Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah (Tata Cara Ruqyah jika telah terkena gangguan jin, baik berupa sihir/ pelet/ santet/ kesurupan/ mungkin riwayat dahulu pernah belajar tenaga dalam/ “diisi” 

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*

📌 *Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah (Tata Cara Ruqyah jika telah terkena gangguan jin, baik berupa sihir/pelet/santet/kesurupan/ mungkin riwayat dahulu pernah belajar tenaga dalam/ “diisi” bag. 1 2 3)*

Pengobatan sihir yang sudah menimpa pada diri seseorang bisa dilakukan dengan beberapa cara:

Cara pertama

Mengeluarkan sihir tersebut dan menggagalkannya jika diketahui tempatnya dengan cara-cara yang dibolehkan menurut syariat. Dan ini merupakan suatu hal yang paling manjur untuk pengobatan orang yang terkena sihir [1].

Cara kedua

Menggunakan ruqyah yang sesuai dengan syariat, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Ruqyah dengan daun bidara
Menumbuk tujuh helai daun pohon sidr (daun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan ke dalamnya:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“ِAku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk“
اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255).
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ
“Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun.” (QS. Al A’raf: 117-122).
وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَى أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!” Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).” (QS. Yunus: 79-82).
قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَى قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَى وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى
“(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?”. Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: “janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.” (QS. Thaha: 65-70).
 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. an aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.” (QS. Al Kafirun: 1-6).
 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.” (QS. Al Ikhlash: 1-4).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.” (QS. Al Falaq: 1-5).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, ari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6).
Setelah membacakan ayat-ayat di atas pada air yang sudah disiapkan tersebut hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih hingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktikkan, dan dengan izin-Nya, Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami-isteri yang tidak bisa jima‘ (bersetubuh) karena terkena sihir [2].
***
[bersambung]
Catatan kaki
[1] Lihat Zaadul Ma’ad (IV/24), Shahih Al Bukhari (no. 5765) dan Shahih Muslim (no. 2189), dari ‘Aisyah radhiallahu’anha dan Majmu’Al Fatawa Syaikh Ibnu Baz (III/280)
[2] Lihat Fatawa Ibnu Baaz (III/279), Fathul Majid (hal. 263-264), murajaah dan ta’liq Syaikh Ibnu Baaz cet. Daar Ash Shuma’i tahun 1519H, dan Ash Sharimul Battar fit Tashaddi lis Saharatil Asyraar, karya Wahid Abdussalam Bali (hal. 109-117). Di sana terdapat juga ruqyah yang cukup panjang yang insya Allah sangat bermanfaat. Juga lihat Mushannaf Abdurrazaq (XI/13) dan Fathul Baari (X/233).
___
Disalin ulang dari buku “Doa dan Wirid” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz, hal. 431-439, cetakan ke-15, penerbit Pustaka Imam Syafi’i.
Artikel Muslim.or.id

Bag. 2

2. Dengan tiupan dan sentuhan

Membaca surat Al Fatihah, ayat Kursi, dua ayat terakhir surat Al Baqarah, surat Al Ikhlash, surat Al Falaq, dan surat An Naas sebanyak tiga kali atau lebih, disertai tiupan dan sentuhan pada bagian yang terasa sakit dengan menggunakan tangan kanan [1].
3. Membaca dzikir dan doa ruqyah
Membaca beberapa ta’awwudz, ruqyah, dan doa yang mencakup:
a) Membaca doa berikut:
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، أَنْ يَشْفِيَكَ
“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb Pemilik Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu” (Diucapkan sebanyak 7x)[2]
b) Orang yang sakit meletakkan tangannya diatas bagian yang sakit seraya mengucapkan:
بِسْمِ اللَّهِ
“dengan menyebut nama Allah” (dibaca 3x)
Kemudian mengucapkan:
أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِن شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحاذِرُ
“Aku berlindung kepada Allah dan kepada kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang aku temui dan yang aku khawatirkan” (dibaca 7x)[3]
c) Membaca doa (sambil mengusapkan tangan kanan kepada orang yang sakit) :
اللَّهُمَّ ربَّ النَّاسِ ، أَذْهِب الْبَأسَ ، واشْفِ ، أَنْتَ الشَّافي لا شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفاءً لا يُغَادِرُ سقَماً
“Ya Allah, Rabb Pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun” [4]
d) Membaca doa:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لامَّةٍ
“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaithan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang jahat” [5].
e) Membaca doa:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya” [6]
f) Membaca doa:
أَعُوذُ بِكَلِماتِ اللّه التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمنْ شَرّ عِبادِهِ، وَمِنْ هَمَزاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضرُونِ
“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan syaithan, dan dari kedatangan mereka kepadaku”. [7]
g) Membaca doa:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ كُلِّ طَارِقٍ، إِلاَّ طَارِقٍ يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَـٰنُ
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang telah Dia jadikan dan Dia ciptakan. Serta dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan yang naik ke langit, dari kejahatan yang tenggelam ke bumi, dari kejahatan yang keluar ke bumi, dari kejahatan fitnah malam dan siang, dan dari kejahatan setiap yang datang (di waktu malam), kecuali yang datang dengan tujuan baik, wahai Rabb Yang Maha Pemurah” [8].
h) Membaca doa:
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
“Ya Allah, Rabb langit yang tujuh, Rabb bumi dan Rabb ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, Pembelah biji dan benih, Yang menurunkan Taurat, Injil dan al Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang. Engkau lah yang memegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Dan Engkau-lah yang zhahir, sehingga tiada sesuatu pun yang mengungguli-Mu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari-Mu. Lunasilah hutang kami dan cukupilah kami hingga terhindar dari kefakiran” [9].
i) Membaca doa:
بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ
“Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa dan mata orang yang dengki. Mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama Allah, aku mengobatimu dengan meruqyahmu” [10]
Atau membaca doa:
بِاسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ
“Dengan menyebut nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat” [11]
Atau membaca doa:
بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ حَسَدِ حَاسِدٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ، اللَّهُ يَشْفِيكَ
“Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kedengkian orang yang dengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat. Mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu” [12]
Semua ta’awudz (doa perlindungan), doa dan ruqyah tersebut dapat dipergunakan untuk mengobati sihir, kesurupan jin, dan semua macam penyakit. Sebab ia merupakan ruqyah yang lengkap dan sangat bermanfaat dengan izin Allah Ta’ala.
4. Berbekam
Mengeluarkan penyakit dengan melakukan pembekaman pada bagian yang tampak bekas sihir, hal itu jika dimungkinkan. Tetapi jika tidak mungkin, maka cukup dengan penyembuhan cara sebelumnya. Walhamdulillah [13].
5. Dengan obat-obat alami
Di dunia ini terdapat beberapa obat alami yang sangat bermanfaat yang ditunjukkan olah Al Qur’an dan As Sunnah. Jika seseorang menggunakannya dengan penuh keyakinan dan kejujuran disertai keyakinan bahwa manfaat itu hanya dari Allah, maka Allah akan memberikan manfaat padanya, jika Dia menghendaki. Di sana terdapat obat yang dikombinasi dari rerumputan dan sejenisnya, yang semuanya itu didasarkan pada pengalaman sehingga tidak ada larangan untuk memanfaatkannya menurut syariat selama tidak diharamkan[14].
Diantara pengobatan dan penyembuhan alami yang sangat bermanfaat dengan izin Allah Ta’ala adalah menggunakan madu, habbatus sauda (jintan hitam), air zamzam, dan air hujan. Hal itu didasarkan pada firman Allah Ta’ala:
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا
“Dan dari langit Kami turunkan air yang diberkahi (banyak manfaatnya)…” (QS. Qaaf: 9).
Juga minyak zaitun. Hal itu didasarkan pada sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :
كُلُوا الزَّيْتَ، وَادَّهِنُوا بِالزَّيْتِ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ
“Makanlah oleh kalian minyak (zaitun) dan poleskanlah dengannya, karena sesungguhnya minyak (zaitun) itu dari pohon yang diberkahi” [15]
Telah terbukti melalui pengalaman, praktek langsung serta melalui kepustakaan, bahwa ia merupakan minyak yang paling bagus [16].
Dan di antara obat alami lainnya adalah: mandi, membersihkan diri, dan memakai wangi-wangian.
***
[bersambung]
 
Catatan kaki
[1] Lihat Fathul Baari Syarh Shahih Al Bukhari (IX/62 dan X/208) dan Shahih Muslim (no. 2192 (50-51)).
[2[ Shahih. HR. At Tirmidzi (no. 2083), Abu Dawud (no. 3106) dan Al Hakim (IV/416) dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu. Lihat Shahih Al Jami’ish Shaghir (no. 6388).
[3] Shahih. HR. Muslim (no. 2202 (67)), dari Utsman bin Abil Ash Ats Tsaqafi radhiallahu’anhu
[4] Shahih. HR. Al Bukhari (no. 5743), dan Muslim (no. 2191 (46-49)), dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, lafazh ini milik Al Bukhari.
[5] Shahih. HR. Al Bukhari (no. 3371), dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma.
[6] Shahih. HR. Muslim (no. 2708)
[7] Hasan. HR. Abu Dawud (no. 3893) dan At Tirmidzi (no. 3528).
[8] Hasan. Hr. Ahmad (III/419) dan Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 637). Lihat Majmauz Zawaid (X/127) dan Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah (no. 2995)
[9] Shahih. HR. Muslim (no. 2713 (61, 63)) dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu.
[10] Shahih. HR. Muslim (no. 2186 (40)) dari Abu Sa’id radhiallahu’anhu.
[11] Shahih. HR. Muslim (no. 2185 (39)) dari Aisyah radhiallahu’anha.
[12] Hasan. HR. Ibnu Majah (no. 3527) dari Ubadah bin Ash Shamit radhiallahu’anhu.
[13] Lihat Zaadul Ma’ad (IV/125). Dan di sana masih terdapat beberapa macam pengobatan sihir yang lain setelah kejadiannya, jika dicoba maka bermanfaat. Lihat juga Mushannaf Ibni Abi Syaibah (VII/386-287), Fathul Baari (X/233-234), Mushannaf Abdirrazzaq (XI/13), ash Shaarimul Battar (hal. 194-200), dan Ash Sihru Haqiqatuhu wa Hukmuhu, karya Dr. Misfir Ad Damini (hal. 64-66).
[14] Lihat Fathul Haqqil Mubiin fii ‘Ilaajisy Syar’i was Sihri wal ‘Ain (hal. 139)
[15] Hasan li ghairihi. HR. Ahmad (III/497), At Tirmidzi (no. 1851, 1852), dan Ibnu Majah (no. 3319). Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah (no. 379).
[16] Lihat Fathul Haqqil Mubiin fii ‘Ilaajisy Syar’i was Sihri wal ‘Ain (hal. 140-145).

Disalin ulang dari buku “Doa dan Wirid” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz, hal. 439-449, cetakan ke-15, penerbit Pustaka Imam Syafi’i.

Artikel Muslim.or.id

Bag 3

Pengobatan terhadap kesurupan jin

Pengobatan terhadap orang yang kesurupan jin mempunyai dua bagian:

a) Pencegahan kesurupan

Di antara upaya pencegahan adalah dengan menjaga dan memelihara semua kewajiban dan menjauhi segala larangan, taubat dari segala macam kesalahan dan dosa, juga membentengi diri dengan beberapa dzikir doa, dan ta’awudz (doa perlindungan) yang disyariatkan.
b) Pengobatan kesurupan
Yaitu dengan cara seorang Muslim -yang hatinya sejalan dengan lisan dan ruqyahnya- membacakan bacaan bagi orang yang kesurupan. Dan pengobatan dengan ruqyah yang paling ampuh adalah dengan surat Al Fatihah [1], ayat Kursi, dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, Qul Huwallahu Ahad (surat Al Ikhlash), Qul A’udzubirabbil Falaq (surat Al Falaq), dan Qul A’udzubirabbin Naas (surat An Naas), dengan memberikan tiupan pada orang yang kesurupan dan mengulangi bacaan tersebut sebanyak tiga kali atau lebih, dan ayat-ayat Al Qur’an lainnya. Sebab seluruh isi Al Qur’an adalah penyembuh bagi apa saja yang ada di dalam hati, penyembuh, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman [2]. Serta doa-doa ruqyah seperti yang dijelaskan pada cara kedua dari pengobatan sihir (simak di artikel bagian 1 dan bagian 2).
Dalam pengobatan ini diperlukan adanya dua hal, yaitu:
Dari pihak orang yang kesurupan jin, yakni berkaitan dengan kekuatan dirinya, kejujuran tawajjuh-nya (menghadap) kepada Allah, ta’awudz yang benar yang sejalan antara hati dan lisannya.

Dari sisi orang yang berupaya mengobati, dimana dia pun harus demikian, karena senjata yang dipergunakan itu minimal harus seimbang dengan senjata lawan.
***
Catatan kaki
[1] Lihat Sunan Abi Dawud (no. 3420, 3896, 3897, 3901), Musnad Ahmad (V/210-211) dan lainnya dari pamannya Kharijah bin Ash Shalt radhiallahu’ahu. Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah (no. 2027).
[2] Lihat Al Fathur Rabbani, Tartiibu Musnad Al Imam Ahmad (XVII/183).

Disalin ulang dari buku “Doa dan Wirid” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz, hal. 458-460, cetakan ke-15, penerbit Pustaka Imam Syafi’i.

Artikel Muslim.or.id

✨Allahu A’lam✨

November 9, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah (Mari meruqyah preventif)

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨
📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*
📌Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah *(Mari meruqyah preventif)*

🌱 Sebagaimana kata pepatah *”lebih baik mencegah daripada mengobati”* maka tentunya amalan pencegahan termasuk hal yang disukai apalagi jika didalamnya terdapat petunjuk langsung dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam (berupa riwayat-riwayat yang shohih)

✨Lalu apa sajakah amalan preventif tersebut beserta manfaat/ faidahnya? berikut kami jabarkan amalan tersebut yang saya banyak mengambil manfaat dari situs rumaysho, yufid, muslim, al manhaj -semoga Allah menjaga pengelola situs tersebut.

1⃣.  Membaca ayat Kursi (QS. Al Baqarah: 255) pada pagi dan petang hari

Faedah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. Al Hakim (1: 562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 655.

2⃣. Membaca dzikir 
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya. ( HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.)
3⃣. Membaca
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)
Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. An Nasai Al Kubra 6: 10)
4⃣. Berdzikir 
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.)
5⃣. Berdzikir
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’UDZU BIKALIMAATILLAHIT-TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHOLAQ
Artinya:
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (yaitu Al Qur’an pent), dari seluruh keburukan apa yang telah Allah ciptakan (baik dari jenis manusia, hewan, jin, serangga, halilintar, angin puting beliung, dsb. Yang jelas semua bencana, di dunia dan Akhirat pent).” (Dibaca tiga kali pada petang hari saja)
Dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barang siapa yang mengucapkan dzikir ini di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan mendapat bahaya racun atau binatang (seperti kalajengking) yang mencelakakannya di malam tersebut. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 590 dan Ibnus Sunni no. 68. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266, dan Tuhfatul Akhyar hal. 45)

*Dzikir ini pun bisa dibaca jika kita ketakutan ketika singgah di sebuah tempat*

🍃Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
“Barangsiapa yang singgah di suatu tempat lantas ia mengucapkan “a’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya)”, maka tidak ada sama sekali yang dapat memudhorotkannya sampai ia berpindah dari tempat tersebut” (HR. Muslim no. 2708).
6⃣. Membaca doa masuk wc
اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَا ئِثِ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan. [Doa masuk wc, HR. Muslim]
7⃣. Membaca doa saat bersetubuh
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا
“Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a: [Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” (HR. Bukhari no. 6388 dan Muslim no. 1434).
8⃣. Sebelum tidur, amalkan riwayat berikut
Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,
أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)
9⃣. Membaca ayat kursi sebelum tidur

Faidah Allah akan senantiasa menjaga dan setan pun tidak akan mendekati hingga pagi hari. (HR. Bukhari no. 2311)

🔟. Saat pergi amalkan riwayat berikut
Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ قَالَ « يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ ».
“Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga”. Setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
1⃣1⃣. Menjauhi musik, gambar bernyawa, dan patung makhluk hidup didalam rumah.
1⃣2⃣. Selisihi setan dalam segala keadaan sebagaimana yang Nabi ajarkan seperti makan dan minum dengan tangan kanan, bersiwak, baca doa makan dengan bismillah, menutup pintu rumah dengan mengucapkan bismillah, memakai sepatu berpasangan dll dari Sunnah Nabi sehingga setan tidak menganggap kita temannya.

🌿Sebenarnya banyak lagi amalan-amalan preventif yang bersumber dari riwayat yang shohih sehingga kita tidak membutuhkan lagi riwayat-riwayat yang palsu, sebagaimana kita lebih membutuhkan memakan buah yang asli dibanding buah yang sudah busuk apalagi yang palsu untuk urusan perut kita (maka apalagi untuk urusan agama kita) dan alhamdulillah agama Islam telah mengatur semua urusan dari wc sampai ketatanegaraan.

✨Allohu A’lam✨

November 9, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah !!(pembagian dan syaratnya)!!

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*

📌Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah *(pembagian dan syaratnya)*

❓❓Apa sajakah pembagian ruqyah?

1⃣. Ruqyah yang disyariatkan/ Ruqyah Syar’iyyah

2⃣. Ruqyah yang diharamkan, 

Bisa berupa Ruqyah Bid’iyyah (bid’ah), Ruqyah yang menuju kepada kesyirikan (seperti menggunakan bahasa yang tidak diketahui maknanya) atau bisa ke taraf Ruqyah Syirkiyyah (seperti istighosah kepada setan/menggunakan sihir)

📝 Syarat-syarat ruqyah yang syar’i

1⃣. Ruqyah menggunakan firman Allah (al-Qur’an), asmaul husna atau ucapan yang diajarkan oleh Nabi

2⃣. Menggunakan bahasa Arab yang fasih atau ucapan yang diketahui maknanya, bukan komat-kamit ngalor ngidul nggak jelas minta bantuan ke Allah juga keselain Allah seperti ke Yesus, Bunda Maria, dll (saya pernah melihat langsung jenis ini saat masih di Semarang tepatnya di Lawang Sewu saat itu kita masih sangat kurang faham ilmu Al-Qur’an dan As- Sunnah dan saat itu banyak dari kaum muslimin yang tertipu -semoga Allah memaafkan kesalahan saya) juga bukan dengan bahasa aneh yang tidak diketahui maknanya seperti mengucapkan “bimsalabim” apa arti kata tersebut??

3⃣. Orang yang meruqyah yakin bahwa ruqyah tidak memberi manfaat kecuali dengan takdir Allah.

4⃣. Ruqyah tidak menggunakan wasilah yang haram atau bid’ah, seperti meruqyah di kamar mandi, kuburan, mengkhususkan waktu tertentu misal saat melihat suatu bintang, meruqyah dalam keadaan junub, atau menyuruh pasien agar dalam keadaan junub, atau menyuruh mengambil air dari 7 sumur, mengambil 7 jenis kembang dan lain-lain dari cara-cara yang haram dan bid’ah.

5⃣. Pihak yang meruqyah bukanlah penyihir, dukun, atau peramal atau dukun bersorban (hati-hati terhadap yang satu ini).

6⃣. Meruqyah tidak mengandung ungkapan atau tata cara yang diharamkan, karena Allah tidak menjadikan perkara haram sebagai obat.

7⃣. Membaca al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah tajwid yang berlaku.

🍃Apabila ciri-ciri tersebut (yang benar) ada pada seorang peruqyah maka benarlah ia seorang peruqyah. 

🔥 Namun jika tidak ada pada diri mereka maka anda harus berhati-hati dengan mereka. Dikhawatirkan itu adalah praktek ruqyah yang tidak syar’i/ dukun bersorban‼ sehingga tidak memberikan manfaat apa-apa untuk anda atau bahkan mendatangkan jin lainnya ke dalam tubuh anda. 
🖋pembahasan ini saya banyak mengambil faidah dari buku Sembuh dengan ruqyah karya ustadz husain Al-Mubarak, MA dengan sedikit tambahan

✨✨Allahu A’lam✨✨

November 9, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) Pasal Tambahan mengenal gangguan jin 

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) 

📌Pasal Tambahan “mengenal gangguan”
📝 Tanda-tanda orang terkena gangguan Setan, Jin, Sihir, Pelet, Santet, guna-guna dlsb, sebagai berikut :

🍃Berdasarkan keadaan  :

1⃣. Waktu tidak sadar (tidur) seperti :

🔸Susah tidur tanpa sebab

🔸Suka mimpi buruk

🔸Terkadang mimpi ketemu arwah nenek moyang

🔸mengigau dengan kata-kata yang jorok

🔸Mimpi dikejar harimau, ular, anjing

🔸Beradu gigi

🔸Mimpi jatuh dari tempat yang tinggi

2⃣. Waktu Sadar (Tidak Tidur)

🔹Sakit tidak diketahui penyebabnya

🔹Lalai melakukan zikir dan amalan ketaatan

🔹Rasa pusing terus menerus bukan karena penyakit pusing

🔹Gampang marah, emosional yang berlebihan

🔹Kehilangan akal

🔹Banyak lupa yang tidak biasanya

🔹Lemah seluruh tubuh disertai rasa malas

🔹Suka gelisah, sedih, dan dada sempit yang berkelanjutan

🔹Perasaan menangis dan tertawa tanpa sebab

🔹Rasa malu yang berlebihan

🔹Minder suka menjauhkan diri dari manusia

🔹Tidak betah kumpul dirumah dengan keluarga,istri dan anak-anaknya atau kasar terhadap mereka

🔹Ada perubahan kearah negatif kepada seseorang yang dahulu istiqomah

🔹Malas shalat, lupa jumlah rakaat dan waswas dalam berwudhu

🔹Waswas, cemas, gelisah, ketakutan, melamun, tidak ingat keadaan sekitarnya

🔹Ada bisikan-bisikan seperti ada yang berjalan di bagian tubuh

🔹Haid tidak teratur/ berkepanjangan

🔹Gampang tersinggung, mudah emosi tak terkendali

🔹Sulit dapat jodoh, nafsu yang berlebihan atau terkadang tidak ada nafsu

🔹Perubahan perasaan pada suami/istri dari cinta menjadi benci

🔹Anggota badan bergetar dan pada dingin saat mendengar adzan, zikir, dan al-Qur’an

🔹Sensitif terhadap makhluk halus

🔹Secara garis besar dia tidak suka yang datang dari Al-Qur’an dan as-Sunnah terutama dari pengajarannya,

🔹 Lebih mendahulukan pendapat kelompoknya (fanatik), mendahulukan pendapat orang tua dan nenek moyangnya, dan ahlul bid’ah, 

🔹Merasa sok pintar (berkecukuppan) dalam beragama tanpa mau belajar lagi, 

🔹Merendahkan ahli ilmu,

🔹Suka mengamalkan amalan tanpa tuntunan yang jelas seperti menggunakan (hadis palsu, dhoif, hikayat-hikayat tidak jelas dll). 

🖋Catatan :

🔥Bila anda merasakan satu atau beberapa hal di atas, maka hendaklah Anda bertindak menghilangkan gangguan setan tersebut dengan berlindung kepada Allah dengan cara-cara yang diajarkan oleh Allah dan Nabi-Nya/ ruqyah
📚sumber : Sembuh dengan ruqyah karya ustadz husain Al-Mubarak, MA dengan tambahan

✨Allahu A’lam✨

November 9, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat), Pasal Tambahan Mengenal Ruqyah sebagai media kesembuhan

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*
📝 Pasal Tambahan *Mengenal Ruqyah sebagai media kesembuhan*

❓❓Apa sih Ruqyah…

➡ Ruqyah adalah jampi-jampi/ bacaan/ mantra yang dibacakan untuk orang yang terkena gangguan seperti demam, kesurupan, dll

❓❓Apakah Ruqyah  untuk penyakit batin saja?

➡ Tidak, namun mencakup obat jasmani juga berdasarkan keumuman ayat dan riwayat-riwayat berikut :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi *penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman* dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al-Isro : 82)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan *penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.*(QS. Yunus : 57)

🖋Sehingga Al-Qur’an adalah *senjata yang paling ampuh* , namun tentunya senjata harus dipegang dengan tangan orang yang benar yang bisa mengoperasikannya (ahli ilmu), jika seseorang mempunyai golok namun yang megang adalah anak bayi tentunya musuh tidak akan takut dengan bayi tersebut!! malah bisa-bisa anak bayi tersebutlah yang terkena bahaya karena dekat dengan senjata.

📌Adapun dalil dari hadits disebutkan mengenai kegunaan/ manfaat surah Al-Fatihah untuk ruqyah penyembuhan
ِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَوْا عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَلَمْ يَقْرُوهُمْ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ لُدِغَ سَيِّدُ أُولَئِكَ فَقَالُوا هَلْ مَعَكُمْ مِنْ دَوَاءٍ أَوْ رَاقٍ فَقَالُوا إِنَّكُمْ لَمْ تَقْرُونَا وَلَا نَفْعَلُ حَتَّى تَجْعَلُوا لَنَا جُعْلًا فَجَعَلُوا لَهُمْ قَطِيعًا مِنْ الشَّاءِ فَجَعَلَ يَقْرَأُ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَيَجْمَعُ بُزَاقَهُ وَيَتْفِلُ فَبَرَأَ فَأَتَوْا بِالشَّاءِ فَقَالُوا لَا نَأْخُذُهُ حَتَّى نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلُوهُ فَضَحِكَ وَقَالَ وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ خُذُوهَا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ

dari Abu Sa’id Al Khudri radliallahu ‘anhu bahwa beberapa orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengadakan suatu perjalanan, ketika mereka melewati salah satu perkampungan dari perkampungan Arab, orang-orang kampung tersebut tidak menerima mereka, ketika sikap mereka masih seperti itu seorang pemimpin mereka terkena sengatan kalajengking, lalu mereka pun berkata; “Apakah diantara kalian ada yang mempunyai obat, atau seorang yang bisa meruqyah?” lalu para sahabat Nabi pun berkata; “Sesungguhnya kalian tidak mau menerima kami, maka kamipun tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan imbalan kepada kami, ” akhirnya mereka pun berjanji akan memberikan beberapa ekor kambing.”Lalu seorang sahabat Nabi membaca *Ummul Qur`an (Al-fatihah)* dan mengumpulkan ludahnya seraya meludahkan kepadanya hingga laki-laki itu sembuh, kemudian orang-orang kampung itu memberikan kepada para sahabat Nabi beberapa ekor kambing.” Namun para sahabat Nabi berkata; “Kita tidak akan mengambilnya hingga kita bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal ini, ” lalu mereka bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang pemberian itu hingga membuat beliau tertawa. Beliau bersabda: “Tidak tahukah bahwa itu ruqyah, ambillah pemberian tersebut dan berilah bagiannya untukku.” (HR. Bukhori no 5736)

🖊Ibnul Qoyyim berkata, “Al-Qur’an adalah *obat yang sempurna untuk segala penyakit*, penyakit hati dan badan, penyakit dunia dan penyakit akhirat. Apabila seorang yang sakit pandai mencari obat, lalu menggunakannya dengan penuh keyakinan dan keimanan, maka ia *pasti manjur.* Bagaimana tidak, sebab obat tersebut adalah firman Allah? Kalimat yang apabila diturunkan kepada bumi, *bumi akan terpecah karenanya.* Semua penyakit fisik dan nonfisik ada obatnya di dalam Al-Qur’an. *Siapa yang tidak bisa sembuh dengan Al-Qur’an maka Allah tidak akan menyembuhkannya.* ” (Zaadul Ma’ad)

🖋 Pada kesempatan lain Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Pada suatu ketika aku pernah jatuh sakit, tetapi aku tidak menemukan seorang dokter atau obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan surat Al Fatihah, maka aku melihat pengaruh yang sangat menakjubkan. Aku ambil segelas air zam-zam dan membacakan padanya surat Al Fatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku mendapatkan kesembuhan total  dengan izin Allah. Selanjutnya aku bersandar dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar (sebagai obat yang mujarab)”.

➡ Bahkan berobat dengan Al-Qur’an merupakan sunnah Nabi yang sudah banyak diabaikan orang, begitu juga enggan berobat dengan Al-Qur’an dan mencari kesembuhan dengannya adalah satu bentuk menjauhi Al-Qur’an.

Allah berfirman

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang *tidak diacuhkan* (dicuekin)”. (QS. Al-Furqon : 30)

Sebagai penutup agar kita semangat mempelajari dan menggunakan Al Qur’an kita ulangi lagi ucapan yang dalam dari Ibnul Qayyim *”Siapa yang tidak bisa sembuh dengan Al Qur’an maka Allah tidak akan menyembuhkannya” (tentunya dengan ditambah ikhtiar lain yang tidak menyalahi Al Qur’an)*

✨Allohu A’lam✨

November 9, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) mengenal sakit dan keutamaan sakit (muqoddimah)

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*
🌱 *Pasal Tambahan Ruqyah*

📝 *mengenal sakit (muqoddimah)*
➡ Membahas tentang ruqyah tidaklah terlepas dari membahas sebuah musibah/ penyakit, seorang muslim harus bisa mensikapi segala keadaan dalam kehidupannya dengan bijak, penuh prasangka kebaikan kepada Allah atas segala takdirnya. 

✨ Allah berfirman

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan *cobaan* kepadamu, dengan sedikit *ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.* Dan berikanlah berita *gembira* kepada orang-orang yang *sabar*.

(Al-Baqarah:155)
✨Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh *menakjubkan* keadaan seorang mukmin. *Seluruhnya urusannya itu baik*. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan *kesenangan*, maka ia *bersyukur*. Itu *baik* baginya. Jika mendapatkan *kesusahan*, maka ia *bersabar*. Itu pun *baik* baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
🍃 Jadi pada hakikatnya dalam “permainan” kita di dunia ini jika mendapat kesenangan maka dia bersyukur, dan jika mendapat musibah dia bersabar. Simple bukan??, dan kehidupan itu bagaikan sebuah roda yang berputar terkadang kita senang dan terkadang kita susah, maka “nikmati” dengan bijaklah setiap keadaan tersebut.
🍃 Anda sakit? Jangan bersedih.. teruslah membaca artikel ini..
❤Hadis mengenai keutamaan sakit 💕
➡ *Tanda diampuni dosa-dosanya.* 

Dari Abu Said Al-Khudri dan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan *Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya*” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573)
➡ Keutamaan sakit demam sehingga terdapat larangan dalam syariat agar kita *tidak mencela demam*. dari Jabir radiyallahu ‘anhu,
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ (أَوْ: أُمِّ الْمُسَيَّبِ)، فَقَالَ: مَا لَكِ يَا أُمَّ السَّائِبِ (أَوْ: يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ) تُزَفْزِفِيْنَ؟ قَالَتْ: اَلْحُمَّى، لاَ بَارَكَ اللهُ فِيْهَا. فَقَالَ: لاَ تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِيْ آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ.
“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Sa’ib (atau wahai Ummu al-Musayyib), kenapa kamu bergetar?’ Dia menjawab, ‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabda, ‘ *Janganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat’.*“  (HR. Muslim 4/1993, no. 2575)
➡ Bahkan terkena duri pun terdapat kebaikan, beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ،
حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ
“Tidaklah seorang muslim *tertusuk duri* atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan *diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.* (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya, dan dinyatakan hasan shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/565 no. 2399)

➡ “Berbahagia” dan bersabarlah jika anda termasuk orang yang pernah dioperasi

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَّ جُلُودَهُمْ قُرِضَتْ بِالْمَقَارِيضِ
مِمَّا يَرَوْنَ مِنْ ثَوَابِ أَهْلِ الْبَلاَءِ.
”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa *besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia*.” (HR. Baihaqi: 6791, lihat ash-Shohihah: 2206.)

➡ Tanda kita *dicintai dan diingini kebaikan oleh Allah*

beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا
وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba, maka Allah menyegerakan siksaan  baginya di dunia” (HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220)

Dan juga

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ
“Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya, dan dinyatakan hasan shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/565 no. 2399)

➡ Berprasangka baiklah kepada Allah bahwa anda pasti setelah musibah akan mendapat minimal 2 kebaikan. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراْْْ, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً ً
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Alam Nasyrah: 5-6)

🤔Jika penasaran pada point ini, silahkan lihat penjelasan ulama tentang ayat ini dalam tafsir Ibnu Katsir

➡ Sakit adalah ujian keimanan
Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ،
فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2396, dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani  dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi) 

➡➡ Dan masih banyak keutamaan lain lagi diantaranya khusus untuk orang buta, orang yang meninggal karena sakit perut, melahirkan dll.

📌Sehingga sikap seseorang terhadap sakit terbagi kepada 4 yaitu.

1⃣. Marah

Tingkatan yang pertama adalah marah dengan takdir yang Allah berikan. Maka jika dia marah kepada takdir Allah bahkan sampai terucap “takdir kejam”, “Allah kejam” -waliyyadzubillah, maka dikhawatirkan dia akan menjadi kafir karena mencala Allah dan takdir, padahal Allah Maha Rahman dan Rahim.

2⃣. Sabar (sikap minimal seorang muslim)

Tingkatan kedua adalah sabar, sebagaimana ungkapan seorang penyair arab,
الصبر مثل اسمه مر مذاقته لكن عواقبه أحلى من العسل
Sabar itu memang seperti namanya (sebuah nama tumbuhan), yang rasanya pahit

Namun hasil dari kesabaran akan lebih manis dari madu
Bersabar ketika menghadapi cobaan hukumnya *wajib*, dan seseorang yang tidak bersabar ketika itu akan terjerumus dalam *dosa*.

3⃣. Ridha

Tingkatan ketiga lebih tinggi dari tingkatan sebelumnya, yaitu ridha. Ia jadikan ujian dan nikmat yang menimpanya sama saja, yaitu sama-sama bagian dari takdir dan ketetapan Allah, meskipun musibah tersebut membuat hatinya sedih, karena ia adalah seorang yang beriman pada qadha dan qadar.

4⃣. Syukur

Ini adalah tingkatan tertinggi dan yang paling utama dalam menghadapi cobaan. Karena ia bisa bersyukur atas musibah yang menimpanya. Oleh karena itu, ia bisa menjadi hamba Allah yang penuh rasa syukur ketika ia melihat masih banyak orang lain yang lebih berat musibahnya dibandingkan dirinya. Musibah dalam hal dunia lebih ringan dibandingkan musibah dalam hal agama, karena adzab di dunia lebih ringan dibandingkan adzab di akhirat. Dan juga karena dia merenung sehingga yakin ucapan Nabi akan keutamaan sakit sebagaimana hadis-hadis diatas.
✍🏻tulisan ini banyak mengambil faedah dari tulisan ustadzuna Husen Al-Gharuti

 situs http://www.yufid.com , http://www.muslim.or.id dan https://muslimafiyah.com
✨✨Allohu A’lam✨✨

November 9, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*📌 Sekilas tentang sikap terhadap jimat, simbol setan dan ular

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*

📌 Sekilas tentang sikap terhadap jimat, simbol setan dan ular
🖋Waki’ meriwayatkan bahwa Said bin Zubair Radhiallahu’anhu berkata :
“Barang siapa yang memotong tamimah dari seseorang maka tindakannya itu sama dengan memerdekakan seorang budak.”
🖋Dan waki’ meriwayatkan pula bahwa Ibrahim (An Nakho’i) berkata : “Mereka (para sahabat) membenci segala jenis tamimah, baik dari ayat-ayat Al Qur’an maupun bukan dari ayat-ayat Al Qur’an.”
🌱Faidah :
1⃣. Dianjurkannya memotong/ merobek/ membakar/ menghancurkan *semua jenis jimat* dan janganlah takut – janganlah ragu.

📌Barang siapa yang melakukannya maka dia sama dengan memerdekakan seorang budak, *memerdekakannya dari perbudakan setan!!* karena pada hakikatnya orang yang memakai jimat *sedang diperbudak oleh setan* sehingga dia nurut apa saja yang disuruh oleh “tuannya”

➡ Jenis diperbudak setan bermacam-macam 

🔥 ada yang disuruh memandikan keris di tanggal 1 Suro, 

🔥 ada yang diperbudak dengan memandikan dengan bunga 7 macam,

🔥 diperbudak dengan puasa-puasa bid’ah (seperti puasa mutih, pati geni dll),

🔥 diperbudak dengan menumbalkan istri/ anak-anaknya agar semakin “bertuah”/ laku dagangannya, 

🔥 ada yang diperbudak dengan cara minta digendong/ minta diantar ke kuburan/ minta makanan aneh-aneh ketika ada kerabat/ keluarganya yang kesurupan… 

🔥Ada yang permisi-permisi ketika melewati jalanan/ jembatan/ tikungan/ kuburan yang dianggap angker!! ini semua haram yang ikhwah!!, bahkan dikhawatirkan bisa terjerumus kepada  *KEKAFIRAN* tanpa dia sadari.. rugi.. rugi sekali ya ikhwah!! Baca ancamannya

…وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

.. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya *lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.* (QS. Al An’am 88)

Kan jadi bangkrut amalannya gara-gara melakukan kesyirikan..

‼Ingatlah (kita ulang ya arti rohaqo)

Allah berfirman
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka *ROHAQO* (QS. Jin :6)
‼Rohaqo dalam Terjemah Tafsir Ibnu Katsir bermakna macam-macam, yang jelas negatif aja.. seperti =

*Dosa, Kesalahan, kekufuran, kedurhakaan, membuatnya menjadi lebih takut, lebih ngeri, dan lebih kecut hatinya plus tambah dikerjain sama setan.*
🍃Sehingga disyariatkan bagi seorang muslim agar bertawakkal kepada Allah dengan menghancurkan semua jenis ” *Rohaqo* ” , dan jika ada anak kecil/ tetangga sedang memakai kalung penangkal dilehernya maka *copotkanlah!!* tentunya setelah meminta izin dan beri pengertian dahulu kepada orang tuanya. Karena hakikatnya dia sedang diperbudak oleh setan dan jika kita “berhasil” maka kita berhasil memerdekakan orang tersebut dari perbudakan setan , tentunya ini termasuk jihad yang utama. Termasuk juga misal dijalan umum kita liat ada sesajen-sesajen, tendang aja coy!!! :mrgreen: kan jalanan umum bukan buat begituan, bikin mengotor-ngotorin jalanan aja kalau gitu. Atau yang dekat dengan kita misalkan dirumah ada wafak/ kertas rajah/ buntelan-buntelan jimat/ keris pusaka dll *hancurken!!* nanti kalau diprotes bilang aja yang menghancurkan adalah “jimat” yang lebih kuat dari jimat ini, kan jadi kayak kisah Nabi Ibrohim. 👍👍

قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَٰذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ
Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. (QS Al Anbiya : 63)
2⃣. Dilarangnya kita fans/ berteman dengan setan bahkan simbol-simbol setan seperti music grind core, lambang satanic termasuk juga lambang MU (kan ada gambar setannya) beda kalau di hapus dulu.
3⃣. Dilarang pula kita memelihara musuh kita seperti ular
🍃Sekilas ya.. dahulu ular berkaki 4 namun karena turut serta membantu Iblis menggoda Nabi Adam maka ketika diturunkan kebumi ular itu dilaknat dan diputuskan kaki-kakinya sehingga berjalan dengan perutnya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا سَالَمْنَاهُنَّ مُنْذُ حَارَبْنَاهُنَّ وَمَنْ تَرَكَ شَيْئًا مِنْهُنَّ خِيفَةً فَلَيْسَ مِنَّا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami tidak pernah berdamai dengan mereka (ular) semenjak kami memeranginya, barangsiapa meninggalkan sesuatu darinya karena takut dengannya, maka ia bukan dari golonganku.” (HR. Abu Daud  no 5248 Hadis Hasan)

⚡Yang uniknya kok bisa ya dibeberapa daerah ada yang mirip dengan simbol ular zaman dahulu (contohnya simbol naga berbentuk ular panjang berkaki empat‼) bahkan di kisah-kisah fiktif disebutkan naga adalah penjaga surga, naga Pengabul Doa, naga binatang yang baik dll.. saya kuatir ini ada misi pendangkalan akidah!! 🤔🤔

⚡Adapun teman setan kebanyakan akrab dengan ular seperti dukun..

✨✨Allohu A’lam✨✨

Oktober 3, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Ruqyah dan Tamimah (jimat) Bag 4, “Antum VS Billy Gibbons + Dusty Hill” , Fiqh Istinja (Cebok) , Ancaman Nabi

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)*
🖋Imam Ahmad meriwayatkan dari Ruwaifi’ Radhiallahu’anhu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya :
“يا رويفع، لعل الحياة تطول بك، فأخبر الناس أن من عقد لحيته، أو تقلد وترا، أو استنجى برجيع دابة أو عظم، فإن محمدا بريء منه”
“Hai Ruwaifi’, semoga engkau berumur panjang, oleh karena itu sampaikanlah kepada orang-orang bahwa barang siapa yang *menggulung jenggotnya, atau memakai kalung dari tali busur panah, atau bersuci dari buang air dengan kotoran binatang atau tulang,* maka sesungguhnya *Muhammad berlepas diri dari orang tersebut”.*
🌱Faidah hadis 
1⃣. Dilarangnya memakai kalung dari tali busur panah untuk tujuan dijadikan jimat baik dengan niat penangkal bahaya atau bisa mendapatkan manfaat/ penglaris. Dan ini termasuk dalam bentuk kesyirikan zhohir (terlihat jelas), adapun terjatuh dalam syirik besar atau syirik kecil kembali ke kaidah pengambilan sebab di tulisan lalu.
2⃣. Ruwaifi terkena Hadis Nabi “panjang umur” (padahal ga dirayain ultahnya sama FB.. hehe) didalam Kitab Fathul Majid disebutkan Ruwaifi masih hidup sampai tahun *56 H..!!* dan hidupnya bermanfaat, masih dikenang dan didoakan sampai sekarang.
3⃣. Ancaman Nabi yang mengerikan terhadap pelaku hadis diatas dengan *BERLEPAS DIRI* -waliyyadzubillah
📌 Faidah Fiqh Hadis.
1⃣. Sempurnanya agama Islam, mengajarkan segala sesuatu sampai ke masalah kemaluan apalagi masalah yang lain sehingga membuat iri agama lain, bahkan terdapat kisah yang terkenal terkait masuk Islamnya orang kafir yang berprofesi sebagai pencuci baju karena melihat perbedaan “celana dalam” antara orang Islam dengan orang kafir.

2⃣. Sahnya bersuci dengan benda padat non cair *walaupun kita punya air* seperti menggunakan batu, daun, kayu apalagi dengan tisu (karena lebih elastis) dengan syarat minimal menggunakan 3 benda tersebut, hal ini berdasarkan riwayat
وَعَنْ سَلْمَانَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: لَقَدْ «نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ، أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ، أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Salman رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , beliau berkata, “Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melarang kami menghadap kiblat ketika buang air besar dan kecil, beristinja dengan tangan kanan, berisitinja dengan batu yang *kurang dari tiga buah*, dan beristinja dengan kotoran (hewan) dan tulang. (HR. Muslim)
➡ So, jangan ragu ya jika di hotel atau pesawat disediakannya tissue bukan air. Ahlussunnah menyatakan bolehnya hal demikian, hanya Syiah (seingat saya-mohon dikoreksi kalau salah) yang mengatakan tidak sah, maka sesekali mari kita selisihi fiqh Syiah dengan istinja menggunakan benda keras non cair.
3⃣. Dalam istinja (cebok menggunakan benda non cair) *dilarang menggunakan kotoran binatang atau tulang* berdasarkan riwayat
➡ Nabi bersabda kepada jin ketika mereka bertanya kepada beliau tentang makanan:
لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ أَوْفَرُ مَا يَكُونُ لَحْمًا، وَكُلُّ بَعْرَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ
“Untuk kamu segala tulang dari binatang yang disembelih dengan nama Allah itu lebih banyak daripada yang masih berdaging, dan setiap kotoran hewan menjadi makanan ternakmu.” [Shahih: Muslim 450]
🔥Menggunakan tulang dan kotoran hewan saja dilarang dikarenakan kemuliannya sebagai makanan bangsa jin, apalagi cebok menggunakan (maaf) roti atau makanan manusia, karena manusia lebih mulia dari jin. 

‼Tapi disini bukan berarti ga boleh makan sop tulang ya.. tetap diperbolehkan..
4⃣. Dilarangnya menggulung/memilin jenggot dan biarkanlah jenggot tumbuh berdasarkan riwayat sbb :
➡ Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan *jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat.* Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya,”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, *Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.* ” (HR. Thabrani, Hasan)

📝 Tapi ini khusus untuk lelaki ya.. kalau wanita tumbuh jenggot boleh dipotong..

✊🏻Orang Islam jangan minder menampakkan indentitas nya dengan memelihara jenggot.. Nabi saja berjenggot (tidak hanya Nabi Muhammad). Bahkan kalau ada orang Nasrani mengejek anda berjenggot balaslah dengan ucapan 

➡” “tuhan anda” saja berjenggot” dan saya pribadi (mungkin karena kuper..) asa belum pernah melihat patung/ gambar “Yesus” tidak berjenggot.. 🤔🤔

🖐🏻So, jenggot bukan identitas teroris‼
⚡Bahkan Billy Gibbons dan Dusty Hill (dan setau saya mereka orang kafir CMIIW) sendiri ga mau dipotong jenggotnya sama perusahaan Gillette walau ditawarin -+Rp. 9,9M!! serius nih bukan hoax.. 

‼‼‼‼‼‼‼

Tukar jenggotmu dengan surga “Produsen alat cukur terkemuka Gillette menawarkan kerjasama pada duo bintang rock bernama Billy Gibbons dan rekannya Dusty Hill. Mereka ditawari masing-masing sekitar Rp 9,9 miliar demi mencukur janggut mereka sudah sebatas dada. Namun mereka menolak keras. Gillette rupanya tak jera menawarkan lagi hingga tiga kali dan jawaban mereka tetap sama. *”Biarpun negara ini inflasi, namun janggut kami tidak ikut naik. Ini persoalan jatidiri tak peduli berapa besar mereka membayar,”* ujar Gibbons.” Bandingkan dengan muslimin yg katanya *cinta Rasul dan Sunnah Rasul, gara-gara dikatai “tidak rapi, jorok, tampak tua”.. dlsb.. sudah langsung cukur jenggot……. menyedihkan sekali…..* (Copas dr status seorang kawan) 😭😭😭

Ingat kita yang menjanjikan bukan Gillette bukan juga Gibbons.. tapi langsung *ALLAH*‼ cekidot 👇🏻👇🏻

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. *Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.* (QS. An-Nisa : 14)

Dalam ayat yang lain

…وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا

Dan *barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai* dan *barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.* (QS. Al-Fath: 17)

➡ Demikian juga dengan muslimah.. gunakanlah jilbab mu.. bukan jilboops, patung “Bunda Maria” saja pakai jilbab..‼
🖋 Pada pembahasan fiqh kali ini saya ambil dari terjemah kitab Syarh Bulughul Marom baik Subulussalam dan Taudhihul Ahkam sedangkan copas ayat menggunakan aplikasi Quran Android, copas bahasan hadis Kitab Tauhid dari chm-nya, rujukan tauhid Fathul Majid dan Mutiara Kitab Tauhid (ustadz Abu Isa).

✍🏻 Diqra Abu Suhail Bin Dasep Bin Utsman Al-Ghoruti.

✨✨Allohu A’lam✨✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

 Ruqyah dan Tamimah Bag 3, kutukan bagi pemakai jimat + arti Rohaqo  + dan kisah aneh

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨
📚 *Bab Ruqyah dan Tamimah (Jimat)*
Dalam hadits marfu’ dari Abdullah bin ‘Ukaim Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“من تعلق شيئا وكل إليه ” رواه أحمد والترمذي
“Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (dengan anggapan bahwa barang tersebut bermanfaat atau dapat melindungi dirinya), maka Allah akan menjadikan orang tersebut selalu bergantung kepadanya.”(HR. Ahmad dan At Turmudzi)
🌱 Faidah :
1⃣. Riwayat ini menegaskan kepada kita “ancaman” bagi siapa yang berpaling dari tawakkal kepada Allah akan dijadikan bertawakkal kepada selain Allah seperti jimat. Apalagi bertawakkal kepada jimat adalah bertawakkal kepada setan, dan setan semakin diminta akan semakin membuat rohaqo (kehancuran)‼
✨Allah berfirman
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ *رَهَقًا*
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antarajin, maka jin-jin itu menambah bagi *ROHAQO* (QS. Jin :6)
➡ ” *Rohaqo* dalam Terjemah Tafsir Ibnu Katsir bermakna macam-macam yang jelas negatif aja.. seperti =

*Dosa, Kesalahan, kekufuran, kedurhakaan, membuatnya menjadi lebih takut, lebih ngeri, dan lebih kecut hatinya plus tambah dikerjain sama setan.*
🔥Jadi ya orang yang bertawakkal sama jimat ya otomatis jadi tambah Dosa, tambah Kesalahan, tambah kekufuran, tambah kedurhakaan, membuatnya menjadi lebih takut, lebih ngeri, dan lebih kecut hatinya plus tambah dikerjain sama setan‼
🔥 Sehingga kisah-kisah orang yang gila dengan jimat sangat lucu sampai sampai diluar otak manusia normal seperti kisah Stalin ga jadi kunjungan kenegaraan gara-gara jimatnya ketinggalan di Moscow, orang mau masuk wc bingung mau naro jimatnya dimana.. orang mau safar/ merantau takut!! gara-gara takut jimatnya nanti ada yang ngetes, ga berani/ga Pede jualan gara-gara ga bawa jimat dll.
2⃣. Bertawakkal kepada jimat berarti dia melepaskan jaminan dari Allah “menjadi orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab” (sudah kita bahas di bab – bab sebelumnya kriteria orang yang masuk surga VVIP) karena dia *tidak bertawakkal kepada Allah.*

✨✨Allahu A’lam✨✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

RUQYAH DAN TAMIMAH Bag 2  mengenai Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah dan sebuah Nasehat untuk sebagian “Pesantren” di Indonesia!!

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab VIII RUQYAH DAN TAMIMAH*
🌱 Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“إن الرقى والتمائم والتولة شرك ” رواه أحمد وأبو داود.
“Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah adalah SYIRIK .”(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

📝 Catatan penjelasan =

➡ *TAMIMAH* adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal dan menolak penyakit ‘ain. 
📌Sudah kita terangkan dalam Faidah tulisan lalu akan terlarangnya Tamimah/ Jimat baik yang dibuat dari tulisan Al Qur’an apalagi selain Al Qur’an dan ini merupakan ucapan para sahabat diantaranya Ibnu Abbas, Hudzaifah dan Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu’anhum (Lihat Fathul Majid).
➡ *RUQYAH* = Bisa juga disebut jampi-jampi. Ini diperbolehkan apabila penggunaannya bersih dari hal-hal syirik, karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah memberikan keringanan dalam hal ruqyah ini untuk mengobati ‘ain atau sengatan kalajengking. Adapun hukum meruqyah dan meminta diruqyah sudah kita bahas di tulisan lalu dan akan kita bahas agak detail nanti ditulisan berikutnya di bab ini. Insya Allah.
➡ *TIWALAH* adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat menjadikan seorang istri mencintai suaminya, atau seorang suami mencintai istrinya. Atau mungkin di bahasa Indonesia bisa disebut juga dengan *pelet*.
⚡Pelet ini amalan syaithon!!! Baik pelet Mahabbah (biar naksir/suka) atau pelet Tafriq (biar pisah/benci/cerai), silahkan perhatikan ayat yang membahas mengenai pelet berikut ini.
…. فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّه….
… Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka *dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya* . Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali *dengan izin Allah* … (QS. Al-Baqarah : 102)
🔥 Pelet adalah dosa besar karena berkolaborasi dengan setan!! Dan yang amat disayangkan *disebagian* daerah di tanah air kita tercinta (pengalaman saya ketika tinggal di Serang Banten dan Garut) beredar image bahwa kalau orang sudah “pesantren” akan ditanya “Lo udah bisa melet orang belom??” Waliyyadzubillah.. sedemikian bobrok kah image Islam dikaitkan dengan sihir❓❓ 

⚡Pesantren mana yang mengajarkan sihir (membuat jimat, belajar kebal, pelet, komunikasi ghoib dll)?? Jika memang ada, boikot lah pesantren tersebut..‼
❓❓Apakah “mereka” tidak membaca hadis yang jelas ini??apa yang mereka ajarkan jika tidak membahas Al Qur’an dan hadits?? Apakah hanya sebatas tajwid??
✨Allahu A’lam✨

September 29, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar