syeikh/ Ustad / Ratu Pantai Selatan / Presiden dll.
❌maka *haram dimakan daging sesembelihannya dan menjadi najislah* daging dan darahnya, karena kedudukannya sudah menjadi bangkai, sehingga sayur/ nasi/ tempe/ kuah yang tercampur oleh daging tersebut menjadi najis walaupun tidak bau dan walaupun dia saat menyembelih mengucapkan bismillah. Orang ini telah jatuh dalam syirik ibadah.
4⃣. Jika seseorang menyembelih diniatkan kepada Allah namun dia mengucapkan nama selain Allah dalam menyembelih seperti Bismi Nabi Muhammad/ Bismi Hussein/ Bismi Nyi Roro Kidul / Bismi Dewi Sri / Bismi Yesus / Bismi Sunan Kali Jogo wa Sunan Ampel dll maka dia telah jatuh kepada kesyirikan (yaitu syirik dalam hal isti’anah/ permintaan tolongan/ berkah) sehingga hasil sesembelihannya pun menjadi haram dan najis.
Allah berfirman
وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ…
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan…. (QS.Al-An’am 121)
5⃣. Jika seseorang menyembelih yang mubah seperti untuk jualan dan makan sehari-hari namun dia *lupa membaca bismillah* , maka para ulama khilaf dalam hal ini, apakah sesembelihannya sah dan halal dimakan atau sesembelihannya tidak sah sehingga otomatis haram dimakan.
6⃣. Jika seseorang menyembelih untuk acara bid’ah seperti perayaan hari kelahiran, menyembelih saat sholat istiso’ dll maka sesembelihannya bid’ah dan dia berdosa namun status dagingnya tetap halal untuk dimakan selama 2 syarat diatas terpenuhi.
7⃣. Jika seseorang disuguhi/ memakan daging ayam/ kambing di rumah orang kafir Ahli Kitab seperti Kristen atau Yahudi (karena kekafiran dibagi 2 yaitu musyrikin dan ahli kitab) maka diperbolehkan untuk memakannya, berdasarkan riwayat bahwa Nabi dan para sahabat pernah makan di rumah orang Yahudi. Hal yang sama pun berlaku jika mendapat daging import dari negara kafir ahli kitab seperti negara Amerika / negara Israel selama disembelih dengan benar, tidak dengan cara dicekik, ditenggelamkan atau dipukul.
Allah berfirman
الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik, makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” (QS. Al-Maidah :5)
8⃣. Jika seseorang disuguhi sesembelihan orang kafir musyrik (non Ahli Kitab) seperti Syiah Rofidhoh/ Buddha, Hindu, Kong Hutchu , Agnostik , Atheis maka sesembelihannya najis dan haram untuk dimakan. Hal yang sama pun berlaku jika mendapat daging import dari negara kafir musyrik seperti negara China.
9⃣. Jika seseorang membeli daging di pasar kaum muslimin dan pedagangnya kaum muslimin maka dagangannya halal dimakan dan dia tidak diperintah untuk takalluf (memberat-beratkan diri untuk kepo mau tau, benar atau tidak nyembelihnya) karena seorang muslim hukum asalnya selamat sampai ditemukan kesalahan yang meyakinkan.
🔟. Jika menyembelih tidak menyebut nama siapapun dan bukan dalam rangka ibadah maka ini merupakan bentuk kemaksiatan.
1⃣1⃣. Jika menyembelih ikan/ belalang untuk selain Allah dan menggunakan nama selain Allah juga maka perbuatannya kekafiran yang nyata namun status dagingnya *boleh dimakan* , karena bangkai ikan dan belalang boleh dimakan.
1⃣2⃣. Jika ditemukan sesajian dijalan berupa buah-buahan seperti apel, jeruk, jus dll yang jelas ditujukan untuk selain Allah seperti kuburan atau berhala orang kafir maka halal dimakan. Karena tidak ada bangkai untuk buah-buahan.

✨Allohu A’lam✨

Januari 19, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Sembelihan, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Dalil menyembelih adalah ibadah

✨✨ *KAJIAN TAUHID* ✨✨

📚 *Bab X Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah*

💫 Alhamdulillah segala puji bagi Allah, kita sudah membahas kitab Tauhid ini sampai bab X, saya berdoa kepada Allah semoga kita bisa mengkhatamkan kitab yang sangat berharga ini.

✍🏻 Pada Bab ini kita akan membahas penyembelihan dari segi Tauhid dan akan kita bahas juga insya Allah dalam sisi fiqh makanan, seperti hukum memakan sesembelihan orang kafir, hukum membeli ayam di pasar dll, biidznillah.

💡 Sebelumnya kita harus memahami terlebih dahulu apa makna dari ibadah

📌 Ibadah adalah *Semua nama yang mencakup apa-apa yang dicintai dan diridhoi oleh Allah baik berupa perbuatan atau ucapan, terang-terangan atau tersembunyi*

🔓 sehingga jika didalam Al-Qur’an atau as-Sunnah disebutkan perintah untuk melaksanakannya maka itu adalah ibadah!! karena apa yang diperintahkan oleh Allah berarti itu dicintai oleh Allah, dan yang yang dicintai oleh Allah adalah *ibadah* , sehingga jika ibadah dipalingkan kepada selain Allah maka orang tersebut telah berbuat kesyirikan karena telah memalingkan ibadah kepada selain Allah. fahami baik-baik kaidah ini.

❓❓Apa dalil yang menyatakan bahwa menyembelih adalah ibadah??

💫 Firman Allah Subhanahu wata’ala :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
✅ “Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, *penyembelihanku,* hidupku dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya, demikian itulah yang *diperintahkan* kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS. Al An’am, 162-163).
dan
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

✅“Maka dirikanlah sholat untuk Rabbmu, dan *sembelihlah korban(untukNya)*” (QS. Al Kautsar, 2)-

Dalam 2 ayat ini Allah memerintahkan kita untuk menyembelih yang ditujukan untuk Allah.

Dalam penyembelihan ada 2 hal yang perlu diperhatikan

1⃣. *Al-Qushdu (niat)*

Artinya diniatkan untuk siapakah sesembelihan tersebut, untuk Allah atau untuk selain Allah, seperti makam wali/ makam gus/ makam habib/ tenaga dalam/ jin/ presiden dll.

2⃣. *At Tasmiyah (pelafazan)*

Artinya dalam menyembelih dia *mengucapkan* nama Allah dengan bismillah atau nama selain Allah, seperti bismi Yesus/ Bismi nyi Roro Kidul/ Bismi Husein / Bismi Hamengkubuwono / Bismi Sunan Ampel / Bismi Sunan Kalijaga dll.

‼Kesalahan dan kecacatan dalam permasalahan ini menyebabkan pengaruh kepada halal dan haramnya makanan yang kita makan.
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ

maka hendaklah manusia itu *memperhatikan makanannya* (QS. ‘Abasa : 24)

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, dan *binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.* Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya), sedangkan ia tidak (dalam keadaan) memberontak dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqoroh : 173)

✅ Seorang yang bertauhid tentulah yang mentauhidkan Allah dalam Al-Qoshdu dan At-Tasmiyah.

Bersambung -Insya Allah

✨Allahu A’lam✨

Januari 11, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Sembelihan, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Mengambil Faidah Hadis Pengkeramatan pohon dalam Perang Hunain

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

📌 *Mengambil Faidah Hadis Pengkeramatan pohon dalam Perang Hunain!!*

✍🏻Abi Waqid Al Laitsi menuturkan :

“Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan dzatu anwath, mereka selalu mendatanginya dan  menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, disaat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata : “Ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami dzat anwath sebagaimana mereka memilikinya”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab :

“الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون[ لتركبن سنن من كان قبلهم” رواه الترمذي وصححه.

“ *Allahu Akbar,* itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kalian benar-benar telah mangatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa :“Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab : “Sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti (faham), kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Turmudzi, dan dinyatakan shoheh olehnya)

🖊 *Faidah :*

1⃣ Mereka belum melakukan apa yang mereka minta.

2⃣ Mereka melakukan itu semua untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah, karena mereka *beranggapan bahwa Allah menyukai perbuatan itu.*

3⃣ Apabila mereka tidak mengerti hal ini, *maka selain mereka lebih tidak mengerti lagi.* Oleh karena itu Dakwah Tauhid merupakan hal yang sangat urgen di zaman yang jauh dari masa kehidupan Rosul dan para sahabatnya, seperti zaman kita sekarang ini.

4⃣ Mereka memiliki kebaikan-kebaikan dan jaminan maghfirah  (untuk diampuni) yang tidak dimiliki oleh orang-orang selain mereka.

5⃣ Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam tidak menerima argumentasi mereka, bahkan menyanggahnya dengan sabdanya : “Allahu Akbar, sungguh itu adalah tradisi orang-orang sebelum kalian dan kalian akan mengikuti mereka”. Beliau bersikap keras terhadap permintaan mereka itu dengan ketiga kalimat ini.

6⃣ Satu hal yang sangat penting adalah pemberitahuan dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bahwa permintaan mereka itu persis seperti permintaan bani israil kepada Nabi Musa : “Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka mempunyai sesembahan sesembahan …” Baca lebih lanjut

Januari 9, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Siapakah Laata, Uzza, Mannat ??dan kisah menarik masuk Islamnya juru kuncen tempat keramat!!

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

📌 *Siapakah Laata, Uzza, Mannat ??dan kisah masuk Islamnya juru kuncen tempat keramat!!*

🌱Allah berfirman
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap *al Lata dan al Uzza,*
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ

*dan Manah* yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?
أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ

Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰ

Itu tidak lain *hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya;* Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
(QS. An-Najm 19-23)
⚡ Mari kita mengenal mereka!!.
🔥 *Al-Laata*
➡Laata adalah Nama seseorang yang dahulu dia suka memberi makan kepada orang yang berhaji dengan sawik (makanan dari tepung), disebutkan pula dia sering duduk diatas batu dan suka menghibur orang yang melihatnya dengan mengambil anggur thaif dan aqath dan membuat makanan untuk diberikannya kepada orang yang melewatinya. *Ketika dia telah mati orang-orang pun mendatangi kuburannya, mengagungkannya dan menyembah kepadanya.* Sebagian mereka mengira ia adalah Amir bin Adh Dharb.

🔨Ibnu Hisyam berkata “Maka Rasulullah mengutus Mughirah bin Syu’bah, lalu dia menghancurkannya dan membakarnya.”

🔥 *Al-Manat*
➡ Manat adalah patung yang terletak diantara Makkah dan Madinah

⛏Ibnu Hisyam berkata “Lalu Rosulullah mengutus Ali, dan Ali menghancurkannya pada perang Fathul Makkah/ penaklukan Makkah”. Kalau ini terjadi di Indonesia mungkin atau pasti Ali dan Nabi bakal dibilang “Extrimis Wahhabi!!” 😀

🔥 *Al-Uzza*
➡ Uzza adalah pohon yang diatasnya ada bangunan dan sitar (kain penutup) yang terdapat di daerah Nakhlah, antara Makkah dan Thaif.
🍃 Dahulu orang-orang Quraisy mengagungkannya. Nih hampir miriplah kayak di Gunung Bintan (beberapa waktu lalu) atau mungkin di tempat-tempat lain ada pohon dikasih deh kain-kain pembatas yang ga tau maksud dan fungsinya buat apaan, terus diagungin dan dikasih bumbu macam-macam. Baca lebih lanjut

Januari 9, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Tabarruk ➡Mengenal sekilas Uzza

✨✨ *KAJIAN TAUHID* ✨✨
📚 *Bab Tabarruk*
➡Mengenal sekilas Uzza

☝🏻Ini adalah patung Uzza yang ditemukScreenshot_20170109-073357.pngan disalah satu peninggalan kuno di Yordania, yang ternyata diketahui merupakan figur jin perempuan. Perhatikan lingkaran zodiak yang mengitarinya, sebagai bentuk penyesatan kepada manusia dengan ramalan ramalan bintang. Lingkaran ini juga merupakan simbol gerbang antara dua alam (manusia dan jin), dan Uzza digambarkan berada dibelakang lingkaran atau di perbatasan nya.
📚Dalam sumber lain bahkan jin perempuan yang bernama Uzza itu telah membohongi para penyembah nya dengan mengaku sebagai *putri-putri Allah*, padahal ia hanyalah setan!! Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap *al Lata dan al Uzza,*
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ

dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?
أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan *untuk Allah (anak) perempuan?*
(QS. An-Najm 19-21)
💡Ada kisah unik dari sebagian jin yang disembah oleh orang Arab Jahiliah pada zaman Nabi, yang mana ternyata jin nya bertaubat dan masuk Islam di tangan Nabi, namun orang-orang itu masih tetap menyembah jin itu.
Kisah mereka disebut kan Allah dalam firman-Nya
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. (QS. Al-Isro : 57)
✍🏻Abdullah bin Mas’ud berkata mengenai ayat tersebut ; ‘Sebagian kelompok dari bangsa Jin disembah manusia. Lalu bangsa jin tersebut masuk Islam.’ (lihat HR. Bukhari no 4715)

Insya Allah bersambung membahas lebih lanjut siapakah berhala Laata, Uzza dan Manat, semoga kita dilindungi Allah dari kesesatan jin dan ramalan-ramalan zodiak kalender Masehi

Maroji :
Buku Alien jilid 1 ustadz Rikrik Abu Abdillah Bandung

✨Allahu A’lam✨

Januari 9, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar