Salafy Garut

Ilmu-Amal-Dakwah-Sabar

Serba-serbi kasuistis menyembelih!!ente pernah ngalamin yang mana

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab X Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah*
✍🏻 *Serba-serbi kasuistis menyembelih!!ente pernah ngalamin yang mana* 😀
💫 Setelah kita mengetahui 2 hal penting dalam penyembelihan yaitu
1⃣. Niat ditujukan kesiapa (al-Qoshdu)
⚡Cacat dalam hal ini maka jatuh dalam syirik ibadah (karena dia meniatkan untuk selain Allah) dan hukumnya syirik akbar keluar dari Islam.
2⃣. Tasmiyah (pengucapan Nama Allah dalam penyembelihan)
⚡Cacat dalam hal ini maka jatuh dalam syirik isti’anah (permintaan tolong dan pengambilan berkah) dan hukumnya syirik akbar keluar dari Islam.
🔓 Maka terbagilah hukum-hukum sebagai berikut
1⃣. Jika seorang muslim menyembelih ditujukan sebagai pendekatan diri kepada Allah dalam al-Qoshdu (seperti iedul Adha, Aqiqah, dam dll) dan dalam menyembelih dia mengucapkan bismillah dalam tasmiyah-nya maka dia adalah *ahli tauhid, dan halal dimakan sesembelihannya.*
2⃣. Jika seseorang menyembelih diniatkan tidak dalam rangka pendekatan diri kepada Allah seperti buat makan sehari-hari atau untuk jualan, dan dia mengucapkan bismillah dalam sembelihannya maka *hukumnya mubah dan halal dimakan sembelihannya.*
3⃣. Jika seseorang menyembelih diniatkan untuk pendekatan kepada *selain Allah* seperti
🔥 jin penunggu suatu wilayah karena dia akan membangun jembatan atau,
🔥 jin “penguasa daerah” karena dia ingin membuat rumah sehingga menanam kepala kerbau di pondasi rumah, atau
🔥”penguasa” wilayah Lapindo agar lumpurnya tidak keluar terus, atau
🔥 jin / tenaga dalam / khodam agar dia tetap “sakti”, atau
🔥 penyembelihan untuk makam Kyai/ Habib/ Syeikh/ Ustad / Ratu Pantai Selatan / Presiden dll.
❌maka *haram dimakan daging sesembelihannya dan menjadi najislah* daging dan darahnya, karena kedudukannya sudah menjadi bangkai, sehingga sayur/ nasi/ tempe/ kuah yang tercampur oleh daging tersebut menjadi najis walaupun tidak bau dan walaupun dia saat menyembelih mengucapkan bismillah. Orang ini telah jatuh dalam syirik ibadah.
4⃣. Jika seseorang menyembelih diniatkan kepada Allah namun dia mengucapkan nama selain Allah dalam menyembelih seperti Bismi Nabi Muhammad/ Bismi Hussein/ Bismi Nyi Roro Kidul / Bismi Dewi Sri / Bismi Yesus / Bismi Sunan Kali Jogo wa Sunan Ampel dll maka dia telah jatuh kepada kesyirikan (yaitu syirik dalam hal isti’anah/ permintaan tolongan/ berkah) sehingga hasil sesembelihannya pun menjadi haram dan najis.
Allah berfirman
وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ…
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan…. (QS.Al-An’am 121)
5⃣. Jika seseorang menyembelih yang mubah seperti untuk jualan dan makan sehari-hari namun dia *lupa membaca bismillah* , maka para ulama khilaf dalam hal ini, apakah sesembelihannya sah dan halal dimakan atau sesembelihannya tidak sah sehingga otomatis haram dimakan.
6⃣. Jika seseorang menyembelih untuk acara bid’ah seperti perayaan hari kelahiran, menyembelih saat sholat istiso’ dll maka sesembelihannya bid’ah dan dia berdosa namun status dagingnya tetap halal untuk dimakan selama 2 syarat diatas terpenuhi.
7⃣. Jika seseorang disuguhi/ memakan daging ayam/ kambing di rumah orang kafir Ahli Kitab seperti Kristen atau Yahudi (karena kekafiran dibagi 2 yaitu musyrikin dan ahli kitab) maka diperbolehkan untuk memakannya, berdasarkan riwayat bahwa Nabi dan para sahabat pernah makan di rumah orang Yahudi. Hal yang sama pun berlaku jika mendapat daging import dari negara kafir ahli kitab seperti negara Amerika / negara Israel selama disembelih dengan benar, tidak dengan cara dicekik, ditenggelamkan atau dipukul.
Allah berfirman
الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik, makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” (QS. Al-Maidah :5)
8⃣. Jika seseorang disuguhi sesembelihan orang kafir musyrik (non Ahli Kitab) seperti Syiah Rofidhoh/ Buddha, Hindu, Kong Hutchu , Agnostik , Atheis maka sesembelihannya najis dan haram untuk dimakan. Hal yang sama pun berlaku jika mendapat daging import dari negara kafir musyrik seperti negara China.
9⃣. Jika seseorang membeli daging di pasar kaum muslimin dan pedagangnya kaum muslimin maka dagangannya halal dimakan dan dia tidak diperintah untuk takalluf (memberat-beratkan diri untuk kepo mau tau, benar atau tidak nyembelihnya) karena seorang muslim hukum asalnya selamat sampai ditemukan kesalahan yang meyakinkan.
🔟. Jika menyembelih tidak menyebut nama siapapun dan bukan dalam rangka ibadah maka ini merupakan bentuk kemaksiatan.
1⃣1⃣. Jika menyembelih ikan/ belalang untuk selain Allah dan menggunakan nama selain Allah juga maka perbuatannya kekafiran yang nyata namun status dagingnya *boleh dimakan* , karena bangkai ikan dan belalang boleh dimakan.
1⃣2⃣. Jika ditemukan sesajian dijalan berupa buah-buahan seperti apel, jeruk, jus dll yang jelas ditujukan untuk selain Allah seperti kuburan atau berhala orang kafir maka halal dimakan. Karena tidak ada bangkai untuk buah-buahan.

✨Allohu A’lam✨

Januari 19, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Sembelihan, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Dalil menyembelih adalah ibadah

✨✨ *KAJIAN TAUHID* ✨✨

📚 *Bab X Menyembelih Binatang Bukan Karena Allah*

💫 Alhamdulillah segala puji bagi Allah, kita sudah membahas kitab Tauhid ini sampai bab X, saya berdoa kepada Allah semoga kita bisa mengkhatamkan kitab yang sangat berharga ini.

✍🏻 Pada Bab ini kita akan membahas penyembelihan dari segi Tauhid dan akan kita bahas juga insya Allah dalam sisi fiqh makanan, seperti hukum memakan sesembelihan orang kafir, hukum membeli ayam di pasar dll, biidznillah.

💡 Sebelumnya kita harus memahami terlebih dahulu apa makna dari ibadah

📌 Ibadah adalah *Semua nama yang mencakup apa-apa yang dicintai dan diridhoi oleh Allah baik berupa perbuatan atau ucapan, terang-terangan atau tersembunyi*

🔓 sehingga jika didalam Al-Qur’an atau as-Sunnah disebutkan perintah untuk melaksanakannya maka itu adalah ibadah!! karena apa yang diperintahkan oleh Allah berarti itu dicintai oleh Allah, dan yang yang dicintai oleh Allah adalah *ibadah* , sehingga jika ibadah dipalingkan kepada selain Allah maka orang tersebut telah berbuat kesyirikan karena telah memalingkan ibadah kepada selain Allah. fahami baik-baik kaidah ini.

❓❓Apa dalil yang menyatakan bahwa menyembelih adalah ibadah??

💫 Firman Allah Subhanahu wata’ala :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
✅ “Katakanlah, bahwa sesungguhnya shalatku, *penyembelihanku,* hidupku dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya, demikian itulah yang *diperintahkan* kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS. Al An’am, 162-163).
dan
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

✅“Maka dirikanlah sholat untuk Rabbmu, dan *sembelihlah korban(untukNya)*” (QS. Al Kautsar, 2)-

Dalam 2 ayat ini Allah memerintahkan kita untuk menyembelih yang ditujukan untuk Allah.

Dalam penyembelihan ada 2 hal yang perlu diperhatikan

1⃣. *Al-Qushdu (niat)*

Artinya diniatkan untuk siapakah sesembelihan tersebut, untuk Allah atau untuk selain Allah, seperti makam wali/ makam gus/ makam habib/ tenaga dalam/ jin/ presiden dll.

2⃣. *At Tasmiyah (pelafazan)*

Artinya dalam menyembelih dia *mengucapkan* nama Allah dengan bismillah atau nama selain Allah, seperti bismi Yesus/ Bismi nyi Roro Kidul/ Bismi Husein / Bismi Hamengkubuwono / Bismi Sunan Ampel / Bismi Sunan Kalijaga dll.

‼Kesalahan dan kecacatan dalam permasalahan ini menyebabkan pengaruh kepada halal dan haramnya makanan yang kita makan.
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ

maka hendaklah manusia itu *memperhatikan makanannya* (QS. ‘Abasa : 24)

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, dan *binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.* Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya), sedangkan ia tidak (dalam keadaan) memberontak dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqoroh : 173)

✅ Seorang yang bertauhid tentulah yang mentauhidkan Allah dalam Al-Qoshdu dan At-Tasmiyah.

Bersambung -Insya Allah

✨Allahu A’lam✨

Januari 11, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Sembelihan, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Mengambil Faidah Hadis Pengkeramatan pohon dalam Perang Hunain

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

📌 *Mengambil Faidah Hadis Pengkeramatan pohon dalam Perang Hunain!!*

✍🏻Abi Waqid Al Laitsi menuturkan :

“Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan dzatu anwath, mereka selalu mendatanginya dan  menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, disaat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata : “Ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami dzat anwath sebagaimana mereka memilikinya”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab :

“الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون[ لتركبن سنن من كان قبلهم” رواه الترمذي وصححه.

“ *Allahu Akbar,* itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kalian benar-benar telah mangatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa :“Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab : “Sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti (faham), kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Turmudzi, dan dinyatakan shoheh olehnya)

🖊 *Faidah :*

1⃣ Mereka belum melakukan apa yang mereka minta.

2⃣ Mereka melakukan itu semua untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah, karena mereka *beranggapan bahwa Allah menyukai perbuatan itu.*

3⃣ Apabila mereka tidak mengerti hal ini, *maka selain mereka lebih tidak mengerti lagi.* Oleh karena itu Dakwah Tauhid merupakan hal yang sangat urgen di zaman yang jauh dari masa kehidupan Rosul dan para sahabatnya, seperti zaman kita sekarang ini.

4⃣ Mereka memiliki kebaikan-kebaikan dan jaminan maghfirah  (untuk diampuni) yang tidak dimiliki oleh orang-orang selain mereka.

5⃣ Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam tidak menerima argumentasi mereka, bahkan menyanggahnya dengan sabdanya : “Allahu Akbar, sungguh itu adalah tradisi orang-orang sebelum kalian dan kalian akan mengikuti mereka”. Beliau bersikap keras terhadap permintaan mereka itu dengan ketiga kalimat ini.

6⃣ Satu hal yang sangat penting adalah pemberitahuan dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bahwa permintaan mereka itu persis seperti permintaan bani israil kepada Nabi Musa : “Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka mempunyai sesembahan sesembahan …” Baca lebih lanjut

Januari 9, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Siapakah Laata, Uzza, Mannat ??dan kisah menarik masuk Islamnya juru kuncen tempat keramat!!

✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

📌 *Siapakah Laata, Uzza, Mannat ??dan kisah masuk Islamnya juru kuncen tempat keramat!!*

🌱Allah berfirman
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap *al Lata dan al Uzza,*
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ

*dan Manah* yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?
أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ

Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰ

Itu tidak lain *hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya;* Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
(QS. An-Najm 19-23)
⚡ Mari kita mengenal mereka!!.
🔥 *Al-Laata*
➡Laata adalah Nama seseorang yang dahulu dia suka memberi makan kepada orang yang berhaji dengan sawik (makanan dari tepung), disebutkan pula dia sering duduk diatas batu dan suka menghibur orang yang melihatnya dengan mengambil anggur thaif dan aqath dan membuat makanan untuk diberikannya kepada orang yang melewatinya. *Ketika dia telah mati orang-orang pun mendatangi kuburannya, mengagungkannya dan menyembah kepadanya.* Sebagian mereka mengira ia adalah Amir bin Adh Dharb.

🔨Ibnu Hisyam berkata “Maka Rasulullah mengutus Mughirah bin Syu’bah, lalu dia menghancurkannya dan membakarnya.”

🔥 *Al-Manat*
➡ Manat adalah patung yang terletak diantara Makkah dan Madinah

⛏Ibnu Hisyam berkata “Lalu Rosulullah mengutus Ali, dan Ali menghancurkannya pada perang Fathul Makkah/ penaklukan Makkah”. Kalau ini terjadi di Indonesia mungkin atau pasti Ali dan Nabi bakal dibilang “Extrimis Wahhabi!!” 😀

🔥 *Al-Uzza*
➡ Uzza adalah pohon yang diatasnya ada bangunan dan sitar (kain penutup) yang terdapat di daerah Nakhlah, antara Makkah dan Thaif.
🍃 Dahulu orang-orang Quraisy mengagungkannya. Nih hampir miriplah kayak di Gunung Bintan (beberapa waktu lalu) atau mungkin di tempat-tempat lain ada pohon dikasih deh kain-kain pembatas yang ga tau maksud dan fungsinya buat apaan, terus diagungin dan dikasih bumbu macam-macam. Baca lebih lanjut

Januari 9, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Tabarruk ➡Mengenal sekilas Uzza

✨✨ *KAJIAN TAUHID* ✨✨
📚 *Bab Tabarruk*
➡Mengenal sekilas Uzza

☝🏻Ini adalah patung Uzza yang ditemukScreenshot_20170109-073357.pngan disalah satu peninggalan kuno di Yordania, yang ternyata diketahui merupakan figur jin perempuan. Perhatikan lingkaran zodiak yang mengitarinya, sebagai bentuk penyesatan kepada manusia dengan ramalan ramalan bintang. Lingkaran ini juga merupakan simbol gerbang antara dua alam (manusia dan jin), dan Uzza digambarkan berada dibelakang lingkaran atau di perbatasan nya.
📚Dalam sumber lain bahkan jin perempuan yang bernama Uzza itu telah membohongi para penyembah nya dengan mengaku sebagai *putri-putri Allah*, padahal ia hanyalah setan!! Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap *al Lata dan al Uzza,*
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ

dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?
أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan *untuk Allah (anak) perempuan?*
(QS. An-Najm 19-21)
💡Ada kisah unik dari sebagian jin yang disembah oleh orang Arab Jahiliah pada zaman Nabi, yang mana ternyata jin nya bertaubat dan masuk Islam di tangan Nabi, namun orang-orang itu masih tetap menyembah jin itu.
Kisah mereka disebut kan Allah dalam firman-Nya
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. (QS. Al-Isro : 57)
✍🏻Abdullah bin Mas’ud berkata mengenai ayat tersebut ; ‘Sebagian kelompok dari bangsa Jin disembah manusia. Lalu bangsa jin tersebut masuk Islam.’ (lihat HR. Bukhari no 4715)

Insya Allah bersambung membahas lebih lanjut siapakah berhala Laata, Uzza dan Manat, semoga kita dilindungi Allah dari kesesatan jin dan ramalan-ramalan zodiak kalender Masehi

Maroji :
Buku Alien jilid 1 ustadz Rikrik Abu Abdillah Bandung

✨Allahu A’lam✨

Januari 9, 2017 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya- Tingkat kesyirikan Tabarruk dan permasalahan lainnya

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

📌 *Tingkat kesyirikan Tabarruk*

➡ Tabarruk termasuk syirik akbar (keluar dari Islam dan penghapus *semua* amal-amal sholih yang ia kerjakan) jika disertai keyakinan bahwa sesuatu tersebut -yang tidak ada landasannya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah – dapat mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala, dan menyampaikan kebutuhannya kepada Allah Ta’ala.
➡ Tabarruk termasuk syirik asghar/ kecil jika seseorang berkeyakinan bahwa sesuatu tersebut -yang tidak ada landasannya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah – hanyalah sebagai sebab datangnya berkah semata, tanpa disertai keyakinan bahwa sesuatu tersebut dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah Ta’la.
🔥 *Tabarruk dengan dzat dan peninggalan orang shalih.*
:idea:Beberapa alasan berikut ini sangat jelas menunjukkan adanya larangan ber tabarruk dengan zat atau peninggalan orang shalih *selain Nabi* .
1⃣. Tidak ada satu orang pun dari kalangan shahabat dan tabi’in yang melakukan hal tersebut selain kepada dzat Nabi, seperti kepada sepuluh orang shahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Kalau tabarruk kepada orang shalih selain Nabi merupakan hal yang baik, tentu para sahabat Rodhiallohu’anhum dan para Tabi’in akan segera berlomba-lomba melakukannya.

2⃣. Peng-anologi-an tabarruk tersebut dengan tabarruk kepada dzat Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam adalah analogi yang batil, karena beliau memiliki kekhususan yang tidak dimiliki ummatnya.

3⃣. Hal itu dilarang sebagai tindakan preventif (pencegahan) agar tidak terseret ke dalam tindakan kesyirikan.
⚡Tanbih!! Sehingga, secara umum baju Abu Bakar dan Umar itu sama dengan baju orang lain!! tidak ada kekhususan berkahnya!! pedang Ali pun sama dengan pedang orang lain!! tidak ada kekhususan berkahnya!!, peci yang dipakai Kyai pun/ Sunan/ Ustadz sama dengan peci yang dipakai oleh masyarakat biasa, bahkan sama dengan peci yang dipakai oleh maling (jika maling memakai peci) tidak ada kekhususan berkahnya!! kain yang dipakai untuk menutup Ka’bah pun sama kedudukannya dengan kain/gorden penutup jendela rumah kita!! tidak boleh kita mengkhususkan kain tersebut!! sehingga karena sebagian kaum muslimin tidak memahami perkara ini sampai sebagian kaum muslimin ada yang nekad menggunting kain kiswah dengan motif yang macam-macam, seperti untuk ngalap berkah, atau biar dagangannya lancar atau bahkan untuk praktek kesyirikan berupa sihir!! Harom ikhwah.. Harom…‼ bahkan bisa terjerumus kepada kesyirikan‼
:idea:Ingat berkah itu harus memenuhi dua kriteria.

➡1. Ada dalilnya.

➡2. Benar cara penggunaan berkahnya. 

:idea:Hal contoh diatas kita katakan berkah jika ada dalilnya.
🔥 *Tabarruk dengan makam orang shalih*
➡Apabila kita memperhatikan dan merenungkan dengan seksama, maka akan kita dapati bahwa didalam tabarruk dengan kuburan orang shalih terdapat unsur ta’dhim (pengagungan) kepada selain Allah Ta’ala, i’tikaf dengan maksud taqorrub (pendekatan kepada Allah), karena adanya rasa cinta, harap, dan takut. Dan ini semua merupakan bentuk ibadah kepada orang shalih tersebut. Dengan demikian jelaslah bahwa tabarruk dengan makam orang shalih termasuk dalam syirik akbar!!. Dan hukum ini berlaku, *baik kepada makam para Nabi atau orang shalih lainnya.*
⚡Tanbih!! makam orang shalih pun sama dengan makam kaum muslimin pada umumnya, tidak ada kekhususan untuk dilakukan tempat ziarah!. 

– Adapun Hukum ziarah kubur adalah sunnah dan disyariatkan, yang dilarang adalah ngalap berkah dengan kuburan orang shalih!! dan ziarah kubur dalilnya umum ke makam mana saja dari kaum muslimin, tidak harus ke makam raja/ penyebar Islam/ wali/ orang yang “katanya” wali walau pemikirannya nyeleneh karena tujuan ziarah kubur diantaranya adalah untuk pengingat kematian!! ngapain harus repot-repot bersafar/ nyeberang pulau bahkan sampai keluar negeri‼ 

➡ Barangsiapa yang mengatakan ada kekhususan ziarah kemakam tempat-tempat tersebut maka dia *harus dan wajib* mendatangkan dalil‼
🔥 Bahkan sebagian kaum musyirikin zaman sekarang lebih parah/ lebih edan terhadap tabarruk kepada kuburan ini, *kalau di zaman dahulu mereka tabarruk ke kuburan orang shalih, kalau zaman sekarang mereka bahkan tabarruk ke kuburan majhul (nggak dikenal) atau orang fasik atau ahlul bid’ah atau kebo bule!! atau bahkan kuburan misterius,* yang kita ga tau ini kuburan bodong atau bukan, atau bahkan ke kuburan hewan seperti kuda sebagaimana kisah yang seingat saya terjadi di Yaman ketika seorang musafir menguburkan kudanya di suatu tempat maka ketika dia kembali lagi ke tempat kuburan kuda tersebut, kuburan tersebut sudah diziarahi orang untuk diambil berkahnya!! dan coba juga lihat ke kuburan gunung Kemukus makam siapakah itu?? apa yang mereka perbuat?? bahkan di Tanjungpinang pun tepatnya di dompak ada kuburan misterius (makam panjang) yang dahulunya tidak ada. Ini tidak lain adalah untuk memakan harta manusia dengan cara batil, agar seseorang memberikan uang terhadap kuncen makam dengan dalih pelestarian budaya dan cagar budaya.. Laa Haula wa laa Quwwata illa billah…
*Tabarruk dengan dzat dan penginggalan tempat kesyirikan zaman dahulu.*
Ini jelas ikhwah sangat bahaya dan bisa *kufur akbar..* misal bertabarruk dengan mengelus-elus Candi Borobudur, Candi Prambanan, Klenteng Buddha China, thawaf pada tempat tersebut!! merasa ada pengagungan terhadap tempat tersebut, memegang (maaf) kelamin atau kepala patung yang ada dalam kurungan Candi Borobudur dengan anggapan berkah/ bisa panjang umur/ rezekinya panjang.. Laa Haula wa laa Quwwata illa billah… Ya Allah muliakan lah Islam dan kaum muslimin dengan pemahaman yang benar terhadap agamanya. Semoga kita diberi-Nya ilmu yang bermanfaat.

✨Allohu A’lam✨

Desember 8, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab IX Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya *Sisi Pendalilan Tabarruk syar’i dan Tabarruk Bid’ah*

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨
📚 *Bab IX Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

🍃 *Sisi Pendalilan Tabarruk syar’i dan Tabarruk Bid’ah*

✔ *Diantara dalil-dalil Tabarruk yang disyariatkan yaitu :*

✨ *Berkahnya tinggal di negeri Syam/ Palestina/ Masjidil Aqsha,* dalilnya :

 Allah berfirman

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى *الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَه*ُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha *yang telah Kami berkahi sekelilingnya* agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Isro : 1)

✨ *Berkahnya malam Lailatul Qadar,* dalilnya Allah berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada *malam kemuliaan.*

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

*لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ*
*Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.*

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

*سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ*
*Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.*

(QS. Al-Qodar : 1-5) 

✨ *Berkahnya makan berjamaah,* dalilnya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ إِذَا كُنْتَ فِى وَلِيمَةٍ فَوُضِعَ الْعَشَاءُ فَلاَ تَأْكُلْ حَتَّى يَأْذَنَ لَكَ صَاحِبُ الدَّارِ.
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764 hadits ini hasan).

✨ *Zaitun berbarokah.* Dalilnya Nabi Bersabda

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya (pergunakan untuk selain makan), *karena dia dihasilkan dari pohon yang diberkahi*.” (HR. Tirmidzi no 1774)

📌 Namun ingat.. disamping kita mengetahui ada dalilnya maka kita harus benar pula cara menggunakannya, misal zaitun adalah minyak yang berkah namun apabila seseorang menggunakan minyak tersebut untuk jimat/ pelet/ “penglaris” tentunya ini merupakan bentuk kesyirikan..

❌ *Adapun dalil tabarruk yang tidak syar’i (karena tidak ada keterangan berkahnya hal tersebut)*

➡ Allah berfirman

أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap *al Lata dan al Uzza,* (QS. An-Najm : 19)

Pada ayat ini :

🔥Orang musyrik melakukan peribadatan kepada berhala-berhalanya dalam rangka *ngalap berkah/ bertabarruk!!*. 

⚡Oleh karena itu barang siapa yang bertabarruk dengan tempat-tempat tertentu semisal makam para wali, makam keramat maka ia telah menyerupai perbuatan orang-orang musyrik.

➡ Dalil lainnya dalam suatu riwayat.

Abi Waqid Al Laitsi menuturkan :

“Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan dzatu anwath, mereka selalu mendatanginya dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, disaat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata : “Ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami dzat anwath sebagaimana mereka memilikinya”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab :
“الله أكبر إنها السنن، قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو أسرائيل لموسى]اجعل لنا إلها كما لهم ءالهة، قال إنكم قوم تجهلون[ لتركبن سنن من كان قبلهم” رواه الترمذي وصححه.
          “Allahu Akbar, itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kalian benar-benar telah mangatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa :”Buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab : “Sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti (faham), kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Turmudzi, dan dinyatakan shoheh olehnya)
🔥Dalam hadis diatas orang-orang musyrik melakukan i’tikaf dan menggantungkan pedang-pedang mereka dalam rangka bertabarruk/ ngalap berkah biar senjatanya mantep/ topcer, 

⚡Oleh karena itu barang siapa yang bertabarruk pada batu, pohon, keris, batu akik atau benda-benda lain tanpa ada dalil dari syariat, maka sungguh ia telah berbuat syirik seperti orang-orang musyrik tersebut diatas.

➡ Silahkan diqiyaskan dengan benar contoh-contoh kasus lain yang banyak terjadi di masyarakat akan kesalahan mereka dalam bertabarruk.

📌 Pengingat sekali lagi, dalam tabarruk ada 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu ada dalilnya dan Cara menggunakan benda berkah tersebut.

✨Allahu A’lam✨

Desember 8, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya -Muqoddimah

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 *Bab Ngalap Berkah / Tabarruk / Mengharapkan Berkah dari Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya*

✍🏻Muqoddimah

:idea:Tabarruk atau mencari berkah atau ngalap berkah adalah *meminta atau berharap agar mendapatkan berkah dan kebaikan yang banyak.*

🍃Macam-macam tabarruk

1⃣. Tabarruk yang syar’i

Yaitu bentuk tabarruk dengan sesuatu yang *terdapat dalil dari syariat yang menunjukkan bahwa sesuatu tersebut memang merupakan sebab yang dapat mendatangkan berkah.* Cara tabarruknya juga *harus mengikuti tuntunan syariat dan bukan menempuh cara-cara yang bid’ah*. Faham ya 2 faktor ini? (Ada dalilnya dan Cara ambil berkahnya jangan ngasal)

➡Contoh-contohnya antara lain :

a. 🗣Tabarruk dengan perkataan dan perbuatan, seperti :

✔ Membaca Al-Qur’an.

 ✔Sholat.

✔ Makan Berjamaah.

b. 🕌Tabarruk dengan tempat, seperti :

✔ I’tikaf di masjid.

✔ Tinggal di Makkah, Madinah atau Syam

c. ⏱Tabarruk dengan waktu, seperti :

✔ Semangat beribadah di waktu lailatul qodar

✔ Banyak berdoa di waktu sahur.

d. 🍲Tabarruk dengan makanan dan minuman, seperti :

✔ Memakai minyak zaitun

✔ Meminum madu dan air zam-zam

✔ Mengkonsumsi Habbatussauda.

e. 👍Tabarruk dengan zat Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam, seperti :

✔ Berebut air ludahnya

✔ Mengambil keringatnya.

✔ Mengumpulkan rontokan rambutnya.

☝🏻Ini semua ada dalilnya ‼

2⃣. Tabarruk yang terlarang (tidak Syar’i)

➡Yaitu tabarruk dengan sesuatu atau hal-hal yang *tidak ada dalil syariat* atau tabarruk dengan *tidak mengikuti tuntunan syariat* (bisa dibedakan ya..).

contoh-contohnya antara lain.

a. 🗣Tabarruk dengan perkataan dan perbuatan, seperti :

❌ Sholawat atau berdzikir yang bid’ah.

b. 🔶Tabarruk dengan tempat, seperti :

❌ I’tikaf di kuburan.

❌ Mengelus-elus dinding Ka’bah ( tempatnya sih benar, namun cara pengambilan berkah nya yang salah)

❌ Guling-guling di masjid ngusap-ngusap sajadah, gosok-gosokin bajunya ke tembok masjid sambil teriak berkah.. berkah.. !! :mrgreen: (tempatnya sih benar tapi cara ngambil berkahnya salah!!)

❌ Melaksanakan ziarah khusus ke makam-makam wali atau keramat.

c. ⏱Tabarruk dengan waktu, seperti :

❌ Menghidupkan malam nishfu Sya’ban

❌ Memperingati peringatan-peringatan yang tidak ada dalil dan tuntunannya dari Nabi, baik kelahiran, kematian, atau event-event lain.

d. 🍲Tabarruk dengan makanan dan minuman, seperti :

❌ Berebut sisa minuman kyai.

❌ Berebut tumpeng sekaten.

e. 🔶Tabarruk dengan benda-benda tertentu, seperti :

❌ Mengambil tanah Karbala.

❌ Berebut kotoran “Kyai Slamet” / Kebo Bule.

f. 🚸Tabarruk dengan dzat orang shalih atau peninggalannya, seperti :

❌ Meminum air ludah atau keringatnya atau bekas kobokan kaki pejabat/ yang dianggap orang khusus/ kyai.

❌ berebut bekas peci atau bajunya.

❌ Memilih shalat di tempat orang itu sholat.

:idea:Catatan: Seharusnya cara mengambil berkah dari orang shaleh yaitu dengan mengambil ilmunya.. tapi tentunya orang Sholeh beneran, bukan dukun bersorban atau ustadz yang suka ngeluarin hadits ahoax.

❓❓Bisa difahami ya pembahasan ini❓❓

(Bersambung insya Allah pada sisi Pendalilan)

✨Allahu A’lam✨

Desember 8, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, Tabarruk, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) Pasal *HUKUM MEMINTA DIRUQYAH DAN MERUQYAH*

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)

📌Pasal *HUKUM MEMINTA DIRUQYAH DAN MERUQYAH*

📖Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, meskipun ruqyah termasuk dalam bab dan bagian dalam pengobatan, namun, minta diruqyah terdapat penjelasan khusus dalam riwayat 70 Ribu orang yang sudah kita bahas pada pertemuan lalu. 

➡Dua pendapat yang populer dalam masalah ini.

1⃣. Meminta ruyqyah *Merusak Tawakkal*

✍🏻Ini pendapat imam Ahmad, Imam Nawawi, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim dan lainnya.

🍃Dalilnya hadis 70 ribu orang dan riwayat

Nabi Bersabda “Barang siapa yang meminta diobati dengan teknik sundutan api (kayy) dan meminta ruqyah maka ia telah terlepas dari sikap tawakkal (HR. Ahmad, Tirmidzi, Mustadrak Al Hakim dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ 1/435)

📌Karena 70 Ribu orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab menunjukkan kesempurnaan tawakkal mereka sehingga mereka tidak minta diruqyah, di kayy, dan tathoyyur (merasa bernasib sial karena melihat burung, merasa merasa sial ketika mau safar melihat ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang azab dll).

2⃣. Ruqyah tidak merusak tawakkal

✍🏻Ini pendapat Imam Thabari, Ibnu Abdi Al Bar dll.

➡a. Dua imam besar ini menggunakan dalil umum, yaitu secara umum diperbolehkan berobat dan ruqyah bagian dari berobat yang dianjurkan, dan Nabi menganjurkan untuk berobat.

➡b. Hadis-hadis yang menceritakan banyak orang yang meminta ruqyah kepada Rosulullah. Jibril pula pernah meruqyah beliau. Rasulullah pernah meruqyah dirinya sendiri dan meruqyah sahabat-sahabatnya. Rasulullah merestui para sahabat yang meruqyah kepala suku yang terkena sengatan binatang berbisa. Seandainya meruqyah itu dapat merusak tawakkal maka tentu saja ini juga dapat merusak tawakkal Nabi itu sendiri dan tawakkal sahabat-sahabat beliau.

➡c. Meruqyah dengan Asmaul husma (Nama-nama Allah yang indah) adalah bentuk tawakkal yang paling tinggi. Karena peruqyah hanya berharap kepada Allah, memohon kepada-Nya, meminta berkah kepada Allah dengan nama-nama yang indah itu untuk menyembuhkan orang sakit atau orang yang terkena kesulitan, seandainya hal ini merusak tawakal maka seluruh doa dan zikir akan merusak tawakal pula, tentu tidak ada seorang pun berani mengatakan demikian.

💪🏻Adapun pendapat yang rajih (paling kuat) insya Allah pendapat pertama, karena riwayatnya sangat tegas. 

🌱Syaikh Utsaimin berkata, “Ruqyah bagi peruqyah adalah sunnah, karena didalamnya mengandung kebaikan untuk orang lain. Mubah bagi orang yang diruqyah. Namun yang lebih afdhal tidak meminta diruqyah, karena hadis yang menyebutkan 70.000 orang masuk surga tanpa hisab dan azab, diantara mereka orang yang tidak meminta diruqyah.”

‼Namun bila kita memberikan info kepada orang yang bisa meruqyah, agar ia meruqyah orang yang sakit, maka hal ini *tidak mengapa*. Siapa yang merasa dirinya mampu untuk memberikan manfaat kepada saudara seiman dalam hal ruqyah dan ia tahu bahwa orang yang sedang sakit itu membutuhkan ruqyah maka tidak mengapa ia menyampaikan informasi kepada ahli ruqyah agar peruqyah dapat meruqyah saudaranya. Dan orang yang sedang sakit itu tidak terkena riwayat “meminta diruqyah” (karena dia ditawari ruqyah dan dia menyetujuinya) bisa bedakan ya hal ini❓❓ Dalil hal ini :

➡ dikisahkan dalam hadis Abu Hurairoh, ia berkata, Nabi melihat aku sedang sakit dirumahku, Lalu dia berkata kepada Abu Hurairah, *”Maukah kamu aku meruqyah dirimu seperti Jibril meruqyah diriku?”* ” *Baik, wahai Rasulullah , aku bersedia.*” Lalu Rosulullah membaca ‘Dengan menyebut nama Allah aku meruqyah dirimu, Allahlah yang menyembuhkan dirimu dari segala penyakit, dan dari dari kejahatan wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul dan dari kejahatan para pendengki apabila ia mendengki.” Rasulullah membacanya tiga kali (HR. Sunan Ibnu Majah, Ahmad, Nasa’i, Thabrani)

➡ Anas bin Malik Radhiallohu’anhu berkata :

*”Maukah engkau aku ruqyah seperti ruqyah rasulullah?”*

Hadis ini menunjukkan siapa yang memiliki kemampuan untuk ruqyah maka hendaklah ia meruqyah.

➡Dalam Hadis Jabir bin Abdullah ia berkata :

“Seseorang disengat kalajengking saat itu kami sedang duduk-duduk bersama Rosulullah. Lalu ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rosulullah, *”Apakah aku buleh meruqyahnya?”* Rosulullah menjawab, *”Siapa diantara kalian dapat memberikan manfaat kepada saudaranya maka hendaklah ia melakukannya.”* (HR. Muslim)

‼Bahkan si peruqyah telah bersedekah karena telah meruqyah dan telah melakukan kebaikan, Ibnul Qoyyim berkata bahwa Ibnu Taimiyyah juga berkata, “Peruqyah telah bersedekah dan melakukan kebajikan, diperbolehkan untuk meruqyah, selama tidak mengandung kesyirikan. Siapa yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya maka hendaklah ia melakukannya. Ini menunjukkan bahwa ruqyah itu bermanfaat dan merupakan kebaikan. Tentu saja ini dianjurkan oleh Allah dan Rosul-Nya. Peruqyah telah melakukan kebaikan dan orang yang meminta diruqyah berharap mendapatkan kebaikan dari peruqyah.”

✍🏻Saya banyak mengambli pembahasan ruqyah ini dari buku Sembuh Dengan Ruqyah Karya Husain Al-Mubarak, MA

✨Allahu A’lam✨

Desember 8, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar

Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat) 📌Pasal Talbis Tipu Daya Iblis kepada peruqyah

​✨✨ *KAJIAN TAUHID*✨✨

📚 Bab Ruqyah dan Tamimah (jimat)

📌Pasal Talbis Tipu Daya Iblis kepada peruqyah 🔥🔥

👍1⃣. Senang pujian

💥Dia merasa tidak senang jika hasil ruqyahnya tidak diacungi jempol. Ia sangat bangga dipuji. Ustadz A senior, Ustadz B jinnya langsung lari sebentar saja, padahal ruqyah bisa dilakukan siapa saja dari kaum muslimin walau dia mualaf dan baru hafal Al-Fatihah.. Apabila dia sudah terjerumus gila pujian ini maka setan akan menjeratnya ke perangkap yang lebih besar.

📣2⃣. Riya dan Sum’ah

💥Penyakit ini dihembuskan setan dalam hati peruqyah agar dia menceritakan “kehebatan dan kesaktiannya” kepada calon pasien. Tujuannya agar orang bertambah yakin dan mantap saat terapi dengannya.

🍃Sebenarnya jika normal saja/ wajar jika peruqyah menceritakan pengalamannya asal niat tujuannya memotivasi kaum muslimin agar mereka yakin kehebatan Al-Qur’an dan mukjizat kesembuhan Al-Qur’an atau menceritakan nikmat Allah atas dirinya kepada orang lain..

‼Tapi ingat ikhwah.. jangan sampai jatuh ke riya dan sum’ah.. camkan ini, ibadah tanpa ke ikhlasan adalah *0 (nol) besar…*

💪🏻3⃣. Ujub dan Takabur.

💥Karena dia “berhasil” mengusir jin sedangkan oleh peruqyah lain “susah”, maka timbul dalam hatinya benih-benih ujub dan merasa ahli ruqyah sejagat raya dan meremehkan kaum muslimin lainnya.

💰4⃣. Tujuan Materi.

💥 Dengan Mem”plereti” kantong si korban. Sehingga dia memasang tarif yang luar biasa mahal kepada pasien, jika pasien miskin maka dia seperti ogah-ogahan meruqyahnya.

➡ Diruang “prakteknya” langsung tertulis tarif 700.000 (setahu saya di Jakarta ada nih kayak gini) kalau perlu ada tulisan “tidak menerima pasien BPJS” :mrgreen:..

👠5⃣. Wanita.

💥 Senang banget kalau dapet pasien “awam” yang jilbabnya belum syar’i, hati-hati ikhwah, suruh saja suami/ saudara kandung si wanita untuk meruqyahnya, ajarkan kepadanya. Insya Allah ilmu Anda berkah!!..

💤6⃣. Lalai.

💥 Sibuk dengan “jadwal” meruqyah, sehingga dia tidak meng-upgrade ilmu-ilmu agamanya.. Lebih senang dialog cuap-cuap sama jin dibanding dengar riwayat-riwayat ngaji Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dia suruh orang lain dekat dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah namun dia sendiri akhirnya menjauhinya.

🔥7⃣. Hasad.

💥Hasad, sehingga terkesan ada persaingan antar peruqyah, merendahkan peruqyah lain dengan mengatakan “dia anak kemarin sore”.

:idea:Padahal jika masyarakat sudah terbiasa dengan amalan-amalan yang shohih, beraqidah dengan aqidah yang shohih, maka insya Allah jin tidak akan berani mengganggu masyarakat tersebut. 

‼Tidaklah suatu daerah sering diserang jin kecuali daerah tersebut pasti jauh dari amalan dan aqidah yang benar, sehingga obatnya adalah kembalikan mereka Al-Qur’an dan As-Sunnah bukan mem”plereti” kantong mereka!!..

Barokallohufiykum

✨Allohu A’lam✨

Desember 8, 2016 Posted by | dasar islam, KAJIAN TAUHID, WhatsApp | Tinggalkan komentar